Lilin dan Si Penakut gelap

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Desember 2017
Inspirasi Kata

Inspirasi Kata


Setiap kita terlahir sebagai Inspirator, menginspirasi diri sendiri sebuah tanggung jawab membuka tabir spiritual, menumbuhkan spirit dalam mendefiniskan arti sebuah kehidupan, merengkuh cita dan asa.

Kategori Spiritual

676 Hak Cipta Terlindungi
Lilin dan Si Penakut gelap

Suatu malam sang rembulan enggan menampakkan diri ditambah mendung yang senantiasa memeluk langit, tak ada tanda hujan memang tapi gelap menyelimuti dunia malam itu. Listrik pun sedang pemadaman berjadwal ibarat pegawai shift pada pabrik garment. Disebuah kamar yang tak begitu luas sedang tidur didalamnya anak kecil dengan nyenyaknya diterangi temaram lilin empat bersaudara, mereka adalah lilin yang dipasang berderet yang jumlahnya empat batang dan semua menyala. Suasana kamar malam itu sunyi sekali sang anak kecil terlelap tanpa dengkuran seperti sikancil yang berpura pura mati saat pemburu hendak menjualnya ke kokoh - kokoh cina penjual daging. Sunyi malam itu begitu terasa, andai ada kancing peniti jatuh kelantai dering gemerincingnya pasti akan terdengar, dalam sunyi malam itu terdengarlah empat percakapan lilin dikamar itu.
 
"Aku adalah kesempatan yang Tuhan ciptakan untuk manusia di alam raya ini, tapi sekarang manusia sudah tidak perduli lagi akan keberadaanku mereka semua selalu sibuk dengan gaya hidup yang semakin hari membuat lupa bahwa waktu dudunia ini terus berganti, menjadi lebih baik hingga senja datang adalah sebuah keharusan karena perubahan adalah sebuah keniscayaan, tapi aku tidak pernah dipergunakan dengan bijak lebih baik aku mati dan menghilang sekarang " sebelum ketiga lilin mampu mencegah lilin pertamapun semakin meredup dan mati secara perlahan.

Tak lama berselang lilin kedua berkata lirih, " sahabatku aku adalah iman yang senantiasa ditanam pada diri manusia, denganku setiap jalan liku kehidupan manusia bisa terang sehingga manusia bisa pulang dijalan yang lurus, menjadi kodrat sebagai pemimpin di bumi ciptaan Tuhan ini, tapi banyak manusia yang sudah tidak memperdulikanku lagi mereka setiap hari berlomba lomba menuhankan dunia, menuhankan harta benda, menuhankan jabatan, sehingga mereka lupa semua yang terjadi dialam ini adalah kehendak Tuhan, aku akan mati saja biar jiwa manusia gelap gulita " maka lilin kedua itupun mati menyusul lilin pertama, hingga berkuranglah cahanya dalam ruangan itu.
 
Kedua lilin masih bertahan terus memberi penerangan kegelapan ruang itu, hingga lilin ketigapun akhirnya juga mati, sebelum mati lilin itu bercerita, " aku adalah cinta yang senantiasa membuat manusia di dunia ini hidup rukun dan damai, penuh kasih dan saling memahami, hidup harmonis saling berdampingan saling membantu satu sama lain, tapi sekarang aku sudah dinodai, manusia tidak lagi pedulikan cinta, mereka semua hanya mengikuti hawa nafsu yang membuat mereka semakin meraja lela, menindas saudaranya yang lemah, merusak martabat saudaranya, perang saudara dimana - mana, memperebutkan kepuasan hawa nafsu"
Saat lilin terakhir terus berupaya bertahan memberi cahaya pada ruangan itu walau tak dapat dipungkiri ruangan kamar itu semakin temaram, hingga tanpa diduga anak kecil yang sedari tadi tidur terlelap akhirnya bangun, "Jangan mati, jangan, aku takut tidur dalam gelap, aku tidak bisa tidur jika ruangan gelap"

Anak itupun menangis, lilin terakhirpun berkata pada anak kecil yang takut akan kegelapan itu, "Jangan takut, aku adalah lilin harapan, denganku kamu bisa menghidupkan tiga temanku yang mati"

Anak kecil yang takut gelap itu, mengambil lilin harapan itu dan menghidupkan ketiga lilin yang telah mati tadi, cinta, iman, dan kesempatan, ketiga lilin akhirnya menyala kembali, dan ruangan itu akhirnya kembali terang dengan keempat lilin tadi, kesempatan, iman, cinta, dan harapan.

Sahabat sahabatku sekalian, kita hidup didunia ini dilengkapi dengan sebuah harapan maka pergunakanlah harapan - harapan kita untuk terus menerangi kehidupan kita mewujudkan impian - impian kita sebagai wujud tanggung jawab kita diciptakan untuk menjadi pemimpin dialam ini, Kita harus mampu seperti anak kecil tadi dengan kekuranganya yang takut akan gelap dia mampu menggunakan harapannya untuk menghindar dari kegelapan dan menerangi alam raya ini.

ilustrasi gambar dari https://dancingpaintbrushstudio.com/heart-collage-workshops/


Awie M Noer
catatanawi.blogspot.com

  • view 40