Sukses? Slow But Sure.

Mian Sitohang
Karya Mian Sitohang Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 April 2017
Sukses? Slow But Sure.

Ini kali perdana ditahun 2017 aku menulis kembali setelah sekian lama bakatku kuvakumkan. Semua hilang bersama laptop ku yg sudah cukup tua usianya, dilarikan oleh salah satu supir mobil indah karya ketika mamaku menitipkan nya kesupir mobil tersebut. Sejak saat itu, aku tak pernah menulis lagi. Bahkan blog pun aku sudah tidak punya. Padahal hanya lewat itu aku bisa menyalurkan bakatku dibidang menulis. Okey, kembali ketopik� Kali ini topik yg akan kubahas jauh bertentangan dengan diriku yg sebenarnya. Kenapa begitu? Karena menurut mereka yg selalu merendahkanku, orang bodoh sepertiku tidak akan pernah sukses. Haha� Aku adalah salah seorang sibodoh yg punya sejuta banyak impian. Siapa kira org bodoh sepertiku bisa masuk perguruan tinggi negeri bukan? Sementara, ada banyak org yg jauh lebih pintar dariku yg sampai mencoba berkali-kali bahkan gagal. Ya walaupun aku hanya lulus dengan jalur mandiri. Tapi untuk mendapatkan itu semua, butuh proses yg luar biasa loh. Untuk saat ini, aku memang terlihat terlalu bermain-main dalam kuliahku. Tidak terlalu tergesa-gesa dalam belajarku. Aku terlihat santai. Bahkan saat ini, tugasku yg sudah bertumpuk menari-nari dilemari belajarku sudah meminta pertanggung jawabanku pun aku masih bisa menulis disini. Haha. Inilah aku. Ini bakatku. Ini duniaku. Tidak bisa kutinggalkan. Selain suka menulis, aku juga suka berdebat akan hal positif. Setiap saat, setiap jam, setiap menit, bahkan disetiap detik aku selalu berfikir, mau jadi apa aku? Benarkah kata sahabat-sahabatku bahwa aku telah salah jurusan? Karena aku terlalu bodoh akuntansi. Di SMA jurusanku IPA. Dibangku perkuliahan ini, aku ketemu akuntansi. Tapi kenapa aku lulus dibagian akuntansi? Sebuah keajaiban? Aku tidak percaya. Karena aku tidak suka kemampuanku diremehkan. Dan aku masih bingung. Kenapa Tuhan menempatkanku dijurusan yg sulit ini? Haruskah aku yg mengalah? Aku sudah belajar menyukainya. Dan aku tidak bisa. Dan yg paling horornya adalah ketika aku membuka portal, melihat nilai akuntansiku, dan ternyata aku mendapat nilai A. Haha saat itu aku tertawa ria. Kenapa begitu? Dikatakan mencontek, tidak. Dan tidak akan pernah bisa. Karena dosenku memberi kami soal satu kelas dengan soal yg berbeda-beda. Bagaimana mungkin aku bisa mencontek punya temanku? Dan itu lucu. Aku sempat berfikir bahwa satu kelas pasti dikasih nila A oleh dosenku. Dan aku tanyakan pada temanku yg lebih pintar dariku, dia mendapat nilai apa. Dan ternyata org yg lebih pintar dariku, mendapat nilai B+. Coba bayangkan? Ini horor bukan? Lagi-lagi aku beruntung dengan kemampuanku. Dan sulit untuk mempertanggung jawabkan ini semua. Aku juga belajar tidak setiap hari. Bahkan aku hanya belajar ketika aku punya tugas saja. Aku juga bukan termasuk salah satu mahasiswi yg aktif dikelas bahkan dikampus. Tapi IPku cukup baik. Tak perlu, terburu-buru. Semua ada masanya. Kembali ketopik lagi yaa. Faster better? Slow can be fast too. Slow is the new fast. Sukses itu tidak cukup ketika kau masuk ptn, kau pintar, kau aktif dikampus, kau terkenal. Ini masih awal dari perjuangan. Waktumu masih banyak. Selagi ada waktu untuk mencoba lagi, kenapa tidak jika ada yg lebih baik lagi? Iyaa aku percaya itu. Akan kuulang lagi dari awal. Akan kuambil risiko. " Belajarlah mengambil risiko. Kalau kamu berhasil, kamu bisa memimpin. Tetapi kalau kamu gagal, kamu bisa memandu. Dalam tiap kesempatan ada risiko, dan dibelakang setiap risiko ada kesempatan. Jadi, jangan takut mencoba. Pelan tapi pasti. Semangat buat adik-adik yg akan berjuang. Menyerah bukan langkah yg baik. Tapi awal dari kehancuran. Selamat berjuang buat masuk PTN. Dan yg belum bisa kuliah, semangat bekerja dan coba lagi dimasa mendatang. Semoga menginspirasi�

  • view 76