Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Filsafat 20 Maret 2016   15:47 WIB
Masjid yang ku rindu

DBismillahirrohmanirrohim
Kumulai tulisan ini dengan menyebut asma Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Serta limpahan sholawat serta salam kehadirat nabi Muhammad SAW. Nabi akhir zaman yang diutus oleh sang Maha Pengutus untuk memperbaiki akhlaq umat manusia. Dimana pada masa itu dunia pada umumnya dan bangsa arab pada khususnya sedang dalam masa kegelapan yang sangat pekat. Kegelapan yang timbul bukan karena kurangnya ilmu pengetahuaan, bukan karena tidak ada sastra yang indah, akan tetapi karena krisis adab akhlaq yang terjadi pada masa itu.
Dalam kurun +-23 th nabi Muhammad SAW berdakwah telah berhasil merubah bangsa arab dari bangsa yang mengalami krisis moral, menjadi bangsa yang menjujung setinggi tingginya budi pekerti dan akhlaq. Hal ini tidak terlepas dari perna nabi Muhammad SAW yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan tidak hanya menjadi tempat shalat. Hal ini tentu berbalik total pada masa ini. Dimana masjid hanyalah sebagai simbol tempat ibadah tidak lebih. Masjid tidak lagi terbuka 24 jam. Tapi hanya buka di waktu-waktu sholat. Dengan alasan supaya masjidnya aman tidak ada yang maling.. Apakah kita lupa milik siapakah masjid tersebut. Apakah kita tidak percaya dengan Sang tuan rumah hingga kita mengunci rumahNYA sekehendak kita dan membatasi tamu yang ingin berkunjung ke rumahNYA dengan alasan menggangu kekhusukan sholat. Apakah kita lupa ketika cucu nabi kita bermain2 di punggung Rosullulah ketika rosulullulah sedang shalat. Apakah kita lupa?
Apakah masjid hanya sebuah simbol agama yang layak di buat sedemikian mewah???
Apakah dengan mewahnya masjid shalat kita bisa menjadi lebih khusuk?
Apakah dengan melarang anak2 kita bermain di masjid menjadikan kita lebih tenang beribadah?
Ataukah masjid hanyalah tempat bagi lansia yang mengharapkan ampunanNYA?
Ataukah???

?

Terminal Tirtonadi Solo
20032016

Karya : Miftah Ahmad