SELAMATKAN HARTA KARUN MARITIM KITA ( Refleksi Hari Nusantara 2017 )

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Renungan
dipublikasikan 13 Desember 2017
SELAMATKAN HARTA KARUN MARITIM KITA ( Refleksi Hari Nusantara 2017 )

" BUKAN LAUTAN TAPI KOLAM SUSU, KAIL DAN JALA MAMPU MENGHIDUPIMU "

Sebuah lagu yang dari kecil sudah sering kita dengar, bukan hanya sekedar hiburan tapi lagu itu adalah penanda bahwa memang benar negeri kita adalah negeri yang kaya, kita punya perairan yang sangat luas, lebih dari 70% negeri ini adalah perairan, dan di dalamnya terdapat berjuta-juta spesies ikan dan berjuta-juta keanekaragaman hayati selain itu bertumpuk-tumpuk pundi-pundi kekayaan lainnya seperti minyak bumi, benda-benda kuno tenggelam, terumbu karang yang indah, tambang, dan lain sebagainya maka tak heran jika negeri ini sering dijuluki Negeri Jamrud katulistiwa. Tapi ternyata fakta itu membius kita dengan terbawa rasa kebanggaan semu akan semua itu sehingga sadar dan tidak harta kita telah dikeruk oleh pihak-pihak asing setiap saat setiap waktu di saat kita terlelap tidur di seberang sana para kapal-kapal asing dengan enaknya mengeruk kekayaan kita, Pasir laut kita berpindah tempat ke negara lain, ikan-ikan kita masuk ke palka-palka kapal asing tanpa izin, terumbu kita hancur oleh orang-orang tak bertanggung jawab, masih banyak permasalahan - permasalahan di sektor maritim yang perlu di benahi diantaranya :

  1. Bangsa Indonesia sampai saat ini belum memiliki kebijakan nasional tentang pembangunan Negara Kepulauan yang terpadu. Kebijakan yang ada selama ini hanya bersifat sektoral, padahal pembangunan di Negara Kepulauan memiliki keterkaitan antarsektor yang tinggi;
  2. Lemahnya pemahaman dan kesadaran tentang arti dan makna Indonesia sebagai Negara Kepulauan dari segi geografi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya;
  3. Sampai saat ini negara belum menetapkan batas-batas wilayah perairan dalam. Padahal, wilayah perairan dalam mutlak menjadi kedaulatan bangsa Indonesia. Artinya tidak boleh ada satupun kapal asing boleh masuk ke perairan dalam Indonesia tanpa izin; dan
  4. Lemahnya pertahanan dan ketahanan negara dari sisi matra laut yang mencakup, belum optimalnya peran pertahanan dan ketahanan laut dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, ancaman kekuatan asing yang ingin memanfaatkan perairan ZEEI, belum lengkapnya perangkat hukum dalam implementasi pertahanan dan ketahanan laut;  masih terbatasnya fasilitas untuk melakukan pengamanan laut, makin meningkatnya kegiatan terorisme, perompakan, dan pencurian ikan di wilayah perairan laut Indonesia, serta masih lemahnya penegakan hukum kepada pelanggar hukum.

Kita sudah sering mendengar tentang IUU (Ilegal, Unreported and Unregulated) Fishing, yaitu upaya eksploitasi ikan negeri ini baik oleh Asing maupun masyarakat sendiri, tanpa izin, tanpa melaporkan dan tanpa perizinan yang sesuai, jika kita up date berita kita akan memahami begitu gencarnya praktek IUU Fishing di negeri ini. Saat ini di saat kita di ambang keputusasaan pemerintah memberikan angin segar dengan menanamkan Visi dan Misi Membangun maritim serta upaya tegas pemberantasan IUU Fishing terlebih oleh negara Asing. Banyak sudah langkah di sekian tahun kinerja pemerintah sekarang yang dilakukan dalam rangka memberantas IUU Fishing yang sangat meresahkan terlebih oleh negara asing seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam dll..

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah mulai dari pembenahan regulasi perikanan dengan membuat UU kelautan, peraturan menteri tentang moratorium perizinan kapal penangkap ikan, pembatasan usia ikan dan wilayah penangkapan, pelarangan Transhipment (pemindahan muatan/bongkar-muat di tengah laut), perkuatan infrastruktur pengawasan dengan penambahan armada kapal, SDM dan teknologi seperti VMS (Vessel Monitoring System),  Optimalisasi implementasi MCS (Monitoring, Controlling dan survailance) penangkapan ikan, hingga penguatan lembaga peradilan perikanan, PPNS (Penyidik Pegawai negeri Sipil) Perikanan, Hakim Perikanan dan masih banyak lagi upaya yang dilakukan sebagai bukti pemerintah proaktif dalam upaya optimalkan pengawasan dan pemberantasan praktik IUU Fishing.

Upaya tersebut di atas sangatlah perlu kita apresiasi sehingga kita bisa aktif berkontribusi memberikan semangat dan dorongan pada pemerintah. Tapi di sisi lain kita juga harus saling mengingatkan bahwa permasalahan ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah saja tapi kita sebagai warga juga harus aktif membantu upaya pemberantasan tersebut dengan turut mengampanyekan program - program pemerintah tersebut, melaporkan jika ada hal-hal berkaitan dengan IUU Fishing dan sebagainya.

Di sini penulis akan sedikit mengingatkan selain upaya optimalisasi perikanan tangkap dan pemacuan stok yang lestari SDI kita, kita terlebih pemerintah juga harus memperhatikan sektor-sektor kelautan dan perikanan lain yang juga tak kalah pentingnya seperti:

  1. Memperjelas batas wilayah perairan dan kedaulatan negara sehingga praktik klaim pulau dan penyerobotan pulau-pulau  terluar oleh negara lain bisa terhindari.
  2. Penguatan hukum di bidang pengelolaan dan pengaman sumber daya kelautan dan perikanan sehingga menekan praktek IUU Fishing, mafia perikanan seperti keterlibatan oknum-oknum pejabat.
  3. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan lainnya seperti tambang, sektor pariwisata bahari, benda-benda berharga yang tenggelam (BMKT), energi arus laut, dan lain sebagainya sehingga akan muncul sumber pendapatan baru bagi sektor kelautan dan perikanan.
  4. Reformasi total di bidang kelautan dan perikanan dimulai dari SDM perikanan, sistem birokrasi dan mindset masyarakat untuk gemar dan cinta pada kelautan dan perikanan.
  5. Perkuatan infrastruktur dan SDM pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,
  6. Bekerja sama dengan pemerintah negara - negara tetangga yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Indonesia dalam rangka penegakan hukum di laut kedua negara,  kerja sama di bidang ekonomi kelautan dan perikanan, saling tukar informasi tentang mafia - mafia perikanan yang menjadi pelaku kejahatan maritim trans nasional sekaligus menjadi musuh bersama,
  7. Penguatan daerah - daerah perbatasan yang menjadi pintu gerbang masuk ke wilayah Indonesia tidak hanya penguatan pertahanan tapi juga penguatan ekonomi dengan menumbuhkan  ekonomi masyarakat sekitar, pemberdayaan masyarakat, membangun sentra kelautan dan perikanan serta memperkuat armada penangkapan ikan dengan melibatkan nelayan - nelayan lokal dan mengirim nelayan - nelayan dari daerah lain di Indonesia jika kekurangan nelayan.
  8. Mendorong para pengusaha di bidang kelautan dan perikanan untuk berinvestasi di daerah - daerah perbatasan guna mendongkrak  ekonomi daerah tersebut.
  9. Jika harus terpaksa membuka investasi dari asing di sektor kelautan dan perikanan, baik jasa maupun sektor induistri riel, pemerintah harus mampu membuat kebijakan - kebijakan yang menguntungkan bangsa dan khususnya masyarakat perbatasan.

Kadang kita hanya berpikir untuk memberantas praktek-praktek yang lebih besar tapi kadang mengabaikan permasalahan-permasalahan kecil yang padahal jika dibiarkan akan menumpuk dan berakibat kerugian yang jauh lebih besar.

Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi inspirasi untuk menyelamatkan harta laut negeri yang kita cintai ini. Kita harus kaya di negeri kita sendiri. Jangan menjadi tikus yang mati kelaparan dalam lumbung padi. Kita harus memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan negeri sendiri.Ingat penyelewengan/korupsi kecil yang terus-menerus dan dilakukan banyak orang lebih merugikan.

Sebagai reflekasi hari Nusantara Tanggal 13 Desember , mari kita bersama - sama membangun peradaban bangsa maritim yang kokoh, dengan sadar dan peduli akan kemajuan maritim khususnya kelautan dan perikanan negeri ini, memberantas mafia - mafia perikan dan para koruptor di bidang kelautan dan perikanan dan terus menumbuhkan iklim usaha kelautan dan perikanan yang positif guna menguatkan sektor ekonomi kelautan dan perikanan, kita adalah bangsa yang kaya akan hasil kelautan dan perikanan, jadi kita harus mampu menjadi tuan di negeri sendiri,

Ilustrasi gambar dari
https://www.qureta.com/post/indonesia-negara-maritim-dan-segala-permasalahannya

pernah di tulis oleh penulis di
https://www.kompasiana.com/nawawimnoer/selamatkan-hari-laut-negara-kita_54f361d2745513942b6c73a2


13 Desember 2017

Moh Nur Nawawi
Penggiat sektor kelautan dan perikanan

–– ADVERTISEMENT ––

 




  • view 94