....

miss chic
Karya miss chic Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Mei 2016
....

hanya nama dengan empat huruf

 

1.

Dulu. Tak ada bintang

hanya nama. Lalu aku lunglai

menyisir liku jiwa yang tak sengaja

kudamba. Kemarin

dan nanti,

 

Masih aku menanggung satu hal, mungkin

pilihan yang terlambat. Kerdip sunyi

rasa pahit kutelan mentah—

 

Lama,

aku berkutat dengan sepi, suram

sisa hidup yang riuh, mengulang

penghubung roda berputar. Memusingkan

dalam semua cerita lalu, Oktober raungkan kejujuran

lalu, menjadi pemalu. Torehkan kata tersisih

 

perjalanan yang letih. Menyusuri binar

binar bintang pada hati yang lama,

lupa lima tahun menjadi cerita usang.

 

—di jalanan ketintang

2.

 

....begitu menyilaukan. Kendaraan berebut jalan

dan letak kenyamanan

biar dingin menusuk, mata mengabur

berbunga legakan jiwa. Perempuan kesepian

menunggu tumpangan; yakinkan cerita lalu!

 

Jiwa membatu menekuk keinginan

merah berpacu dengan tali putih

pengakuan ini untuk yang lalu—mengemis

mengorek cerita lalu. Sekedar sisa

kuterima, sepotong binar bintang pada hati yang lama

 

ini bukan mimpi bualan

mata memincingkan hati, berharap kesamaan rasa

, remuk tulang belulang. Romantisme lalu

Akh....bau basi yang terasa

 

Dapatkah sedetik saja, aku jatuh

dalam dekapmu, mengulang lalu

membayar hutang, kau bisu—

”urat tenggorokanmu tercekat

dendam lalu.”

 

beri debarmu

biar binar lampu kerdipkan cahaya

hijau, menyilaukan!

”dekap aku biar tak terlalu rindu.”

Tapi bintang mati. —enyahkanku

 

Bekal cerita lalu tak cukup,

mengenyangkanmu...aku masih mengemis

mengorek sendu seminggu ini.

Namun, kau membeku,

 

beri aku kesanmu,

karena aku tetap menunggu seminggu ini.

lalu cerita lalu akan benar menjadi lalu!

brengsek—memalukanku. Berdiri tegak

tanpa penopang....tertawa!itu lucu.

  • view 101