SARUNG PRENEUR

SARUNG PRENEUR

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Ekonomi
dipublikasikan 10 Desember 2017
SARUNG PRENEUR

Di era Globalisasi seperti sekarang ini salah satu masalah mendasar yang hingga kini menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah masalah pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi akan memberikan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi suatu bangsa. Namun demikian, Indonesia tengah menghadapi problem yang sangat kompleks dalam masalah pembangunan ekonomi, yang berimplikasi pada munculnya kesenjangan ekonomi di berbagai sektor. Hal ini disebabkan karena pembangunan tidak mampu menyerap potensi ekonomi masyarakat, termasuk angkatan kerja sebagai kontributor bagi percepatan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi tersebut.

Problem yang dimiliki bangsa Indonesia itu antara lain adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak dibarengi dengan kesempatan tenaga kerja yang merata, sementara angka produktif penduduk Indonesia tidak berbanding lurus dengan besarnya jumlah peluang usaha dan investasi di Indonesia. Ditambah lagi banyaknya peluang dan kesempatan investasi tersebut tidak banyak didukung oleh kemampuan sumber daya manusia yang kualified. Akibatnya timbul kesenjangan antara kebutuhan lapangan pekerjaan dengan kesempatan yang diberikan oleh pelaku usaha kepada angkatan kerja, yang pada akhirnya menyebabkan timbul dan banyaknya pengangguran.

Banyaknya generasi muda baik para penyandang gelar Sarjana hingga tak tertinggal para santri alumni Pondon Pesantren yang menjadi pengangguran, semua ini menjadi salah satu faktor lesunya pertumbuhan ekonomi Nasional. Para generasi muda yang seharusnya menjadi Agen Of Changeterhadap masa depan bangsa kedepan justru menjadi beban Negara. Banyak para generasi muda yang masih berfikir ketika lulus kuliah maupun sekolah bercita -- cita ingin menjadi karyawan, berusaha berjuang untuk bisa bekerja di perusahaan yang bonafit,berlomba - lomba memperkeren Curiculum vitae agar dapat bekerja diperusahaan yang diinginkan. Sangat sedikit para generasi muda yang mempunyai pemikiran untuk membuka usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pribadinya hingga upaya berperanserta meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Santri yang selama ini kita kenal sebagai para pelajar atau pencari ilmu khususnya ilmu agama di pesanten - pesantren adalah bagian dari generasi muda yang memikul tanggung jawab masa depan bangsa ini, mau tidak mau suka tidak suka ada pada pundak mereka jualah beban upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa yang hingga saat ini menjadi tantangan terbesar bangsa ini terlebih dengan bergulirnya era globalisasi, era pasar bebas dan era keterbukaan informasi seperti yang sedang menjangkiti segala lini kehidupan. 

Banyak anggapan di masyarakat selama ini bahwa santri hanya fokus memperdalam ilmu agama sehingga jarang yang memiliki kontribusi dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga banyak rumor yang tidak sehat melabeli santri hanya paham tentang mengaji dan berceramah, lulus dari pesantren hanya jadi guru ngaji, dan mubaligh. Stigma tersebut sudah saatnya di eliminir dengan ikhtiar nyata khususnya ikhtiar dalam upaya peran serta peningkatan ekonomi masyarakat dengan berwira usaha.

Pengembangan semangat wirausaha ala santri penulis rasa sangat penting untuk ditanamkan kepada para santri di setiap pondok pesantren baik yang menyelenggarakan sistim pesantren salafiyah maupun modern. Secara umum di masyarakat masih mengalami ketakutan dalam memulai untuk berwira usaha, banyak faktor yang memicu ketakutan tersebut seperti Modal, sektor usaha apa yang hendak dijalankan, persaingan, minim pengalaman dan masih banyak lagi. 

Ketakutan tersebut juga dialami oleh para generasi muda dalam berwira usaha khususnya para santri, tapi di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini banyak pelajaran yang bisa para santri ambil dari para pengusaha muda yang sedang naik daun seperti Nadim makarim dengan Gojek, Ferry unardi dengan Traveloka, Andrew darwis sang pendiri Kaskus dan masih banyak lagi, mereka adalah para generasi muda yang memilih keluar dari comfort zone dengan memulai bisnis untuk menggapai cita citanya.

Sarung preneur adalah sebuah ide untuk menjawab tantangan globalisasi, ide sarung preneur yang diartikan secara harfiah sebagai sebuah wirausaha ala santri karena  sarung sangat identik dengan santri khususnya santri - santri yang bermukim di Pesantren salafiyah. Sarung preneur adalah semangat untuk mendorong para santri keluar dari zona nyaman, memupuk keberanian para santri untuk berwira usaha, dengan semangat yang terus digelorakan diharapkan konsep sarung preneur mampu membawa para santri menjadi para wirausahawan yang sukses dan sanggup berkontribusi pada masyarakat untuk berperan serta menjawab tantangan globalisasi.

Konsep Sarung preneur bisa diaplikasikan dalam berbagai jenis usaha ala santri, dimana semua aspek usaha tersebut mengedepankan ciri khas dan kehidupan para santri itu sendiri, sarung preneur adalah konsep wirausaha ala santri yang lahir dari rahim kehidupan para santri, sarung preneur bisa menjadi ciri khas kesantrian sebuah konsep wirausaha karena memang diambil dari kehidupan, lingkungan serta kehidupan serta kebutuhan para santri itu sendiri. 

Dalam hal ini penulis memberikan gambaran tentang berbagai tantangan serta problematika santri dan masyarakat selama ini antara lain, kebutuhan akan sarana penunjang pendidikan bagi santri, sarana informasi yang seimbang bagi santri dan masyarakat, kebutuhan bahan pokok bagi santri dan masyarakat serta kebutuhan lain yang menjadi tantangan untuk dipenuhi, atas dasar itu konsep Sarung preneur bisa menjadi solusi atau ikhtiar para santri untuk memenuhi kebutuhan - kebutuhan tersebut.

Konsep Sarung preneur dapat di aplikasikan pada berbagai sektor usaha antara lain sebagai berikut :

1. Sarungsantri.com
Sarungsantri.com adalah usaha sebuah situs yang bisa dikelola para santri sebagai sarana informasi media kekinian, bisa diisi dengan berbagai konten informasi tentang dunia pesantren, media social ala santri, sarana dakwah toko online ala santri yang menjual berbagai keperluan santri seperti, kitab kuning, baju - baju muslim dan lain sebagainya. Selain sebagai sarana berwirausaha konsep sarung preneur berbasis internet ini juga bisa dijadikan counter bagi maraknya efek negatif internet dan media social dimasyarakat khususnya bagi dunia pesantren.

2. Aplikasi Sarung
Aplikasi sarung adalah konten yang dirancang khusus yang bisa ditempatkan di Andoid, Ios, dan windows, dimana konten ini bisa berisi informasi seputar santri hingga bisnis online ala santri. Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan para santri memiliki konten sendiri baik untuk sarana belajar, informasi maupun berbisnis berbasis media social dan internet.

Sarung Mart
Sarung Mart adalah konsep wirausaha berbasis display toko baik dalam bentuk minimarket maupun toko sederhana, bisa dikonsep toko online maupun offline. Sarung mart menawarkan solusi bagi santri untuk berkreatifitas dalam usaha jual beli baik offline maupun online, dimulai dari pemenuhan kebutuhan mendasar santri dan dunia pesantren hingga kebutuhan masyarakat pada umumnya.
Sarung Farm
Sarung Farm adalah konsep wirausaha ala santri berbasis akuakultur (perikanan) dan agrikultur (pertanian), dimana konsep ini menawarkan para santri untuk mampu berwira usaha di bidang tersebut secara kreatif dan inovatif misalnya dengan budidaya pertanian system hidroponik, budidaya ikan system akuaponik dan lain sebagainya.
Sarung solution
Konsep sarung solution adalah inovasi para santri dalam berwirausaha khusunya dibidang jasa, dimulai dari bisnis bidang jasa yang berhubungan erat dengan dunia santri misalnya penterjemah bahasa Arab, Bahasa Inggris, Jasa kursus, dan bidang jasa lainnya.
Semua konsep diatas bisa dijalankan beriringan karena konsep - konsep sarung preneur diatas memiliki keterkaitan baik dari segi kreatifitas maupun inovasi yang disesuaikan dengan era kekinian dan tantangan globalisasi saat ini.
Untuk terwujudnya pemberdayaan kewirausahaan santri di pondok pesantren dibutuhkan strategi dan peran serta lembaga pesanten yang menumbuhkan kemandirian santri dengan cara memenuhi aspek-aspek sikap kemandirian sebagai berikut:
  1. Aspek kognitif (mampu mengenal, dan memahami diri sendiri dan lingkungannya); untuk pengembangan aspek ini biasanya dilakukan proses pembelajaran melalui pengembangan wawasan, dalam hal pengembangan kemandirian berarti seseorang diberi materi-materi ajar tentang perilaku kemandirian. Untuk pembinaan aspek ini pada program santri mukim diajarkan materi tentang kewirausahaan).
  2. Aspek afektif (keberanian, mampu mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri, bertanggung jawab, pecaya diri, optimis, sabar tawakkal, dan ikhlas ); untuk membina aspek ini biasanya diberikan pembelajaran yang menekankan aspek perasaan (emosional), dengan muhasabah, berdoa, ibadah ritual, khidmat.
  3. Aspek konatif (mampu menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, mampu mengendalikan/mengarahkan diri sendiri sesuai dengan keputusan itu, tekad kuat untuk tidak menjadi beban,); untuk itu biasanya diberikan pembelajaran yang menumbuhkan motivasi berprestasi, yakni dengan dobrak diri dan bangun diri agar ia mampu dan mau merubah karakter (akhlak).
  4. Aspek psikomotorik (mampu mewujudkan diri sendiri (aktualisasi diri) secara optimal sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki ahli ikhtiar); untuk itu pembelajaran yang diberikan biasanya dalam bentuk life skill, simulasi, magang kerja.
Wirausaha adalah sebuah ikhtiar bagi santri sebagai upaya peningkatan ekonomi bangsa berbasis pesantren, selain itu sebagai upaya menghadapi era globalisasi yang kian massif yang membutuhkan kreatifitas dan inovasi agar tidak tergerus dampak negative dari kemajuan global dan mampu bersaing secara global. Sarung preneur adalah konsep ikhtiar bagi santri untuk terjun di dunia usaha yang mampu menumbuhkan kemandirian bagi santri dan dunia pesantren baik khususnya secara ekonomi.

Sumber pustaka:

Afzalurrahman, Muhammad Sebagai Pedagang, Jakarta: Yayasan Swarna Bhumy, 1997.

Alma, Buchari Panduan Kuliah Kewirausahaan.Bandung: CV Alvabeta, 2000.

Azizy, A. Qodri, Melawan Globalisasi: Reinterpretasi Ajaran Islam (Persiapan SDM dan Terciptanya Masyarakat Madani, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Drucker, Peter F, Inovasi dan Kewiraswastaan: Praktek & Dasar-dasar,Jakarta: Erlangga, 1985.

Frinces, Heflin, Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis, Yogyakarta: Darussalam, 2004.

Kasmir, Kewirausahaan, Jakarta: Raja Grafindo Utama, 2006

Lupiyoadi, Rambat, Kewirausahaan: From   Mindset to Strategy,Jakarta: LPUI, 2005.

  • view 96