Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Wisata 23 Oktober 2017   15:18 WIB
"Museum Wayang R. Boediardjo" di Pondok Tingal

Beberapa waktu lalu saya sempat searching wisata apa yang ada di dekat Borobudur selain Candi. Melalui Instagram lagi-lagi saya memutuskan pergi ke sebuah tempat yang jarang dikunjungi karna peminatnya sedikit. Tapi buat saya tempat itu luar biasa.

Museum Wayang R. Boediardjo letaknya tersembunyi di Sasana Guna Rasa, Hotel Pondok Tingal, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang yang merupakan salah satu Museum dari empat museum Wayang yang diakui dan dinilai memenuhi syarat dan letaknyapun tidak jauh sekitar 2 KM  dari kompleks Candi Borobudur.

Lokasinya berada di dalam lingkungan Hotel Pondok Tingal, dengan suasana asri dan rumah atau pendopo-pendopo khas Jawa. Untuk pengunjung yang ingin melihat museum cukup melpor pada security nanti akan diarahkan menuju resepsionis dan resepsionis tersebutlah yang akan mengantar kita. tidak ada tiket masuk di sini, hanya ada buku tamu serta kotak amal bagi pengunjung yang ingin memberikan uang seikhlasnya.

Museum Wayang saat itu tertutup rapat-rapat hehe beruntung  saya menjadi satu-satunya pengunjung hari ini. Museum Wayang R. Boediardjo menjadi salah satu museum wayang yang paling menarik dari semua museum Wayang yang saya kunjungi karena dilengkapi dengan perpustakaan, selain itu museum ini juga  rutin menggelar pertunjukan wayang kulit di Pendopo kompleks Pondok Tingal.

Semua koleksi yang milik H. Boediardjo dan di kelola secara mendiri oleh keluarga R. Boediardjo yang dulunya merupakan Menteri Penerangan di era Presiden Soeharto. Terdapat lebih dari 5000 koleksi bukan hanya dari Indonesia saja tetapi dari negara-negara lain, diantaranya yang saya lihat selain Wayang Kulit/ Jawa terdapat wayang Golek,Turki, Kamboja serta wayang China. Keunikan yang aku lihat adalah wayang China yang punya bentuk seperti Wayang Golek tetapi memiliki wajah seram dan tatapan tajam. Bukan hanya itu saja di sini juga terdapat wayang yang dilapisi emas 24 karat dan lukisan kaca karya Rastika sang maestro pelukis kaca asal Cirebon, gamelan tua serta ragam topeng tokoh pewayangan.

Gimana? Minat ke sini?

Karya : Mirza Sahadat