LUKA TERINDAH

Mian Sitohang
Karya Mian Sitohang Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 April 2017
LUKA TERINDAH

Aku masih merasakan udara yang sama.Masih berdiam ditempat yang sama.masih berada dibawah langit yang sama,Tapi yang kurasakan tak lagi sama, kesunyian ini bernama tanpamu.kesepian ini sangat terasa dihari hariku

Sebenarnya, aku tidak pernah ingin semuanya berakhir sia sia begitu saja. Saat semua terancang dengan hebat dan sempurna, saat perhatian-perhatian kecil itu menjelma menjadi candu rindu yang menancapkan getar-getar bahagia.Tapi, bukankah prediksi manusia selalu terbatas? Aku tidak bisa terus menahan dan mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi. Perpisahan harus terjadi, untuk pertemuan awal yang pasti akan memunculkan perasaan bahagia itu lagi.

Tidak dipungkiri dan aku tak harus menyangkal diri, bahwa selama rentan waktu tanpamu, aku merasa ada sesuatu yang hilang,dan jujur aku rindu. Ketika pagi, kamu menyapaku dengan lembutnya "selamat pagi sayang"sambil tersenyum aku membacanya. Saat siang, kamu sekedar mengingatkan untuk tidak terlambat makan. Saat sore, kamu menyapaku lagi, bercerita tentang hari-harimu, lelahmu dan bahagiamu pada hari itu,menanyakanku bagaimana lelahku,penatku pada duniaku ini. Saat malam, kamu mengajakku bercerita tentang rencana yang terancang sempurna itu,rencana yang menjadi tujuan awal dari hubungan ini dijalin. Dan aku rindu, rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga terasa waktu terlalu cepat berlalu saat kita melaluinya bersama.

Dan, akhirnya perpisahan itu tiba. Sesuatu yang selalu kita benci kedatangannya tapi harus selalu kita lewati tanpa kita tahu kapan itu akan terjadi. Dengan segala ketidaksiapan yang menggerogotiku, aku tetap harus melepaskanmu. Kau temukan jalanmu, aku temukan jalanku. Kita bahagia dalam jalan kita masing-masing. Kamu berpegang pada prinsipmu, aku berpegang pada perasaanku. Kita berbeda dan memang tak harus berjalan beriringan.

Semua berjalan dengan cepat. Sapa manjamu, tawa renyahmu, cerita lugumu,amarahmu dan segala hal yang membuat otakku penuh karenamu. Dan, aku harus membuang dan menghapus itu semua dari memori otakku agar kamu tak lagi mengendap-endap masuk ke dalam hatiku, lalu membuat kenangan itu menjadi nyata dan kembali menjadi realita. Mari mengikhlaskan hubungan ini, setelah ini akan ada pertemuan yang lebih menggetarkan hatimu dan hatiku,"tapi bukan KITA".. Akan ada seseorang yang masuk ke dalam hidupmu dan hidupku, dia akan menjadi alasan terbesar saat doa terucap lalu aku dan kamu menyisipkan namanya. Selamat menemukan jalanmu,semoga kamu bahagia bersama wanita barumu..

Percayalah, bahwa perpisahan ini untuk membaikkan hidupmu dan hidupku, bahwa setelah perpisahan ini akan ada rasa bahagia bertubi-tubi yang datang menghampirimu dengan seringnya. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini.kamu mengajariku menjadi wanita yang seutuhnya,menjadi wanita yang tangguh namun tetap terlihat anggun,kamu mengajariku perihal yang wajib dilakukan seorang wanita, aku sangat bersyukur mengenalmu,walau hanya untuk beberapa tahun ini saja. Semua butuh proses dan waktu saat kamu harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kau rasakan.

Baik-baik ya sayang,semoga kita bahagia di jalan kita masing masing,terimakasih untuk semua pengorbananmu,untuk semua kebaikan* mu,semoga akan ada wanita yang bisa lebih sabar menghadapimu dari pada aku kelak, :)

 

 

  • view 72