Bersebab apa engkau bahagia?

Ali Misri
Karya Ali Misri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2016
Bersebab apa engkau bahagia?

Dalam sebuah obrolan santai dibibir pantai ujung genteng sukabumi, sang guru bertanya pada muridnya.

"apakah yang bisa membuatmu bahagia?" Tanya sang guru

"melihat orang tua bahagia" ucap salah satu murid

"membahagiakan orang-orang disekitar kita" sahut murid lainya

Tak mau kalah, murid yang lain pun menyahut "hidup berkecukupan, nyaman dan punya banyak uang"

"Punya banyak waktu untuk orang-orang yang kita sayangi?" Murid paling bontot menyahut.

Maka dengan penuh antusias dan semangat sang guru berkata, "benar, itu adalah contoh beberapa hal yang bisa membuat seseorang bahagia." sambil menarik nafas panjang, sang guru melanjutkan obrolannya,

"Tapi apakah semua itu tidak terlalu sulit utk dicapai?, padahal setiap orang ingin bahagia dalam kondisi apa pun"

"Tidakkah kita bahagia manakala saat ini bisa menghirup udara segar dengan mudah dnn gratis, disaat banyak penghuni rumah sakit pada saat ?yang sama sangat menginginkannya?"

"Tidakkah kita bahagia ketika dengan mudah meenggerakkan kaki kita untuk melangkah kemanapun yang kita suka?

"Tidakkah kita bahagia masih bisa bersama orang tua kita disaat banyak orang diluaran sana yang sudah kehilangan atau bahkan tak pernah bersama orang tua mereka?"

"Maka." Ujar sang guru, "terkadang manusia membuat standar yang terlalu tinggu untuk kebahagiaanya, sehingga untuk bahagia saja rasanya sangat sulit"

"Ada orang yang bisa makan dengan nasi dan tempe saja dalam sehari senanynya luar biasa, tapi ada juga yang makan dengan makanan-makan mahal namun ia tidak bisa menikmatinnya. Ada orang yang tidur dibawah kolong jembatan yang beralaskan bumi dan beratapkan jembatan sudah sangat seanng dan nyenyak tidurnya namun ada juga sebaliknya, sudah tidur dikasur yang sangat empuk, nyaman dan tenang namun ia tidak merasa nyenyak."

"Maka, sekali lagi yang perlu dicatat adalah tetapkanlah batas kebagiaan kita berada paling bawah, sehingga hal-hal 'sepele' pun sudah bisa membuat kita bahagia, namun buatlah standah ketidakbahagiaan kita berada pada posisi paling tinggi sehingga kita tidak terlalu mudah untuk tidak bahagia.

  • view 137