bukan tak mungkin

Mochamad Habib N Amali
Karya Mochamad Habib N Amali Kategori Renungan
dipublikasikan 26 Juni 2016
bukan tak mungkin

Bukan tak mungkin 

 

Masih teringat seorang ibu guru yang dipenjarakan orang tua murid? Apakah benar guru tersebut salah dalam mendidik? Yakin orang tua anaknya benar? Atas nama HAM si orang tua berlaku seenaknya, dikit-dikit HAM. 

 

Lihat gambar tersebut jadi miris. Siapa sebenarnya yang salah. Masih usia SD sudah merokok. Mau bilang apa? Karena merokok itu HAM? Terus buat apa dia disekolahkan kalau tidak mau patuh pada peraturan. Apa karena HAM?

 

SD merokok, SMP kenal miras, bukan tak mungkin SMA kenal narkoba bahkan memakainya. Siapa yang disalahkan? Guru? Apakah ada guru yang menjerumuskan muridnya? Kalau anak rusak siapa yang salah?

 

Generasi saat ini sedang rusak setidak-tidaknya. Semua karena kebebasan yang kebablasan. Miras dianggap biasa. Bahkan seorang tokoh di ibukota mengatakan miras tidak menyebabkan kematian, yang menyebabkan kematian adalah oplosan. Yakin demikian? 

 

Itu miras. Tapi bagaimana narkoba? Lebih ngeri. Miras tidak punya uang dia bisa minum air putih. Kalau sudah kecanduan narkoba, nggak punya uang, dia akan liar. Semuanya dijual. Nggak ada dyang dijual, diakan nekat maling, itu efek dari narkoba. Karena kalau dia kumat dan tidak terpenuhi, dia akan merasakan rasa sakit yang mendalam. Lantas jika sudah seperti itu, siapa yang salah? Bukan tidak mungkin, HAM juga salah.

  • view 78