ISLAMKU BUKAN ISLAM WARISAN (LAGI)

Mochamad Habib N Amali
Karya Mochamad Habib N Amali Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Juni 2017
ISLAMKU BUKAN ISLAM WARISAN (LAGI)

"Laa ikraaha fii diin"
Tidak ada paksaan dalam beragama


Kita memang terlahir tidak bisa memilih. Termasuk dalam beragama yang juga awalnya tidak bisa memilih. Kenapa? karena kita memang masih belum mampu berpikir, belum punya kuasa untuk menentukan pilihan, dan Alhamdulillah Allah pilihkan kita lahir di keluarga muslim, otomatis kita jadi seorang muslim, itulah Islam warisan.

Seiring berjalannya waktu, akal yang diberikan Allah mulai dapat kita gunakan, kuasa mulai kita dapatkan, termasuk kuasa untuk memilih agama. Mungkin orang tua kita tidak memperkenankan kita memilih agama karena memandang, keluarga kita Islam, "kamu ya Islam aja nggak usah aneh-aneh". Mungkin ada yang seperti itu. Dan banyak fakta yang demikian.

Tapi taukah kamu, Allah sendiri tidak memaksakan seseorang untuk menjadi muslim atau memilih Islam sebagai agama kita. Namun Allah selalu menegur keras ketika kita mengikuti nenek moyang atau mengikuti kebanyakan orang. Artinya adalah, kalo kita beragama jangan hanya ngikut apa kata nenek moyang atau ngikut suara kebanyakan orang.

Di situlah perintahnya, dimana Allah perintahkan kita untuk berpikir dalam menggunakan kuasa untuk memilih agama. Allah berikan akal untuk berpikir. Berpikir mencari agama yang benar berdasarkan fakta yang terindera dan dalil yang benar. Dan Allah juga berikan kuasa untuk memilih mana agama yang benar dan mana agama yang salah.

Ketika kita telah mampu berpikir mana yang benar dan mana yang salah, maka gunakan kuasa itu untuk mengambil keputusan, bukan malah membenarkan kalo kita terjebak dalam warisan (agama).

Dan aku telah berpikir bahwa Islam benar, dan aku telah gunakan kuasaku untuk memilih tetap Islam sebagai agamaku. Karena itu yang benar. Dan kini Islamku bukan karena warisan lagi.

Mengapa Islam menurutku benar? Butuh penjelasan panjang untuk menjelaskan proses ku menemukan Islam itu benar.

Malang, Jum'at pertama di bulan penuh berkah, 7 Ramadhan 1438 H
#CatatanSeorangHabib

  • view 500