Saat Cinta Bertahlil

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Desember 2017
Inspirasi Kata

Inspirasi Kata


Setiap kita terlahir sebagai Inspirator, menginspirasi diri sendiri sebuah tanggung jawab membuka tabir spiritual, menumbuhkan spirit dalam mendefiniskan arti sebuah kehidupan, merengkuh cita dan asa.

Kategori Spiritual

2.2 K Hak Cipta Terlindungi
Saat Cinta Bertahlil

Jika intisari cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah sebuah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang atau apapun terutama cintamu pada sang Rabb pusat dari segala penjuru cinta, kamu harus mampu memberikan perhatian penuh kepada yang engkau cintai itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diminta dan diperlukan oleh yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Perhatian adalah pemberian jiwa (soul)semacam penampakan emosional yang kuat dari keinginan luhur kepada  yang kita cintai. Tidak semua dari kita memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan apalagi memperhatikan secara terus menerus dan Tidak juga semua dari kita yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk selalu memperhatikan.
 
Memperhatikan adalah kondisi di mana kita keluar dari dalam diri kita menuju elemen lain yang ada di luar diri kita sebuah elemen yang berdimensi wujud apa yang kita cintai. Hati dan pikiran kita sepenuhnya fokus  pada apa yang kita cintai. Semua itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Siapapun mereka yang mampu dan sanggup keluar dari dalam diri mereka adalah mahluk Tuhan yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara secara emosional,  kenyamanan psikologis tidaklah bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian besar dari kita lebih banyak terpesona dan terperangkap dalam diri kita sendiri.

Kita tidak bebas secara mental. Kita lebih suka jadi objek perhatian dari pada menjadi sang pemerhati. Itulah sebab kadang kita selalu gagal mencintai. Itulah kekuatan para pecinta sejati bahwa kita harus menjadi  pemerhati yang serius.

Para pecinta sejati adalah mereka yang memperhatikan apapun yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus menerus untuk memahami latar belakang, hingga pemahaman sedetail detailnya  sang kekasih, menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai kepada harapan harapan itu.
 
Para pemerhati yang serius lebih suka mendengar dari pada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang cukup lama. Kesabaran itulah yang membuat orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya kepada mereka. Tapi kesabaran itu pula yang memberi mereka peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai. Tapi di sini juga tersimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pecinta.

Kalau kita terbiasa memperhatikan kekasih hati kita, secara perlahan dan tanpa sang kekasih sadari mereka akan tergantung dengan perhatian kita. Secara psikologis mereka akan sangat menikmati saat-saat perhatian itu kita curahkan. Bila suatu saat perhatian itu hilang, mereka akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu yang sangat dalam saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin semua itu tak pernah mereka katakan, tapi pasti mereka merasakannya.

Cinta maha agung adalah sebuah kecintaan kita kepada sang penggenggam jiwa Rabb yang merajai alam, Pecinta sejati akan mencurahkan seluruh perhatiaannya pada sang kekasih, ketika kita menjadikan Allah adalah tujuan perhatian pemusatan pemberian cinta yang agung, maka setiap gerak dalam denyut nadi kita adalah mengharap kasih dariNYA, karena dengan energi cinta kasih dariNYA kita bisa menjadi pemerhati dan pecinta sejati bagi mahluknya.
Sebuah energi cinta penguat jiwa, mempercantik alam semesta, ketika pusat energi cinta adalah fokus kita, bukan hanya kedamaian tapi disinilah fungsi kita didambakan alam semesta. Orang yang mencintai senatiasa menyebut dan mengagung agungkan yang ia cintai.


Awie M Noer 

Dalam catatanawi.blogspot.com

  • view 101