Kenangan Bercerita

Millaty Win
Karya Millaty Win Kategori Lainnya
dipublikasikan 10 Mei 2016
Kenangan Bercerita

Senja memang selalu peka dengan hati. Buktinya, aku kembali mengharapkannya. Slide tentang lelaki yang kukagumi semasa kuliah diputar memori hingga hati menemui perasaan dulu.

Tutur katanya yang meneduhkan, tidak menggebu-gebu, tenang, begitulah dia, setiap menjelaskan segala hal. Tidak dibuat rumit, atau merumit-rumitkan penjelasan dengan pilihan kata yang tidak dimengerti oleh yang mendengarkan. Ibaratnya panganan, bicaranya dia tuh kayak kerupuk yang renyah plus gurih di lidah. (Hehe). Tidak hanya itu, dia juga rendah hati, pedulian, dan IPK nya keren banget. Kalau wajah mah biasa-biasa aja, tapi karena semua itu dia jadi sangat ganteng di hati. (Hehe)

Sudah lama memoriku tidak memutar slide tentangnya. Tapi sore ini, tiba-tiba memoriku asyik memutar ulang slidenya. Akh... kenapa ini?

Akhir dari pemutaran slidenya, dia datang bersama dua buah hati terkasihnya dan ibu dari dua buah hatinya. Tampak dia bersama keluarganya yang damai dan membahagiakan. Dari jauh aku memandang, syukurnya aku bahagia melihatnya bersama keluarga yang sedang dibangunnya.

"Bahwa nanti ada satu masa, dimana kita akan merindu sesiapa yang pernah hadir di masa sekarang, yang nanti akan menjadi lalu" ucapnya yang masih saja aku ingat saat itu.

Ya, sesuai dengan apa yang sudah dikatakannya, kini, dia datang, bersama kenangan yang mungkin dirinya tidak sadari, bahwa setiap kali dirinya sedang bertutur, ada yang selalu menunggunya untuk terus bertutur, sebab tuturannya mampu mengisi dan memberi wawasan yang bermanfaat.

Akhirnya slide kuminta berhenti, selepas senja berganti. Cukuplah kenangan menjadi kenangan, hanya sebatas itu saja garisnya, tidak boleh berlebih atau meminta lebih. Garis telah tergaris, kenangan biarlah hanya menjadi lalu. Sekarang telah beda, dirinya sudah ada dalam garisNya, garisku pun sudah ada dalam garisNya. Karena semua sudah miliki garisNya masing-masing. Apa yang tergaris pasti itu yang terindah untuk garisnya masing-masing.

Slide berhenti.
Rasa pun mengakui.
Tapi itu cukup jadi bagian cerita hati.
Selamat pergi
Sekalipun nanti datang kembali
Dan bercerita lagi
Aku siap hadapi.

Desember, 2014

(Tulisan ini pernah win posting di http://wiwinnurwardahmillaty-selalusemangat.blogspot.co.id/2014/10/tentang-kenangan-yang-bercerita-di-senja.html?m=0)

  • view 113