Selepas Samadhi

Abu Ma'mur MF
Karya Abu Ma'mur MF Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Juli 2017
Selepas Samadhi

 

jangankan mendekat apalagi mengelusmu

sedang menatapmu saja mereka jejap

ada sejuta runcing bisa pada tiap lembar bulu

di sekujur tubuhmu

sehelai saja mengena kulit manusia

adalah pertanda kelenjar petaka yang nyeri

:entah suatu kutukan atau justru kesaktian

tapi apalah arti kesaktian jika menghadirkan kesakitan

bagi liyan dan pada akhirnya merupa bencana?

 

perlahan kau mulai menapak jalan kesunyian

 

dengan selaksa bulumu kaurajut ruang kontemplasi

menekuri hari-hari, menafsirkan kasunyatan, memasuki

jagat suwung

 

anasir cahaya spiritual menyelusup dalam dirimu

menerobos kegelapan, menghangsukan kealpaan

segala ego dan kerakusan menyublim ke lelangit

kesadaran

 

usai dua purnama kau bermetamorfosa

ada gurat lukisan pencerahan di sepasang sayapmu

 

kelepak tarianmu tampak kirana di antara rerimbun bunga-bunga

kau mengecup dan mencerup saripati cinta pada nektar mawar

manusia-manusia terpana menatap pesonamu,

“aku ingin jadi kupu-kupu. aku ingin jadi

kupu-kupu”

 

Loteng Literasi, 2016

 

*Gambar Ilustrasi diambil dari fineartamerica.com, merupakan lukisan karya Laura Iverson berjudul Tree of Live Meditation

  • view 56