Pelangi itu Indah

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Renungan
dipublikasikan 24 Desember 2017
Pelangi itu Indah

PELANGI ITU INDAH
" merawat keberagaman dalam bingkai persatuan "



Kita sering melihat pelangi yang berwarna-warni. Kita juga sering melihat aneka warna daun dan bunga. Pernahkah kita berfikir, kalau saja daun dan bunga memiliki warna yang sama? Pernahkah pula berfikir kalau saja pelangi hanya satu warna?  Tentunya tidak akan seindah jika tidak warna warni buka? Apa yang kita rasakan saat melihat warna-warni dalam pelangi, daun dan bunga itu?

Jika kita mencermati dengan seksama, menikmati dan merasakannya, tentu kita akan merasakan keindahan. Keindahan tidak hanya bisa dilihat, tetapi keindahan itu juga dirasakan hingga merasuk ke dalam hati, terus maksudnya apa dengan pertanyaan pertanyaan ini??

Kita tau kan, jika semua pernyataan diatas baik itu tentang pelangi atau bunga yang berwarna - warni adalah sebuah gabungan dari beragam jenis sehingga mereka memiliki perbedaan satu sama lain, perbedaan warna pada pelangi, daun, dan bunga, adalah sedikit dari ketentuan tuhan  Sang Pencipta alam ini, dan karena perbedaan itu jadilah keindahan.

Indonesia, negara dengan beragam suku, kelompok, budaya, partai dan adat, Itu adalah cara tuhan agar Indonesia menjadi indah, tiap suku, kelompok, adat  dan agama memiliki karakteristik yang tidak harus dibaurkan atau diseragamkan menjadi satu demi persatuan, justru perbedaan suku dan budaya  itulah keindahan. Berbangsa-bangsa, bersuku-suku  dan berkelompok tujuannya adalah untuk saling mengenal dalam kelompok kecil itu, perbedaan ini tidak harus membuat kita berpecah dengan kelompok lain, bukan untuk membanggakan kelompoknya atau merendahkan lainnya.

Keberagaman negeri ini adalah untuk mengikuti ketentuan tuhan  yang telah ditetapkan. Keberagaman ini adalah seindah pelangi, semua menyatu seperti seberkas cahaya matahari yang cemerlang, satu tekad, satu tujuan yang menghasilkan pembiasan dan keanekaragaman pelangi. Persatuan adalah   perwujudan keharmonisan tiap-tiap komponen yang menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan yang memperindah kehidupan, penyeragaman sering menghasilkan persatuan yang semu. Ibarat pelangi, perbedaan warna muncul hanya untuk menunjukkan keindahan, bukan untuk bercerai berai.

Ada sebuah fenomena menarik di negeri kita ini yang telah berdiri lebih dari setengah abad, Indonesia dari awal berdiri telah terdiri dari beragam suku bangsa, adat istiadat, agama dan kepercayaan, keberagaman serta perbedaan itulah yang menjadi kekayaan bangsa ini dari zaman nenek moyang kita dulu. Sebuah fenomena yang kerap muncul akhir - akhir ini terkait isu - isu sara, sering berseliweran disekitar kita, menanti akhir tahun dan menyongsong tahun baru misalnya selalu jadi polemik tersendiri sehingga kadang banyak meresahkan masyarakat. Toleransi yang digaung - gaungkan selama ini kadang banyak dipandang sekedar persepsi sendiri, toleransi diartikan sesuai sudut pandang masing - masing bukan mengadopsi kepentingan bersama, ada kalanya sebuah pemaksaan persatuan semu dan toleransi satu sudut pandang.

Memahami arti keberagaman seharusnya menjadi basis pemikiran, dan perjuangan bersama, menyatukan keberagaman dengan saling menghargai, dan menempatkan diri kita pada posisi dan porsi yang pas dalam keterkaitan satu sama lain, karena persatuan bukanlah  menyamakan hal yang memang sudah beragam, tapi menyatukan segala keberagaman dan perbedaan itu agar bisa berjalan beriringan. Marilah kita yakini keyakinan kita masing - masing dengan dasar - dasar sesuai yang berlaku pada keyakinan kita dan mengedepankan saling menghargai terhadap keyakinan yang berbeda, menjalankan tradisi sesuai keyakinan tanpa harus memaksakan yang lain untuk ikut dan begitupun kita juga harus mampu menghargai tradisi yang lain. toleransi tidak harus melakukan sama - sama tetapi berjalan beriringan sama - sama sesuai koridor keyakinan dan tradisi masing - masing.

Indonesia adalah negeri yang elok dengan keberagamannya, jangan rusak keindahan semua itu dengan pemaksaan persatuan yang menciderai keberagaman, berjalan beriring adalah sebuah keharmonisan, saling memahami dan menghargai sesuai posisi dan porsi adalah makna dari toleransi sebenarnya. Dengan persatuan sebenar-benarnya kita akanmampu menfilter dan mengcounter segala infiltrasi - infiltrasi luar yang mampu menimbulkan perpecahan dan disitegrasi bangsa.

Mari kita rawat kenberagaman dalam bingkai persatuan.


Manado, 24 Desember 2017

Awie M Noer

  • view 91