RUPA RUPA MAHASISWA

M Lutfi Sopyan
Karya M Lutfi Sopyan Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Maret 2017
RUPA RUPA MAHASISWA

     Salam sejahtera untuk mahasiswa indonesia, mahasiswa suwasta maupun negeri yang tak henti kian berinovasi, mahasiswa indonesia yang punya ragam jati diri dari suwasta hingga negeri maupun sabang sampai merouke, tertarik kayaknya menulis mahasiswa yang kian rupa kian hebat, melihat pergaulan, penampilan, kemoderenan sampai punya ciri has acuan.

     Mahasiswa, Maha artinya besar, Siswa artinya pelajar atau pelajar yang terdidik, kalau diartian menjadi Mahasiswa artinya pelajar tinggi atau besar bukan besar dalam artian besar dalam tubuh melainkan besar dalam kemahasiswaannya yang tinggi, ternyata dunia mahasiswa tak seindah dunia waktu SMA/SMK, hebatnya dunia nyata lebihnyata kayaknya dibandingkan dengan dunia SMA/SMK hanya yang membedakan pengalaman mahasiswa dan anak SMA/SMK hanyalah pada dunia uji coba, pengalaman SMA/SMK suka cari sensasi tauran dimana saja anak umur belasan, suka membuat bolos hingga mengisi absensi cuma cari muka, sayangnya saya bukan anak SMA/SMK maksudnya bukan anak diluar saja (Rumah) gw PESANTREN, pengalaman mahasiswa tak jauh dengan ragam SMA/SMK namun mereka lebih nyata didunia realita penuh rupa hingga sini sana, tak ketinggalan mengkonsumsi narkoba hingga mahasiswa wanita dan tak lupa hingga berbohong kepada orang tua (UNIKO) berbohong yang beragam untuk melobi orang tua hingga akhirnya memberi kepada mahasiswa (anaknya), memberi tak seberapa hingga orang tua keluar jutaan uang yang entah kemana atau dipake untuk hura-hura.

     Sebenarnya banyak adik-adik didunia ragam mahasiswa S1 sampai S2, maaf kalau dunia SMA/SMK diluar sana saya tak tau detil seperti apa, cuma bisa mendengar berbicara dari orang-orang yang berpengalaman di dunia SMA/SMK yang diluar sana.

     Kalaupun dunia mahasiswa kayaknya saya lagi berpolarisasi (berproses) didunia mahasiswa, tak disangka dunianya tak orang benar-benar saja hingga orang yang benar sampai orang yang haram jadah (Rusak) inilah dunia mahasiswa tak se’ekstirm dunia kerja yang isinya bapak-bapak hingga kalangan anak muda tapi yang membedakan dunia kerja dan dunia mahasiswa hanya beda belaka, bukan hanya mahasiswa yang berbeda dosenpun sama, ada dosen susah dicari dan ada juga dosen yang galak tapi ringan memberi nilai pada mahasiswi/a dan ada juga dosen yang sok sibuk sendiri (tapi memang semua dosen sibuk) banyak ragam dosen di bumi pertiwi dari dosen hingga mahasiswa S1 maupun S2.

     Mahasiswa bukan orang bener semua, saya selalu bingung kenapa mahasiswa diperkampungan ataupun jauh dari yang namanya universitas selalu anak kuliah atau mahasiswa dipandang dengan WOW, saya selalu bingung padahal kuliah tak semua orang bener kecuali S2. Memang ada sebagian mahasiswa yang aktivis maupun akademis hingga organisatoris dari mahasiswa pulang pergi rumah/kosan cuma dikampus cari sandaran untuk ngopi sekedar hiburan bersama rekan-rekan dan entah yang dibicarakan apa atau siapa, kalau memang yang dibicarakan bertofik nuansa kehidupan (ilmu) tak masalah dan tak menjadi bersalah untuk nongkrong dan ngopi bersama kawan-kawan, malah yang dibicarakan memberi dampak kehidupan maupun pengalaman.

     Indah yah kawan kalau seputar yang dibicarakan dunia kampus, apa lagi bicara tentang beragam pakultas dari pakultas hokum, komunikasi hingga ilmu komputer yang semuanya serba dipilih sanah sini untuh menemukan jati diri, tapi tak semua dipakultas itu fasion dia melainkan 15% dari fasion dia, yah sisanya harus mencari hingga bertemu hasil yang pasti.

     Jangan salah pemandangan didunia kampuspun tak hanya pemandangan alam yang dicari apalagi diuniversitas pakuan bogor panorama nya menjadi terkenal di sana sini hingga perempuannya yang memancar penuh pesona, mulai pake jilbab hingga dihijab, ada hijab rapih dan ada yang fasion doing dan adapun yang tak pake hijab hingga celana sobek-sobek, hingga pake hijab mengkonsumsi ugudu (roko) hingga tak berhijabpun meroko (busut) kompleks nya melihat dunia ini, banyak orang yang mengikuti moderenisasi dan westerenisasi untuk kalangan mahasiswi di ranah digital ini hingga pakian bolong bolong dan tembus pandang, dan hingga atas sampai bawah ada yang bajunya kekecilan entah mungkin belum beli baju, tapi saya juga bukan orang bener melainkan sedang berpolarisasi didunia kehidupan, mari kawan-kawan boleh bergaul tapi satu harus tau waktu dimana kita harus solat maupun belajar.

     Yuk mahasiswa indonesia mari kita disiplin terhadap watu dan luangkan banyak membaca buku, karna membaca buku membuat kita menjadi bahagia, kita tanpa membaca akan menjadi ikan kelas teri perunduk dan pemaki dan sangat mudah diprovokasi, membca membuak kita akan kaya imajinasi dan membuka keluasan hati untuk meberi opini maupun insfirasi, anak-anak eropa dalam setahun membaca mereka menghabiskan 25 buku anak singapur 15 anak indonesia berapa buka dalam setahun yang diluangkan dengan membaca kawan-kawan.

     Menurut data dari The Organitation for Economic Co-operation and Development (OECD), budaya membaca masyarakat diindonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara di Asia.

     UNESCO melaporkan pada 2012 literasi membaca anak indonesia mencapai titik 0 persen ! tepatnya 0,001 persen, artinya, dari 1000 anak indonesia, hanya satu anak yang mampu menghabiskan buku dalam setahun, inilah kendala indonesia persoalan amat penting dan perkara genting. Soal minat baca memang tak terlihat tidak semendesak persoalan energi dan pangan. Bagaimanakah masa depan dengan negri ini jika literasi tingkat membaca rendah ?

     Inilah indonesia yang sangat mudah menjadi lahan subur budaya eropa maupun budaya asia, melihat banyak siswa ataupun mahasiswa tingkat membaca kita rendah dengan anak-anak eropa dan asia disana, hanya satu yang bisa menjawab hanyalah diri sendiri, kita mau atau tidak untuk berbenah diri hingga jaman yang serba teknologi di ranah informasi, dan semoga menginspirasi salam beragam mahasiswa, Rupa Rupa Mahasiswa.

  • view 93