Terjatuh …. Menangis… dan Bangkitlah

Miftahur Rahman
Karya Miftahur Rahman Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 Juli 2016
Terjatuh …. Menangis… dan Bangkitlah

Mungkin sangat sering bagi kita mendengar kata “belajarlah dari anak kecil, yang apa bila ia terjatuh maka ia akan bangkit kembali sehingga ia bisa berdiri, berjalan dan bahkan berlari”. Nah disana kita bisa mengambil pelajaran akan arti kerja keras, tidak putus asa, dan kesungguhan jiwa. Namun apakah hanya begitu pembahasan nya? singkat banget ya…. Dan agak sedikit membosankan… hehe...

Pembahasan diatas adalah secara umum yang kita terima dalam kehidupan kita. Namun apabila kita lihat lebih mendalam ada sesuatu yang sangat berharga dari fenomena tersebut. Yaitu korelasi nya dalam kehidupan kita pada saat sekarang. Mungkin dahulu kita terjatuh, namun apakah pada saat sekarang kita tidak pernah terjatuh? Sering malah, namun dalam artian bagai mana ? oke… mari kita lihat falsafah dari jatuh bangun nya anak kecil…

Terjatuh dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita tidak memperoleh hasil seperti apa yang kita harapkan atau berbeda nya harapan dengan realita. Dan itu adalah masalah. Pada saat itu ada rasa kecewa, sedih dan bahkan putus asa. Rasa-rasa tersebut perlu di keluarkan, dan salah satu nya dapat di keluarkan dalam bentuk air mata atau yang kita kenal dengan menangis. Sama hal nya dengan anak kecil yang ketika terjatuh ia menangis. Dan itu wajar, karena tuhan memberikan kita hati untuk dapat merasa. Namun yang menjadi perbedaan disini adalah anak kecil ketika ia terjatuh, tanpa berfikir panjang ia langsung bangkit atau ada orang tua nya yang membantu nya. Bagaimana dengan kita ? rasa nya butuh proses yang lama untuk bangkit. Kenapa demikian ?

Seorang anak kecil ketika ia mau bangkit dari terjatuh dan menangis terkadang ada orang tua yang membantu nya, sehingga ia bisa berdiri. Begitu pun kita… terkadang untuk bangkit kita butuh bantuan dari orang lain apakah itu dalam bentuk motivasi, dorongan, semangat, dll. Namun… pernah kah kita berfikir bahwa semua itu tidak ada gunanya. Saat dimana motivasi tidak lagi dapat memotivasi kamu. Sehingga kamu belum juga bangkit-bangkit. Dan pada akhir nya kamu menyadari untuk bangkit tidak semudah yang dibayangkan… tidak semudah yang dikatakan dalam buku-buku motivasi atau kuliah motivasi…

Ya… kata nya kamu butuh komitmen… kamu butuh tekat dan niat yang kuat… kenapa kamu malah menjadi bingung ? kamu berada dalam kehampaan dan ketidak pastikan… kamu bingung dan bingung…

Ternyata untuk bangkit. kamu tidak hanya butuh motivasi, dukungan dan semangat dari orang-orang terdekat mu. Kamu butuh sesuatu yang lebih mendalam dari itu dan sesuatu yang lebih fundamental. Itu yang membuat mu berbeda dari anak kecil.

Sesuatu yang kamu butuh kan itu bukan lah sesuatu yang terletak diluar diri mu namun ia berada didalam dirimu. Sesuatu itu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan bahwa kamu bisa bangkit dari keterpurukan. Keyakinan tidak hanya sekedar pikiran positif. Namun sebuah keyakinan lebih mendalam dari itu, sesuatu yang menjadikan kamu berbeda dari yang lain, sesuatu yang kamu pegang dan menjadi identitas mu.

Lebih jauh… jika kamu adalah orang yang beragama. Keyakinan tersebut tidak hanya berupa keyakinan kosong. Keyakinan tersebut telah menjelma menjadi iman. Maka kamu akan berubah menjadi seseorang yang luar biasa. Karena engkau tidak menggantungkan harapan mu pada kekuatan mu. Namun kekuatan tuhan. Engkau bangkit tidak dengan kekuatan mu. Namun kekuatan tuhan. Pada saat itu engkau mulai menyadari betapa engkau sangat membutuhkan tuhan mu. Karena hanya Dia lah yang mampu menguatkan mu. Sehingga engkau bisa berdiri, berjalan dan bahkan berlari.

  • view 348