Fragmen Enigmatis

Abu Ma'mur MF
Karya Abu Ma'mur MF Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Juli 2017
Fragmen Enigmatis

Berkalikali seorang bocah berhati puisi ditikam sebilah

pertanyaan, “Apakah ayahku kini menjadi seorang penyihir?“

Semenjak ayahnya bekerja di gedung tua, gelap, dan banyak

sawang, sang ayah kerap manglirupa: anggora, tupai, keledai.

Kadang pula merupa celeng, curut, kera, harimau, serigala.

Betapa rakus ia memangsa apa saja.

Apa saja!

>> batu bata kayu semen aspal besi bangkai bahkan manusia

 

Tak kuasa bocah berhati puisi itu terus berlama-lama menahan

luka-luka yang mengental di dadanya, juga bau anyir di rumahnya

Ada kobar denyar rasa sakit dalam bilik hatinya dalam ruang

pikirannya dalam ceruk

jiwanya

 

Bocah berhati puisi minggat, berhari-hari ia berlari. Sampai

suatu hari

ia tiba di kolong jembatan

                    Sebuah kota

                                      tempat para jelata mengutuk nasib

Seekor serigala tengah mencabik sekujur tubuh

perempuan kumal

Si bocah nyaris pingsan saat serigala menoleh

ke arahnya lalu

mengonggong pelan, “Anakku!”

 

Ketanggungan-Brebes, 2015

 

*Gambar ilustrasi diambil dari http://anarchpeace.deviantart.com, berjudul Enigma Anthro

  • view 61