~*~ Cermin Hati ~*~

Mohammad Taufiqurrahman
Karya Mohammad Taufiqurrahman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Januari 2016
~*~ Cermin Hati ~*~

Teringat akan pemaparan pada buku ringkasan Ihya' 'Ulumuddin Imam Ghazali pada pembahasan tentang hati, yang kurang lebih seperti apa yang akan kupapar kan di bawah ini sebagai renungan kita bersama.
?
"Hati dapat diibaratkan cermin. Selama cermin itu bersih dari karat dan kotoran, maka dari cermin tersebut dapat dilihat segala sesuatu. Jika karat telah menutupinya, sedang ia tidak memiliki alat pembersih untuk menghilangkan karat dan mengkilapkannya maka cermin itu akan dipenuhi kotoran dan karat hingga akhirnya rusak.

Diisyaratakan Nabi Muhammad saw," Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana berkaratnya besi," Ada yang bertanya," Bagaimana menghilangkannya?" Beliau menjadawab," Mengingat mati dan membaca Al Quran. [HR. al Hindi, kanz al-ummal (3924); Ibnu Adiy, al-kamil (1/2558)]

Rasululloh saw bersabda, hati ada empat jenis: Pertama hati bersih yang memancarkan sinar terang-benderang seperti lampu, itulah hati orang Mukmin. Kedua, hati yang hitam dan terbalik, itulah hati orang kafir. Ketiga, hati yang tertutupi dan terikat pada tutupnya, itulah hati orang munafik. Keempat, hati yang berlapis karena di dalamnya terdapat iman dan sifat munafik. Perumpamaan rasa iman dalam hati itu laksana sayuran yang disiram dengan air bersih. Sedangkan perumpamaan sifat munafik dalam hati itu laksana luka bernanah yang dipenuhi ulat. Maka, mana di antara dua sifat itu yang menutupi hati, dialah yang menguasai segala gerak-geriknya. [HR Ahmad, al-Musnad (3/17)]

Alloh swt berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Terjemahan Al A'raaf;201)

Dari ayat ini Alloh swt memberitahukan bahwa penglihatan hati dan kejernihannya dapat terwujud dengan berdzikir dalam artian mengingat Alloh swt, sedangkan berdzikir itu sendiri hanya dapat dilakukan oleh orang yang bertaqwa. Dengan demikian taqwa menjadi pintu tuk dapat berdzikir mengingat Alloh."

Jadi alangkah baiknya jika kita mampu dan mau tuk lebih membawa diri kita semakin dekat dengan Alloh. Hal itu bisa kita lakukan dengan cara senantiasa melakukan ibadah yang wajib karena ini tidak bisa ditawar lagi seperti halnya sholat lima waktu. Kita juga bisa menambah ibadah-ibadah sunah semisal sholat malam dan juga sholat dhuha, sedekah, puasa sunah dan yang lainnya.
?
Dan yang penting juga yakni mau mengkaji akan hal halal-haram dalam kehidupan karena disitulah standarisasi hidup ini. Karena Islam tidak hanya mengajarkan akan halnya ibadah mahdhoh seperti sholat, puasa, zakat, haji namun juga ibadah ghoiru mahdhoh seperti halnya berhubungan muamalah, akad-akad syariah dalam berbisnis, ekonomi Islam secara lebih luas, interaksi antara pria dan wanita bahkan juga dalam dunia politik.?
?
Jiwa inipun masih belajar dan sering meminta nasihat kepada orang lain agar senantiasa diingatkan, karena diri ini pun manusia yang bisa khilaf dalam melakukan dosa.

  • view 333