Reformasi Gagal, Usung Revolusi Islam

Mochamad Habib N Amali
Karya Mochamad Habib N Amali Kategori Politik
dipublikasikan 20 Mei 2016
Reformasi Gagal, Usung Revolusi Islam

REFORMASI GAGAL, USUNG REVOLUSI ISLAM.

--------------------------------------------------------------

Ricky Fattamazaya, S.H., M.H

(PP GEMA PEMBEBASAN)

 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa. Saat dikaitkan dengan standar Bank Dunia dengan pendapatan 2 dolar AS atau sekitar Rp 500 ribu/kapita/bulan, bisa ditemukan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia sangat besar. Bank Dunia memperkirakan dengan standar tersebut, penduduk miskin mencapai lebih dari 100 juta jiwa atau hampir 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

 

Sejak angin reformasi berhembus pada 1998 lalu, ekspektasi rakyat terdorong bahwa ekonomi Indonesia akan lebih berdikari. Namun harapan itu pupus, jika melihat gerak roda ekonomi Indonesia yang saat ini semakin bergantung pada utang. Ketika lengser, pemerintahan Soeharto mewariskan utang Rp 1.300 triliun. Pada akhir 2014 lalu, utang itu meningkat menjadi US$ 292,6 milyar atau Rp 3.481.94 triliun (jika kurs Rp 11.900 per dolar AS), kemudian meningkat menjadi US$ 293,7 milyar atau Rp 3.759 triliun di maret 2015. Data yang dirilis Bank Indonesia 13 Februari 2015 menyatakan, Utang Indonesia mencapai US$ 293,7 milyar atau Rp 3.818 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS). Di antara jumlah itu, porsi utang Swasta US$ 162,8 milyar atau Rp 2.116 triliun (jika kurs Rp 13.000). Sedangkan utang disektor publik US$ 129,7 milyar atau Rp 1.686 triliun.

 

Jumlah pengangguran di Indonesia hingga Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang. Bertambah 320 ribu orang, dibanding Agustus 2014 yang mencapai 7,24 juta orang. Salah satu penyebabnya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka Kriminalitas tinggi, karena setiap 91 detik terjadi satu kejahatan di Indonesia sepanjang tahun 2012. Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman dalam acara refleksi akhir tahun.

 

Menyangkut korupsi, Kementerian Dalam Negeri mencatat sejak 2004 hingga Juli 2012 ada ribuan pejabat daerah yang terlibat korupsi. Mulai dari gubernur, walikota, bupati, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Sepanjang kurun waktu itu, ada 277 gubernur yang terjerat korupsi. Di tingkat kabupaten dan kota dari total 16.267 kepala daerah, ada 2.553 yang terlibat kasus. Jumlah kasus-kasus atau tersangka-tersangka yang ada sepanjang tahun 2013 ada 1271 tersangka.

 

Angka Kriminalitas, Setiap 91 detik terjadi satu kejahatan di Indonesia. Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman.

 

Jumlah pengguna narkotika tercatat saat ini hampir 4 juta jiwa, hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI pada 2011 menunjukan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2015 diperkirakan jumlah pengguna narkoba meningkat mencapai 5,8 juta jiwa.

 

Jumlah Masyarakat kelaparan, berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Organisasi Pangan Dunia (FAO), diperkirakan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia. Penyebab utamanya adalah kemiskinan.

 

Sebagian kecil data di atas merupakan fakta bukti gagalnya Reformasi. Ini disebabkan berulangnya kesalahan yang terjadi, yakni belum tersentuhnya persoalan yang mendasar. Persoalan yang menadasar di Negeri ini ada 2, yakni rezim yang tidak amanah dan diterapkannya sistem Kapitalis-Demokrasi.

7 kali pergantian Presiden dan 11 kali pemilihan umum ternyata bukan membawa pada perbaikan, malah menambah panjang persoalan. Sistem Demokrasi-Kapaitalis yang berasaskan Sekulerisme memastikan sistem ini pro kepada pemilik modal semata. Komponen- komponen penyangka Sistem yang ada telah menunjukkan kelemahannya, Masyarakat yang sakit hari ini, Kelompok/Partai Politik yang sekedar mengejar kekuasaan, penguasa yang hanya menjadi antek dan komprador Asing tentu ini sudah cukup membuka mata.

 

??????? ????? ???????????? ??????????? ????????????? ???????? ?????? ??????? ???????? ??????? ????????? ?? ??????? ??????? ??????????? ????????? ??????????? ??????? ????? ???????????? ????? : ????? ?????????? ????????? ??????????? ??????????? ????????? ??????? ????? ??????????? ?????? ??????????????

 

“Dahulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi, setiap kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi yang lain, dan sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah, dan mereka banyak, para sahabat bertanya, ‘lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?’, Nabi bersabda, ‘penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama, berikanlah kepada mereka hak mereka, dan sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban mereka atas apa yang mereka diminta untuk mengatur dan memeliharanya’.” (HR. Muslim)

Kalau reformasi sudah terulang 7 periode dan itu terbukti gagal, maka butuh sekali saja bagi kita memperjuangkan dan mewujudkan Revolusi Islam, Konsep revolusi-lah yang seharusnya diusung hari ini dan ke depannya. Bukan hanya menggantikan orangnya saja, tetapi juga melumat habis Sistem Kapitalis-Demokrasi dan menggantikannya ke Sistem Khilafah Islamiyah.

 

Sumber: Gemapembebasan

  • view 84