Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 40455
            [type_id] => 1
            [user_id] => 7574
            [status_id] => 1
            [category_id] => 119
            [project_id] => 0
            [title] => Kesibukan di langit
            [content] => 
Di siang yang terik, mentari memanasi bumi pada suhu yang menggelegak seperti seduhnya kopi tadi pagi, kopi pagi begitu menenangkan tapi siang ini terasa memaksa badan berkeringat, disela kesibukan memenuhi isi dompet dengan kertas - kertas bernominal aku duduk diantara beberapa pantat yang sedang menikmati makan siang dipinggiran pelabuhan, maklum jam - jam seperti ini semua cacing dalam perut sedang meronta minta asupan nutrisi.

" lagi makan mas ? " sapa salah seorang langganan warung yang kedatangannya kalah cepat olehku,  barangkali dia ambil tempat start jauh dibelakangku, dia adalah temanku, teman makan di warung ini maksudnya.

" iya mas, maklum istri tidak bawakan bekal " jawabku asal comot argumen untuk mempersingkat pertanyaan yang serupa, kurang produktif rasanya bagiku jika harus menjawab beberapa pertanyaan yang yang esensinya nggak jauh beda.

" kopi bu, satu " teman itu memesan pesanannya.

" mas, cuaca hari ini panas ya ! lagi musim panas kayaknya " temanku mulai membuka obrolan dengan mengomentari cuaca siang ini, iya cuaca yang panas memang.

" itu masalahnya mas, ini semua karena matahari buka cabang dimana - mana jadi panasnya menyeluruh ha ha ha " selorohku mencairkan suasana, tak ayal dia tertawa dan memancingku untuk tertawa hingga tak terasa nasi di mulut tersembur, sial memang tapi lega juga bisa tertawa dipanas yang menyengat, minimal bisa mengurangi kesempatanku mengutuk hari.

Obrolanpun berlanjut seru dalam rangka menghabiskan waktu satu jam istirahat biar terkesan produktif dengan obrolan - obrolan segar, walau tak banyak juga yang konkrit tentang produktifitas lebih banyak joke - joke penghilang penat, tapi ada sebuah cerita menarik dari temanku itu, sebuah cerita yang aku kira sangat menyentil aku secara pribadi dan tentunya bagi semua yang mendengar kala itu.

Di langit yang biru menjualang dan  luas berdiri kokoh bangunan - bangunan gedung seperti gedung - gedung pencakar langit yang ada di bumi, mirip lah dengan gedung - gedung pemerintahan di silang monas, ada istana negara ada gedung kementerian pemuda , perhubungan, kominfo dan lain - lain kurang lebih begitulah gambarannya.

Di gedung - gedung itu banyak aktifitas terjadi, para officer yaitu para malaikat hilir mudik dan ada yang antusias didepan komputer masing -  masing sesuai dengan job description masing - masing, ada yang di departemen urusan kematian, waduh ngeri ini pasti menterinya Malaikat Izrail, ada yang di departemen surga dan neraka dan masih banyak lagi, hingga ada di salah satu gedung yang khusus menangani rizqi dan permohonan manusia di bumi, disini para malaikat sibut menampung aspirasi permohonan doa seluruh manusia di bumi, dari proses penerimaan do'a, analisa do'a, verifikasi hingga rekomendasi. Setelah doa terkumpul malaikat sibuk hilir mudik menyampaikan kepada tuhan tentang berbagai doa dan harapan manusia karena memang Tuhanlah yang punya domain untuk mengabulkan setiap doa manusia tanpa terkecuali.

Betapa sibuknya suasana di kantor langit karena memang malaikat adalah hamba yang tak pernah menolak perintah dengan kata lain malaikat adalah hamba yang hanya menjalankan perintah dari tuhan, jadi bisa dibayangkan kesibukan yang luar biasa disana, mungkin tidak seperti dikantor - kantor yang ada dibumi, dimana jam kerja masih bisa meluangkan waktu untuk facebookan, belanja online, jualan online, ngerumpi dan masih banyak lagi, di kantor langit super sibuk sekali.

Cerita diatas tentunya hanyalah sebuah cerita ilustrasi yang disampaikan oleh temenku tadi, entah dia dapat bahan cerita dari mana aku tak ambil pusing tapi sebuah pesan moral yang disampaikan membuat mak jleb sekali, hingga aku sadar betapa kita menjadi manusia dibumi masih banyak yang kurang bersyukur, kita sebagai manusia masih banyak meminta ini dan itu hingga tak sedikit dari kita yang menyalahkan hingga mengutuk tuhan karena merasa tidak diperlakukan dengan adil, kita jauh sekali dari kata syukur akan betapa besar nikmat dan karunia tuhan kepada kita, Tuhan telah berjanji akan mengabulkan setiap do'a dan permohonan kita, tentunya dengan balasan yang terbaik dan yang kita butuhkan bukan sekedar balasan yang kita inginkan.

Kita kurang sadar hidup di dunia ini penuh dengan kelimpahan, tuhan dangan segala keMAHAannya telah melimpahkan rahmat dan rizqi buat kita setiap hari, bahakan tatkala kita tidurpun Tuhan masih mengalirkan rizqi buat kita, andai pola dan sistem kerja Tuhan dalam menata dan mengeola kita dan alam ini seperti ilustrasi diatas maka betapa rumit dan sibuknya Tuhan mengurus kita, tapi Tuhan maha besar dan maha mengetahui, semua berlaku untuk kebaikan kita sebagai pemimpin bumi yang  Tuhan pilih.

Betapa besar karunianya, kita sudah sepatutnya bersyukur dan bersyukur



Awie M Noer




[slug] => kesibukan-di-langit [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1513845348.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 138 [issued] => 0 [author] => Moh Nur Nawawi [username] => mohnurnawawi [avatar] => file_1486438535.png [status_name] => published [category_name] => Renungan [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2017-12-21T15:35:48+07:00 [updated_at] => 2018-10-02T20:41:57+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.735779ms [status] => 200 )