BPJS Kesehatan Bermuka Malaikat " Antara penebar bahagia atau Pencabut Nyawa "

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Kesehatan
dipublikasikan 11 Desember 2017
BPJS Kesehatan Bermuka Malaikat

Hadirnya badan penyelenggara jaminan sosial ( BPJS ) khususnya BPJS kesehatan adalah sebuah ikhtiar pemerintah memberikan solusi bagi pemenuhan kesehatan bagi masyarakat, sejak BPJS Kesehatan hadir 2014 lalu, akses untuk memperoleh jaminan kesehatan pun terbuka lebar. Setiap penduduk Indonesia dijamin Undang-Undang untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, lebih adil dan merata melalui program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Meski demikian, menjadi pengelola jaminan kesehatan terbesar di dunia melalui pendekatan single payer institution bukan berarti tak memiliki tantangan tersendiri.

Sebuah terobosan yang luar biasa yang dilakukan pemerintah dengan mewujudkan BPJS bahkan BPJS menjadi pengelola jaminan kesehatan terbesar didunia, sungguh fantastis, prestasi yang luar biasa membanggakan, bisa dikatan kinerja yang baik sehingga mungkin negara lain akan berbondong - bondong untuk study banding akan kesuksesan tersebut. sebagai warga negara yang juga terdaftar sebagai anggota BPJS tentunya saya sangat bangga dan berterima kasih kepada pemerintah dengan adanya terobiosan yang luar biasa ini salah satu problem masyarakat setelah ekonomi yaitu kesehatan bisa sedikit teratasi.

Seiring berjalannya waktu dengan semakin pesatnya perkembangan BPJS di negeri ini, dengan semakin bertambahnya keanggotaan baik mandiri, jaminan kesehatan untuk kurang mampu maupun oleh lembaga atau badan usaha adalah sebuah prestasi tersendiri walau kita tidak tahu sesungguhnya apakah memang karena sadar akan pentingnya assuransi kesehatan atau karena diwajibkan oleh pemerintah, tapi sejauh ini pandangan - pandangan positif terus muncul untuk menguatkan BPJS menjadi sebuah lembaga seperti malaikat bagi beragam problem kesehatan di negeri jamrud katulistiwa ini.

Setiap program dan kebijakan tentunya tidak luput dari pro dan kontra di tataran lapisan masyarakat, akhir - akhir ini banyak berita menghiasi layar kaca dan media kita akan buruknya kinerja management BPJS dari rumor besarnya gaji pengelola BPJS yang fantastis, bahkan isunya gaji direktur BPJS melebihi besarnya gaji presiden Indonesia, hingga pemberitaan bahwa BPJS merugi trilyunan rupiah, belum lagi beragam masalah yang datang silih berganti, banyak pasien yang tidak di tangani dengan baik, banyak pasien yang ditelantarkan, bahkan tak sedikit pasien yang harus meninggal terlebih dahulu karena kesalah pahaman baik oleh pihak rumah sakit maupun pengelola BPJS, hingga akhirnya masyarakat jadi memiliki kesan bahwa pemegang kartu BPJS akan di anak tirikan dalam pelayanan di rumah sakit khususnya rumah sakit swasta.

sebuah berita yang memilukan, Almarhumah Rohaini karena kartu BPJS dinyatakan tidak aktif oleh Rumah sakir di Bintan, dan setelah ditelusuri pihak BPJS bintan menyatakan kartu tersebut aktif, almarhumah adalah salah satu masyarakat yang mendapatkan bantuan kesehatan dari pemerintah, bukankah seharusnya kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, serta urusan kartu dan administrasi adalah urusan yang bisa diselesaikan sambil berjalan, penaanganan pasien harus diperioritaskan, kasus tersebut adalah sedikit dari contoh - contoh kasus yang dialami oleh masyarakat dan semua berhubungan dengan pelayanan pengelola BPJS baik tingkat penyedia layanan kesehatan maupun pengelola BPJS itu sendiri sebagai lembaga.

Banyaknya kasus demi kasus yang mengorbankan masyarakat terlebih masyarakat miskin tidak serta merta bisa dijadikan alat untuk menghakimi bagi buruknya kinerja BPJS hingga berasumsi bahwa BPJS tidaak bermanfaat dan sebagainya, itu semua adalah sangat tidak tepat karena kita harus jujur banyak yang terbantu dengan adanya BPJS ini, tapi disudut lain ketimpamngan - ketimpangan yang sering muncul dan terjadi seperti kasus korupsi, BPJS merugi trilyunan rupiah, gaji yang fantasitis hingga adanya assuransi tambahan bagi karyawan BPJS sudah seharusnya menjadi evaluasi bagi kinerja BPJS selama ini, jangan samapi Uang rakyat yang terkumpul hanya menjadi produk yang dimanfaatkan oleh sgelintir orang dengan beragam kekuasaan yang dimiliki, apalagi sangat miris kalau BPJS hanya dijadikan sebuah sarana mendongkrak popularitas kinerja lembaga terkait maupun pemerintah sendiri.

Evaluasi dengan melibatkan berbagai institusi yang terkait harus sering dilakukan, pembenahan administrasi dan birokrasi harus terus di tata hingga tujuan utama adalah mempermudah bagi fasilitasi kesehatan bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin. membersihkan BPJS dari para tikus - tikus pemakan uang rakyat, transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan dalam pembangunan lembaga penyelenggara jaminan kesehatan yang lebih baik.

mari kita renungkan BPJS adalah perwujudan malaikat bagi masyarakat indonesia tinggal kita pastikan sisi malaikat mana yang akan nampak, sang pembawa kebahagiaan dan rizqi atau justeru malaikat pencabut nyawa.

mari berkontribusi untuk Indonesia lebih baik

Desember 2017

Awie M Noer


  • view 137