Yang pasti dia akan sampai pada kita

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Renungan
dipublikasikan 22 Desember 2017
Inspirasi Kata

Inspirasi Kata


Setiap kita terlahir sebagai Inspirator, menginspirasi diri sendiri sebuah tanggung jawab membuka tabir spiritual, menumbuhkan spirit dalam mendefiniskan arti sebuah kehidupan, merengkuh cita dan asa.

Kategori Spiritual

1.5 K Hak Cipta Terlindungi
Yang pasti dia akan sampai pada kita

Sebuah tanggung jawab akan tugas mengantarkanku bisa singgah ke beberapa daerah di negeri ini, sebuah jalan - jalan gratis mungkin bagi sebagian orang, tapi bagiku manfaat yang aku terima ini adalah bagian dari rahasia Allah agar aku terus bersyukur, bertafakur dan mengambil pelajaran berharga dari tempat baru yang aku singgahi, beragam culture, adat istiadat, budaya, watak, kekayaan alam, dan sosial masyarakat serasa jadi lembaran lembaran refrensi kehidupan bagiku, entah bertemu dengan siapapun, mendengarkan nasehat apapun aku tetap berusaha mengkosongkan gelasku agar terus terisi dengan ilmu dan pengalaman baru, selain sadar bahwa aku belum pernah lama duduk dikelas.

Selain membaca entah dari buku karangan siapapun atau artikel elektronik, e book yang entah siapa yang unggah kadang aku juga begitu antusias mendengarkan kisah langsung dari orang - orang yang punya cerita unik dan bermakna, suatu malam sehabis isya' seperti biasa saat tak ada aktifitas menyangkut pekerjaan aku menyempatkan keluar untuk mencari makanan sekedar memanjakan lidah dan tentunya lebih mengenal menu kuliner daerah yang aku singgahi, dengan santai aku menuju puja sera atau warung warung berderet, warung tenda di pinggir pantai di luwuk sulawesi tengah, tempatnya asyik dengan view menarik , banyak orang bersantai disana, aku datang dengan sahabatku satu profesi, kami memesan minuman saraba ( sejenis STMJ kalo di jakarta biasa aku beli ) dan pisang goroho, pisang goroho adalah makanan camilan dari pisang yang diiris seperti keripik tapi lebih tebal dan digoreng , untuk memakannya di cocolkan sama sambal, nikmat sekali minum saraba sambil menyantap pisang goroho dengan di temani  oleh seluet kapal di pantai pada malam hari.

Di tengah ayiknya dengan syahdunya suasana malam itu, temanku kedatangan teman seangkatannya waktu kuliah, kebetulan temanya bekerja tak jauh dari tempat kami santai, mereka saling bercanda tentunya akupun ikut berbaur sebagai sahabat baru dan kami asyik berdiskusi berbagai hal, menyangkut pekerjaan, berbicara politik di luwuk, nasional hingga spot - spot wisata yang mungkin bisa kita singgahi, hingga ada beberapa diskusi yang aku rasa sangat serius dan penuh pesan yang menyadarkan aku akan pentingnya memahami rezeki. Sahabat baru itu berkata bahwa Allah memberikan rezeki buat kita ada dua macam, ada dua jenis, kedua jenis itu adalah milik kita dan akan ditambah oleh allah, rezeki tersebut ada yang sudah digariskan dalam artian sudah pasti ditangan kita dan ada yang masih digantung dilangit menunggu amal usaha kita untuk mendapatkannya, jika rezeki yang digariskan kita bertambah misalnya karena kita menikah, karena kita punya anak maka rezeki yang masih digantung juga akan bertambah, kita percaya bahwa istri dan anak kita adalah titipan Allah yang di amahkan kepada kita jadi sudah pasti allah akan melengkapi proteksi bagi keduanya lewat kita, termasuk rezeki untuk mereka.

Rezeki yang sudah digariskan sudah pasti akan sampai ditangan kita entah bagaimana caranya, sahabatku itu bercerita tentang pengalamannya, dia adalah seorang konsultan budidaya perikanan , dia selain bekerja sebagai penyuluh kontrak di dinas perikanan dia juga kerja mandiri sebagai konsultan teknis budidaya, banyak orang memakai jasanya termasuk industri industri budidaya perikanan, suatu ketika dia dapat tawaran untuk proyek keramba jaring apung budidaya ikan bawal bintang di daerah sumatera, pengusaha ikan sumatra tersebut meminta bantuan dia untuk membuat perencanaan teknis budidaya bawal bintang lengkap dengan nilai investasi, dan analisis keuangannya tentunya detail dengan teknis dilapangan, karena padatnya pekerjaan dia berjanji akan menyelesaikannya dalam satu bulan, dan pengusaha tersebut setuju, tapi ditengah perjalanan sahabat itu kewalahan karena pekerjaan yang banyak sekali sehingga dia takut tidak bisa menyelesaikan pekerjaan pengusaha sumatera itu, akhirnya dia putuskan untuk membatalkan kerja dengan pengusaha ikan sumatera dia mengikhlaskan mungkin bukan rezeki dia, tapi saat dia berusaha menghubungi pengusaha tersebut ada aja kendala untuk bertemu, akhirnya sahabatku itu berfikir mungkin pengusaha tersebut sudah mendapatkan konsultan lain atau mungkin kerja sama dengan pemerintah atau perguruan tinggi, diapun mengikhlaskan dan melupakan proyek itu  hingga sudah berjalan hampir empat bulan  pengusaha itu menghubungi kembali sahabatku itu, dia meminta maaf karena kesibukannya hingga lupa akan proyek itu, dan dia akan memulai proyek tersebut dan berharap sahabatku bisa membuat konsepnya, akhirnya sahabatku itu mengerjakan proyek itu karena memang dia sudah punya waktu luang, dia akhirnya mendapatkan rezekinya itu, itu adalah rezeki yang sudah digariskan jadi bagaimanapun keadaannya pasti akan sampai ketangan kita.

Aku mendengar cerita itu jadi sadar betapa Allah sangat sayang pada hambanya, begitu menginspirasi cerita sahabat baruku itu, banyak yang bisa aku ambil hikmahnya, rezeki kita sudah digariskan dan pasti sampai ditangan kita kadang kita merasa masih jauh dari keinginan kita karena kita kurang bersyukur akan semua nikmat yang Allah berikan, selain itu kita tidak pernah menyadari bahkan tidak tau caranya menurunkan rezeki kita yang allah masih gantung, padahal rezeki itu juga buat kita tinggal bagaimana kita memiliki daya dan upaya mendapatkannya, tentunya dengan menyadari fitrah kita, terus bersyukur akan Nikmat Allah, bertanggung jawab dalam hidup dan memenuhi hak hak Allah bagi kita. Setiap detak jantung, gerak langkah dalam bekerja, hati dalam berdo'a akal dalam bertafakur hanya Allah, Allah lagi, allah terus dan selalu Allah yang kita jadikan sandarannya.

Terima kasih sahabat baruku


Awie M Noer

  • view 84