Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Agama 5 April 2016   19:06 WIB
Perspektif Dakwah Melalui Film

Setelah beberapa hari belakangan kepoin Islamic Malaysian Movies, tak sengaja ketemu film Cinta Kun Fayakun, Warkah Cinta, dan Cinta dan Wahyu?dengan bahasa Malaysia yang khas. Dari ketiga film tersebut, selain memiliki pesan moral yang sama, jalan cerita pun memiliki kesamaan yakni Cinta, Malaysia, ?Al Azhar, dan Bumi Kinanah (Mesir). Film Indonesia berikut pun mungkin sudah tidak asing lagi yakni?Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Cinta Suci Zahrana yang diangkat dari Novel Kang Abik, atau yang mungkinmasih jarang diakses yakni?Bicara Cinta yang di publish oleh youtube Chanel Underblack?serta masih banyak film lainnya.

Film-film tersebut menurut saya syarat akan pesan moral bagi seorang muslim, terutama ketika berbicara cinta dengan lawan jenis. Selain tentunya film-film korea yang digandrungi oleh remaja-remaja masa kini. Setelah nanya?di Mbah Google, akhirnya nemu juga artikel (lebih tepatnya jurnal) tentang Dakwah melalui Film. Namun karena keterbatasan saya dalam merangkai kata, alhasil saya hanya membuat ringkasan dari jurnal yang berjudul "Perspektif Dakwah Melalui Film" yang ditulis oleh Alamsyah dan diterbitkan di Jurnal Dakwah Tabligh. Vol 13 No. 1 hal: 197 - 211?pada tahun 2012. Berikut ini adalah kutipan dari jurnal tersebut.

"Dakwah pada era saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan problematika yang semakin kompleks. Film merupakan media yang begitu pas dalam memberikan influence bagi masyarakat umum. Sejarah mencatat, media dakwah melalui seni dan budaya sangat efektif dan terasa signifikan dalam hal penerapan ideologi Islam. Penonton film seringkali terpengaruh dan cenderung mengikuti seperti halnya peran yang ada pada film tersebut. Hal ini dapat menjadi peluang yang baik bagi pelaku dakwah ketika efek dari film tersebut bisa diisi dengan konten-konten keislaman. Film sebagai media komunikasi bisa menjadi suatu tontonan yang menghibur, dan dengan sedikit kreatifitas bisa memasukan pesanpesan dakwah pada tontonan tersebut sehingga menjadi tuntunan.

Agama Islam merupakan agama dakwah baik secara teoritis maupun praktis. Dakwah dalam berbagai dimensinya memiliki wilayah kerja yang sangat luas yang biasa disederhanakan dengan istilah dakwah bi al-Kalam (ceramah), bi al-Kit?bah (tulisan) dan dakwah bi al-Hal ( dakwah dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan).

Abdul Basith, setidaknya ada tiga problematika besar yang dihadapi dakwah pada era kontemporer yaitu:

Pertama, pemahaman masyarakat pada umumnya terhadap dakwah hanya diartikan sebagai aktivitas yang bersifat oral communication (dakwah hanya dilakukan melalui lisan), sehingga dakwah hanya berorientasi pada kegiatan-kegiatan ceramah (tabligh).

Kedua, problematika yang bersifat epistemologis. Dakwah pada era sekarang bukan hanya bersifat rutinitas, temporal dan instant, akan tetapi dakwah membutuhkan paradigma keilmuan. Dengan adanya keilmuan dakwah tentunya terkait dengan hal-hal yang bersifat teknis dapat dicari rujukannya melalui teori-teori dakwah.4

Ketiga, problematika yang menyangkut sumberdaya manusia. Aktivitas dakwah masih dilakukan secara sambil lalu (sampingan), implikasinya banyak bermunculan dai yang kurang professional. Idealnya seorang dai tidak hanya memiliki kompetensi yang bersifat subtantif saja seperti kemampuan dari sisi materi-materi dakwah dan ahlak dai, tetapi membutuhkan kompetensi keilmuan dakwah.

Dakwah melalui film lebih komunikatif sebab materi dakwah dapat diproyeksikan dalam suatu scenario film yang memikat dan menyentuh keberadaan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya. Film menjadi penting mengingat:

Pertama, agama Islam seringkali digambarkan secara negatif dalam film-film Barat.

Kedua, ada sekian persen ummat Islam yang hanya bisa disentuh dengan film karena mereka alergi dengan pengajian.

Ketiga, terkadang sebuah film mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam daripada dakwah lewat ceramah. Keempat, ada beberapa film yang dianggap film Islami tetapi ternyata justru menjelekkan Islam.

SIMPULAN

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut; Film adalah salah satu media audiovisual yang merupakan salah satu perangkat komunikasi yang dapat ditangkap baik melaui indra pendengar, maupun penglihatan. Film sangat memikat komunikannya karena operasionalisasi dari film itu didahului oleh adanya periapan yang sanggat cukup matang, seperti adanya: naskah cerita, scenario, shooting dan acting dari pemeran utama dan yang lainnya. Dakwah melalui film memang akan lebih efektif dibandingkan dengan media lainnya. Sebab penyajiannya dapat diatur dalam berbagai bentuk dan variasi sehingga kesannya tidak seperti menggurui."

?

Wallahu A'lam.

?

Referensi:

Alamsyah. 2012. Perspektif Dakwah Melalui Film. Jurnal Dakwah Tabligh. 13(1) : 197 - 211

YouTube

Karya : Ali Misri