Dia (Bagian 3)

miss chic
Karya miss chic Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Juni 2016
Dia (Bagian 3)

1.
Dia datang bukan menjadi orang asing. Aku sudah mengenalnya sejak dulu. Jika harus diputar kembali, jelas aku mengingatnya. Mengingatnya dengan begitu jelas, masa yang perlu dia tahu, setiap kali melihatnya entah ada kekuatan apa yang membuatku berhenti sejenak lalu tertegun menatapnya, seperti sebuah rasa yang belum bisa kusampaikan. Namun, setelah masa itu aku dan dia sudah menjadi sama-sama asing, terpisah dalam ruang yang berbeda, melalui jalan dan menjalani peristiwa yang berbeda sehingga rasa yang belum bisa mampu dijelaskan  menguap begitu saja.
2.
Tanda yang ada ibarat bayangan yang mengahantui tetapi hanya sebatas merasakan tanpa mampu menyentuhnya. Tanda tentang dia. Tak cukup hanya setahun tetapi belasan tahun untuk mampu menjelaskannya. Lalu dia hadir kembali untuk membuatnya lebih jelas, tetapi aku mengacuhkannya. Kisah lalu ketika sama-sama melalui arah yang berbeda telah meninggalkan begitu banyak luka. Aku dan dia berbeda. Dia memahami hidup dengan santai, terkadang menggampangkan, itu yang aku enggan. Melupakan hal-hal sederhana mengenai diriku atau moment teristimewa. Dia lebih menggilai kisah-kisah kehidupan yang menampilkan realita dunia. Tidak hanya hitam dan putih tetapi tersirat abu-abu didalamnya. Justru aku sebaliknya.
3.
Lalu, aku dan dia mulai merajut tanda hati, langkahku langkahnya bersama semerah darah. Jadilah tangguh untuk menopang tubuhku, menjadi saputangan yang mampu mengusap airmataku, menjadi rumah ditengah keletihanku,  mampu berikan cahaya dalam gelapku. Dia.
 
 

  • view 89