Rindu Stadium Empat

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Januari 2018
Embun Pagi - Kata Bercerita

Embun Pagi - Kata Bercerita


Kata - kata adalah perwakilan perasaan, kenangan, sejarah, emosi, kritik, pujian, kekaguman akan definisi kemegahan ciptaan sang Maha Agung pengendali hembusan nafas, kata - kata mengantarkan pencarian makna menyongsong asa dengan terus merajut cita-cita.

Kategori Puisi

2.7 K Hak Cipta Terlindungi
Rindu Stadium Empat

Setibaku di tanah keras ini
Aku masih mengingatmu
Sedang apa kau disana kekasihku?
Masihkah kau bercengkrama dengan syair dan bait kata ?

Berjalan menyusuri lorong 
Beragam senyum manis 
Berusaha merangkulku sayang

Ada tawa pecah disini sayang, tawa tawa itu seperti bedak tabur yang kadang menebal di pipi 

Begitu susahnya menjadi kokoh saat jauh darimu sayang

Aku terasa mual tapi tak masuk angin, mungkin aku akan terkapar pada dipan dipojok itu cinta.

Panas dingin menyerangku dalam medan basah aku terjerembab, aku dilanda rindu sangat, mememarkan setiap sendi sayang.

Rindu ini sudah parahkah ?
Hingga aku tiada kuasa menopang badan, hingga resah jiwa.

Kamu pasti bisa merasakan disana sayang, saat lampu dindingmu redup, suara malam bercerita tentang sepi, ada sepucuk surat kerinduanku datang padamu sayang dibawa oleh hembusan angin malam.

Rindu semakin menebal sayang
Menggerogoti kewarasanku
Kronis hingga stadium empat

1 januari 2018
Awie M Noer

  • view 49