~*~ Adakalanya ~*~

Mohammad Taufiqurrahman
Karya Mohammad Taufiqurrahman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Februari 2016
 ~*~ Adakalanya ~*~


Adakala lapar adakalanya kenyang, adakala kepanasan adakalanya kedinginan, adakala penuh dengan keramaian adakalanya juga sendiri kesepian..

Kehidupan sepertinya memang seperti itu, namun adakalanya juga terkadang kita itu merasakan sesuatu yang kontradiktif dari kenyataan yang ada. Pernah ga teman merasakan, misal nih di tengah keramaian namun merasakan kesepian atau bahkan justru sebaliknya di tengah kesepian sudah merasakan cukup dengan kesepiannya itu merasakan keramaian.

Memang sih menurutku ada sesuatu yang biasanya secara kasat mata dari sudut pandang orang melihat secara umum berbeda dengan yang apa kita rasakan. Misal adakalanya tangis dalam tawa ataupun sebaliknya tawa dalam tangis. Layaknya sepi dalam keramaian maupun sebaliknya ramai dalam kesepian. Kenapa kok seperti itu ya? kalau hikmatku sih sepertinya ada faktor "x" yang menyebabkan demikian. Misal dalam tawa kita ada tangis karena kita terlalu terharu atas sesuatu yang membuat kita takjub ataupun sangat gembira sehingga tawapun ga mampu tuk menerimanya dan akhirnya tangis kebahagiaanpun menjadi solusinya. Demikian pula bisa jadi ketika kita menangis karena sesuatu maka kitapun akan mencoba tuk tetap tersenyum sebagai penghiburnya.

Adakalanya juga ditengah keramaian namun masih merasa sepi hal ini terjadi misal karena tidak ada orang tua, sanak saudara yang menemaninya berkumpul. Biasanya nih momen-momen seperti ini ada disaat seseorang lagi diperantauan pas lebaran tapi ga bisa pulang, hayo siapa yang pernah kaya gitu. Atau mungkin disaat berkumpul dengan teman-teman namun ada satu sahabat karib kita yang ga datang nah disitu biasa terasa bangeets sepi dalam keramaian. Nah kalau sebaliknya apa? kalau yang ini sih biasanya orang yang udah merasa nyaman dengan kesepiannya biasanya orang seperti ini asik dengan dunianya sendiri misal dia yang udah nyaman maen game sampe berjam-jam meski sendirian, hayoo ada yang kaya gitu ga? atau dia yang hobi utak-atik gadget, baca buku atau sesuatu lain yang menurutnya menarik. Mungkin juga teman-teman inspirator yang cukup ditemani seperangkat alat laptop beserta teh dan pisang gorengnya.

Adakalanya juga sih aku sendiri betapa senangnya jika punya teman yang ibarat musim itu layaknya hujan dimusim kemarau yang "kedatangannya selalu ditunggu", atau jika ibarat rokok itu seperti "sampoerna ijo" ga ada loe ga rame, ataupun juga ibarat deodoran rexona yang "selalu setia setiap saat" asik ya sepertinya.

Namun lebih dari itu adakalanya juga kita hendaknya mampu mengalahkan ke-ego-an yang kita miliki "janganlah ego dengan waktumu, dirimu tidak sepenuhnya milikmu". Janganlah ego merasa diri kita selalu benar hingga menimbulkan ketidakharmonisan, adakalanya permintaan maaf kita kepada orang lain tuk mencairkan suasana meski menurut pandangan kita sejatinya kita ga salah, maka hikmatku itu pilihan yang cerdas dan bijak.

Adakala menimba air dan adakalanya mengalirkan air, adakala membaca adakalanya menulis dan adakalanya juga mencukupkan senyuman diakhir bacaan. Enjoy ^_^

"Janganlah engkau meremehkan sedikit pun dari perbuatan yang baik, sekalipun nampaknya tidak berarti dan kurang berharga, tetapi lakukanlah itu. Hendaklah engkau berbicara dengan saudaramu dan engkau senantiasa menunjukkan muka yang manis padanya, karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk perbuatan yang baik." (HR. Abu Daud)

  • view 102