Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 10 Desember 2017   19:54 WIB
HINDARI FITNAH ZAMAN NOW : Bijak Bermedia Sosial

Di era yang serba modern dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, terlebih teknologi informasi yang sudah membooming seperti era saat ini dengan di tandai munculnya sarana komunikasi massal yaitu media sosial hingga di produksinya ribuan merk gadged yang tujuan utamanya tentunya adalah mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi di era milenial ini. dari sudut pandang kebermanfaatan munculnya sosial media memiliki beragam manfaat antara lain sebagai sarana komunkasi, sebagai fasilitas mengingat seperti fungsi buku catatan harian (diary), sarana silaturahim dengan sahabat baru hingga mencari kolega lama yang mungkin terpisah oleh jarak dan waktu, saran refreshing, hiburan hingga penyalur hobby, bahkan sosial media juga berfungsi sebagi media belajar serta media mengembangkan bisnis dan mencari penghasilan. mengacu pada manfaat tersebut keberadaan sosial media saat ini sulit terpisahkan dari kehidupan sehari - hari.

Oleh karena itu hampir semua lapisan masyarakat memanfaatkan sosial media dalam segala aktifitasnya baik yang hanya untuk hiburan hingga dalam kategori serius dan ketergantungan dengan soisal media karena berhubungan dengan dunia kerjanya. bahkan menurut pelangiblog.commedia sosial Seperti  Facebook, Twitter, Google +, Instagram, Pinterest, BBM, Line, dan lain-lain banyak digandrungi oleh masyarakat dengan alasan sederhana interaksi online dengan teknologi mobile praktis yang bisa di bawa ke mana-mana, sehingga semua orang bisa melakukannya kapan pun dan di mana pun mereka berada, media sosial mampu menjadi sarana komunikasi, interaksi serta informasi bagi segala kalangan masyarakat. Sebagian efek dari manfaat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan smartphone. Pasalnya persentase orang yang mengakses sosial media melalui smartphone terus meningkat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Pew Center Study pada tahun 2014 mengatakan 40% pengguna smartphone mengakses sosial media dari perangkat mereka dan 28% diantaranya melakukan kegiatan ini setiap hari.

Ibarat dua mata pisau media sosial selain memiliki beragam manfaat juga dapat menimbulkan efek negatif di masyarakat, dari beberapa survey dan penelitian media sosial memiliki efek negatif antara lain media sosial juga memberikan ruang bagi kejahatan misalnya dengan akses media sosial akan rentan terjadi kesalah pahaman, kejahatan dunia maya (cyber crime), penipuan dan pencurian identitas, buang buang waktu, dan menimbulkan fitnah yang mewabah. tidak sedikit dari kita yang masih belum bijak memanfaatkan media sosial, masih banyak diantara kita yang menggunakan media sosial hanya untuk mengeluh dan curhat, bahkan tak sedikit dari kita yang menggunakan media sosial untukajang pamer, hingga sarana memaki orang, saling ejek hingga perang media sosial pun sering terjadi karena hal sepele itu adalah bukti bahwa ketidak dewasaan kita menerima kemajuan teknologi informasi, maka tak salah bila ada riset membuktikan bahwa memanfaatkan teknologi informasi dengan pola fikir yang salah hanya akan mengakibatkan waktu kita terbuang percuma, boro - boro memberi manfaat kepada orang lain justru hanya kan menjadi faktor penimbul masalah baru. 

Di era yang seba canggih ini ada faktor yang sangat mengkhawatirkan dengan munculnya media sosial di masyarakat yaitu media sosial dijadikan ajang komunikasi serta propaganda oleh para pelaku tindak kejahatan teror (teroris) banyak media sosial yang memberikan layanan privat dengan enkripsi end to end misalnya yang menjadikan pesan dan percakapan tidak bisa diakses oleh pihak ketiga  hal ini sangat diminati oleh para pelaku teror untuk dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi merencanakan dan menjalankan aksinya. disis lain dengan media sosial para teroris juga menyebarkan berita propaganda untuk menunjukkan eksistensi kepada masyarakat umum. Isaac R. Porche III dan Colin P. Clarke mengutip sebuah laporan Brookings Institution yang menyatakan bahwa puluhan ribu pendukung ISIS menggunakan Twitter. Jika ini adalah indikasi dari popularitas ISIS, maka ada alasan yang kuat untuk memperhatikannya dengan serius. Mereka menyebutkan, ketika melihat jumlah pendukung ISIS di twitter dan negara tinggalnya, Amerika Serikat menempati peringkat di belakang Arab Saudi, Suriah dan Irak dalam jumlah pendukung ISIS di Twitter.

Maraknya propaganda oleh pelaku teror di media sosial sangat memprihatinkan dan meresahkan, tak sedikit masyarakat yang terjebak didalamnya hal kecil yang sering kita lakukan seperti menyebar, menshare berita berita radikalisme adalah salah satu bentuk tipu daya propaganda teroris, karena tujuan utama teroris adalah menyebarkan ketakutan dimasyarakat, secara tidak langsung saat kita melakukan share berita disitulah ancaman teror tersebar ke masyarakat. banyak kalangan menyebutkan bencana teror media sosial sebagai fitnah akhir zaman tidak bisa kita pungkiri tentang fenomena teror media sosial saat ini adalah bagian dari fitnah yang sangat menjerumuskan masyarakat, bahkan dengan media sosial kita bisa melakukan rangkaian fitnah keji antar teman, saudara dan tetangga. hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku teror untuk memuluskan aksinya. Dalam islam telah disebutkan sebuah peringatan bagi ummat manusia bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, hal itu menyiratkan betapa dahsatnya efek dari fitnah itu kepada masyarakat, jika sebelum era media sosial fitnah disebarkan lewat mulut ke mulut tapi di era sekarang fitnah bisa dengan mudah tersebar lewat media sosial, dan berdampak sangat parah bagi masyarakat.

Akhir akhir ini pemerintah mulai konsen akan pengaruh negatif media sosial jika boleh saya asumsikan sebagai sarana penyebar fitnah kekinian, dengan ditutupnya telegram salah satu media sosial yang konon banyak dimanfaatkan olen teroris untuk menjalankan aksinya adalah salah satu upaya tegas pemerintah menangkal fitnah kekinian tersebut, hal itu tentunya harus dibarengi dengan upaya pencegahan bagi media sosial lainnya, kontrol ketat pihak berwenang harus terus ditingkatkan, selain itu dengan adanya UU ITE, dan larangan ujaran kebencian sudah saatnya mampu menjadi counter bagi masalah ini. Pemerintah telah mengambil langkah tegas tentunya harus kita dukung selam dalam koridor untuk kepentingan negara, disis lain sebagai masyarakat kita juga harus turut andil mewaspadai serta menangkal fitnah kekinian lewat media sosial tersebut, minimal dengan belajar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Di tulis juga pada :
https://www.kompasiana.com/nawawimnoer/mewaspadai-fitnah-kekinian-media-sosial_596c0059d45a2e7d436fe6e2

Karya : Moh Nur Nawawi