Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 18 Februari 2018   06:24 WIB
Selfi dengan Panglima TNI

Deru angkot di kota jakarta yang semakin membuat bising, telinga terasa pekak, suasana panas dan berdesakan mewarnai perjalananku hari ini, sesaknya penumpang membuat aku harus duduk dipintu dengan badan sedikit keluar dari angkot, mungkin ini berbahaya tapi aku harus mengejar waktu karena tepat waktu adalah sebuah hal yang perlu diperjuangkan di kota metropolitan ini.

Akhirnya sampai juga di temapat tujuan, saat turun angkot dekat jembatan penyeberangan ada sebuah objek pandangan yang membuatku sedikit berfikir, ada seorang dengan seragam militer, iya seorang dengan seragam PDH ( Pakaian dinas harian ) milik TNI AU sedang menyeberang jalan di jembatan penyeberangan, dia sendirian dengan berjalan santai, aku pun berjalan mengikuti dibelakang orang dengan seragam TNI tersebut, semakin lama mengamati aku terkejut dari pundaknya terlihat jelas pangkatnya empat bintang, " walah, empat bintang, wah bukan tentara rendahan ini, " batinku, aku berfikir pasti orang ini orang yang menyamar sebagai tentara, karena aku tau betul  tak mungkin tentara dengan pangkat tinggi tinggal di daerah sini.

Saat hendak menuruni jembatan penyeberangan, orang itu berhenti sejenak dan menoleh kebelakang, dan tanpa sengaja bertemu pandang denganku, aku terkaget saat melihat wajah beliau, wajah yang tidak asing, seorang lelaki tentara dengan umur yang matang, dan dengan kumis yang menghiasi wajahnya, iya aku tau orang ini batinku berkata. Iya betul, beliau adalah pak hadi perwira tinggi TNI AU yang menjabat sebagai panglima TNI. Beliau melihat sekilas kekagetanku dan memberi senyum dan akupun membalasnya, bagai terhipnotis tak sengaja dan reflek mulutku keluar sebuah tanya.

" Bapak Panglima TNI ? Bapak Hadi Tjahyanto ? " Tanyaku reflek pada beliau.
" Iya, saya Hadi Dek " Jawab beliau dengan senyum, di ikuti uluran tangan untuk menajak bersalaman
" Wah, beneran, Pak hadi, seperti mimpi saya pak " jawabku gugup, sembari mengulurkan tangan untuk menyambut tangan beliau.
" Tinggal disini dek ? " Tanya lagi beliau kepada saya
" Iya pak, " Jawabku singkat, sambil menerima tarikan beliau sambil menepuk pundakku untuk terus melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalan itu seperti mimpi saya rasa, berjalan seolah tidak menyentuh tanah, karena sebuah keterkejutan dan aneh bin nyata yang membuat perasaanku campur aduk seperti permen nano - nano. Sambil berjalan banyak yang kita obrolin, mengenai tujuan beliau, kenapa jalan sendiri tanpa pengawalan dan banyak hal yang belia jawab semua dengan ramah dan senyum khas beliau. Beliau hendak ke kantor Kelurahan Batusari Tangerang yang kebetulan dekat dengan tempatku singgah, dan dari jembatan penyeberang tadi sebenarnya agak lumayan jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki, belaiu menceritakan semua kenapa berjalan sendiri tanpa pengawalan dan apa tujuan kesini desilingi dengan berpa pertanyaan beliau tentang saya dan aku jawab jujur, semua obrolan natural itu mencair seperti obrolan dengan sahabat.

Pak hadi ke kantor kelurahan hendak bertemu seseorang untuk berdiskusi masalah usaha produk perikanan, beliaupun mengajak saya sekalian setelah ssedikit mengetahui tentang profile saya, setibanya di kantor kelurahan kami disambut dengan pak lurah dan beberapa staff, ada hal yang aneh disini bathinku, " Kenapa seorang panglima TNI tidak ada penyambutan yang luar biasa ? " Tanyaku dalam hati, tapi semua itu aku biarkan jadi sebuah kebingungan, karena pak hadi menarikku untuk masuk kedalam sebuah ruangan dan kami sudah di tunggu oleh seorang pria muda yang usianya beberapa tahun diatasku, dengan penampilan rapi pemuda itu mepersialahkan kami duduk.

Obrolan pun dimulai dengan saling mengenalkan diri, dan terus berlanjut hingga diskusi membahas, tentang rencana dan prospek bisnis perikanan, dan akhirnya aku tau bahwa pemuda itu adalah seorang pengusaha yang dulunya adalah seorang Pegawai pemerintahan di Kementerian kelautan dan perikanan, dan kini telah sukses menggeluti usaha sendir, pemuda itu telah membesarkan usahanya hingga ekspor keluar negeri dimana produk - produknya adalah produk perikanan bernilai tambah seperti olahan ikan, rumput laut dan sebagainya yang di produk secara inovatif, dan yang membuat aku kagum pemuda itu tidak memiliki pabrik yang besar untuk mengolah semua produk ekspornya, tapi produk itu diolah olah masyarakat yang tergabung dalam kelompok UMKM yang dibinanya, dimana pemuda itu membina para masyarakat ekonomi menengah kebawah untuk menajalankan usaha UMKM. Pemuda itu menjelaskan sistem usaha dan kerja dari usaha yang digelutinya, dimana beliau bekerja sama dengan NGO luar negeri dan berbagai perusahaan di luar negeri dalam hal pembiayaan usaha dan pemasaran produk serta pembinaan terhadap masyarakat terkait produksi dan penjaminan kualitasnya.

Pak hadi bertemu pemuda itu sekedar sharing dan merasa tertarik dengan sepak terjang pemuda itu, dan berencana bergabung dalam usaha pemuda tersebut, sembari mengenalkan siapa saya pak hadi sang panglima TNI berbicara panjang terkait rencana kedepan. kamipun larut dalam obrolan yang sangat seru khususnya bagiku, seorang anak muda yang kucel dan tak terbiasa atau mungkin kurang [antas duduk bersama orang - orang hebat seperti beliau - beliau ini, mungkin karena nasib baik bisa terjadi hal seperti ini yang bagiku masih terasa seperti mimpi.  Banyak hal yang aku pelajari dari diskusi kami yang berlangsung kurang lebih setengah jam, dan akhirnya pak Hadi berpamitan dan memintaku mengantarkan ke jalan raya untuk mencari kendaraan dan akupun menyarankan untuk saya pesankan Taxi online tapi beliau menolak dan memilih naik angkutan kota.

Setelah mendapat angkot pak Hadipun berpamitan, dan tak lupa berslam dengan ku dan reflek akupun meminta beliau untuk mau saya ajak selfi, dan dengan senang hati beliau mengabulkan keinginan tersebut, setelah selfi denganku beliaupun naik angkot dan pergi. " Pak, boleh saya kekantor bapak ? sebuah pertanyaan yang keluar begitu saja dari mulutku " boleh saja ntar saya atur waktunya " Jawab Beliau tersenyum sambil melambaikan tangan dan angkotpun berlalu.
 
Tiba  - Tiba  " TOT TOT TOT TOT .. suara klakson bus antar kota membuatku kaget dan tiba tiba BRAGH BRAG BRAG... UHH... gelap

Aku kaget nafasku memburu dan akupun berkeringat dan aku kaget aku sudah berada di ranjang tidurku, dengan nafas terengah - terengah aku minum air putih dan berucap istighfar dalam hati, ternyata saya tadi mimpi. Saya melihat jam menunjukkan pukul 03.00 pagi, aku merenung kembali tentang mimpiku tadi, kaget, aneh dan mebuatku ketawa geli. dan akupun akhirnya turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, untuk mengambil air wudlu.

Sebuah mimpi

(Mimpi tersebut benar - benar aku alami pada  hari ini Minggu 18 Februari 2018 antara tidur mulai pukul 23.00  hari sabtu hingga bangun pulul 03.00 dini hari minggu)

Awie M Noer

Karya : Moh Nur Nawawi