iya, itu memang rindu

mila La
Karya mila La Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Mei 2017
iya,  itu memang rindu

Ditengah kibasan angin bandung pukul 00.35 wib. :

Di hari ke-11 tanpa pernah mendengar suaramu, aku tetap terlihat tak apa. Aku masih bisa makan 2x, bahkan nambah. Masih bisa tidur beberapa jam dalam sehari. Bahkan, aku masih bisa sering memimpikan dirimu.

Kamu yg menyapa aku,

Kamu yg tiba2 diam

Juga kamu yang tiba-tiba pergi

Dan.. ... Aku selalu berusaha menahanmu. Begitu q bangun, aku sudah merindukanmu, vey.

Kata penyair, "cinta itu menumbuhkan, bukan melemahkan. " Aku tak pernah ingin menafsirinya lewat kata. Bagiku terlalu rakus bila aku menyempitkan makna nya.

Yang jelas, lebih baik q tafsiri lewat rasa. Tak perlu ku gambarkan juga perasaanku lewat kata. Sebab, sepanjang apapun kata yg sudah tersusun, pasti bakal ada kata yg tak bisa mewakili rasa. Tapi, q juga tak ingin kehilangan kata. Bagiku, ia adalah wujud rasa yg bisa dicerna sebagai media komunika.

 Ah,  Penyair itu memang mempunyai kata yg indah dalam menggambarkan sesuatu.

Vey, bila kau ingin menuntutku membuatkan kata yg panjang nan puitis , sehingga mampu membuatmu terhipnotis dalam menggambarkan perasaanku saat ini,  Maka, aku hanya akan memberimu satu kata. Sebab, aku masih terlalu naif untuk bersembunyi dibalik kata-kata. Biarlah aku memberimu satu kata, tapi kuanggap sudah mewakili perasaanku padaku saat ini. Ia adalah "RINDU"

 

  • view 56