Rindu Yang Menjadi Masalah

Rindu Yang Menjadi Masalah Rindu Yang Menjadi Masalah

Aku percaya. Bahkan benar benar percaya bahwa kau yang terakhir dalam jejak bayangku yang tertinggal dulu bersama orang lain.

Aku disini, terlalu melebihkan segala hal. Terlalu melebihkan segala cerita yang kau buat sendu.

Kau tau? agar kau mengerti dan paham atas mauku.

Aku bahkan tak percaya dan berhenti berharap akan kunamai apa hati ku nanti. Jika dengan luka saja dia sudah bahagia.

Sekarang aku akan berusaha pulih dari luka itu,

Mencoba menjadi seseorang yang menyembuhkan hati sendiri dengan menulis semua yang dirasakan. Lalu jika bahagiaku adalah kehilanganmu, Lantas mengapa puisi sedih yang kutulis?

Hembus nafas ku tak pernah lupa bahwa dihidupku pernah ada yang membantuku untuk berjalan hingga aku terjatuh dan melukai seluruh batinku.

Mungkin aku menyebutnya sebagai perjalanan dimasa lalu.

Aku pernah berpikir kenapa pada bagian cinta aku selalu menderita. Menderita tak harus soal menyoal kalah akan nasib,tapi menderita bisa saja selalu menyoalkan hati yang kalah oleh cinta tanpa bayang . Dan lihatlah aku disini tanpa bayang yang mendampingku.

Sulit rasanya tersenyum saat aku dibawa oleh lamanya luka yang kurasakan,ingin rasanya aku sendiri di dunia ini. Biar aku bisa lebih leluasa untuk menikmati indahnya bahagia yang dirasakan orang orang banyak.

Berlari juga mungkin sudah tak sanggup. Beban dipunggung ini pun juga sudah melampaui batas.

Jangan pernah lupakan dihidupmu pernah ada aku. Aku yang selalu ada disetiap kesahmu. Aku yang selalu ada disetiap tangismu. Aku yang selalu ada disetiap langkahmu bahkan aku juga selalu ada disetiap kau membutuhkan aku.

Aku tak meminta balas. Hanya saja aku minta agar kau bisa mengajarkanku untuk menyampaikan dan mengungkapkan rasa ini kepadamu supaya kau bisa percaya bahwa aku disini butuh cinta.

Nanti kau juga akan menyesal. Membiarkan aku terdampar sendiri disini dan meninggalkan aku dalam janji janji mu.

Kau lupa jika dihidupmu pernah ada aku yang dengan tulus menerima semua kurangmu. Dan menyayangimu dengan segenap jiwa yang kupunya.

Perlu kau ingat. Aku bukan kau.

Aku bukan tipe orang yang dengan cepat bisa pergi dan menetap secara bergantian dilain hati. Bagiku. Satu hati saja sudah cukup untuk kupertahankan. Tapi jika memang layak untuk dipertahankan pasti kupertahankan.

Selalu Aku marah karena semua yang kauperbuat. Tolong, jangan hakimi aku dengan marahku padamu. Aku hanya ingin lihat bagaimana kau memperjuangkan aku.

Aku tak sekuat yang terlihat. Aku tak sebahagia yang terlihat. Aku gelisah.

Aku meminta bayangmu kembali lagi padaku. Tak usah kau beri hati mu lagi padaku, aku hanya meminta bayangmu agar aku bisa tenang ketika nanti dihari tua aku mulai sendiri. Sendiri karena tak bisa melupakan cerita lama bersamamu.

Mencoba meredam semua yang terjadi tapi sama saja. Aku juga tak bisa akan hal itu. Semua itu bukanlah yang kuharapkan.

Aku hanya bisa diam dan terpaku mematung seperti dihujani ratusan meteor dari langit. Pengap,Seakan telah menyerap habis oksigen di paru paruku, nyaris saja hampir mati. Aku pun tak sebodoh itu nyaris saja menyerah untuk hidup hanya gara gara kau.

Terlalu lama diam juga terus membuat mu makin menjadi jadi,

Kau bahkan hanya bisa diam dengan tatapan kosong ketika menatapku dengan penuh perasaan yang mungkin penuh rasa bersalah atau mungkin tak ada rasa bersalah sedikitpun di hatimu.

Aku bahkan hampir lupa bagaimana rasanya menangis,disakiti dan rasanya kecewa.

Kau tau hingga saat ini aku hampir lupa ingatan,

Bahkan aku juga hampir lupa bahwa kau pernah mengenalku dan aku juga pernah mengenalmu.

Aku lupa kalau ternyata aku setiap malam menangis dalam rasa kecewa dan merasa disakiti.

Terimakasih sudah menguasai setengah dari hati yang kupunya.Tolonglah, jika kau sudah bosan berkuasa dihati ku. Silahkan kembalikan lagi hati yang kupunya sendu.

Aku bahkan tak sanggup untuk menerima semua kenyataan yang ditorehkan tanganmu kepadaku. Dan yang ditorehkan takdir kepada nasibku.

Ini bukan perihal tentang cerita yang dibaluti oleh rasa luka, tapi ini adalah sajak sajak yang kutulis untuk membalutkan semua rindu yang terasa.

Rindu yang menjadi pembatas antara jarakmu dan aku.

Terimakasih telah hadir dan singgah untuk waktu yang tak berselang. Terima kasih pada sentuh nyaman mu disampingku. Dan terimakasih juga atas maaf yang kau utarakan kepadaku, karena itu obat bagi hatiku.

~MILDA APRILLYA ALI

Milda Aprilya

Rindu Yang Menjadi Masalah

Karya Milda Aprilya Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 08 Maret 2017
Ringkasan
Ini bukan perihal tentang cerita yang dibaluti oleh rasa luka, tapi ini adalah sajak sajak yang kutulis untuk membalutkan semua rindu yang terasa. Rindu yang menjadi pembatas antara jarakmu dan aku.
Dilihat 315 Kali