Kado Terindah Dari Tuhan

Mian Sitohang
Karya Mian Sitohang Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 April 2017
Kado Terindah Dari Tuhan

Penasaran sama judul? Kira-kira 1 tahun yg lalu. Tepat diusia ku yg kedelapan belas tahun. 12 mei 2016 yg lalu. Itu kali pertamanya aku tidak tiup lilin. Menyedihkan bukan? Saat itu, 10 mei aku berangkat kepekan baru. 11 mei aku mendaftar online SBMPTN dipekan baru bersama kakak evelin tresya sihombing. Ada banyak cerita suka-duka yg kulewati dikota ini. Kepergianku kurahasiakan dari sahabat-sahabatku. Tidak ada yg percaya bahwa aku telah berada dipekan baru. Banyak yg marah padaku saat itu. Karena keberangkatanku sangat-sangat mendadak. Saat itu, tepat ditanggal 10 Mei 2016, telah terjadi keributan besar dirumahku. Ayah dan Mama marah padaku. Karena aku terlalu santai dalam mengejar cita-citaku. Usahaku sama sekali 0. Aku akui itu. Aku hanya bisa berdoa. Dan yg kuandalkan hanya doa. Apa itu cukup? Tidak bukan? Aku semakin takut ketika mamaku mengambil handphonenya dan ingin curhat segalanya tentangku kepada kakakku. Kakakku cukup cerewet. Saat itu, aku keringat dingin ketika aku dimarahi oleh kakakku yg kebetulan dia sudah mengalami terlebih dahulu masa-masa seperti ini. Dia berprofesi bidan. Dia sangat cerewet. Kami adik-adiknya tidak ada satu pun yg berani melawannya dan menentangnya. Bahkan kami lebih takut padanya dibandingkan pada mama. Haha lucu bukan? Saat itu jalan keluarnya adalah berangkat kepekanbaru. Tepat kira-kira jam 11 aku diberangkatkan. Sebenarnya aku tidak ikhlas. Karena 2 hari lagi usiaku 18 tahun. Tentu aku sangat ingin ada yg spesial saat itu. Singkat cerita, tiba ditanggal 12 mei 2016, saat kakakku evelin tresya sihombing kekampus, aku menangis sendiri dikost. Tidak bisa aku tahan air mataku. Dan hal yg paling menyedihkan adalah Ayah dan Mama, sedikit pun tidak ada yg mengucapkan sepatah dua patah kata padaku. Entah mereka lupa, atau masih marah kepadaku aku tidak tau. Dan itu moment ulang tahunku yg paling buruk, tapi hadiah yg kuterima dari Tuhan luarbiasa. Walaupun tidak ada bolu, lilin, aku tetap berdoa dan punya harapan pastinya bukan? Harapanku saat itu hanya 1. Aku bisa masuk keperguruan tinggi negeri tepatnya diunri. Saat itu ulangtahun kmk fakultas ekonomi unri. Aku lupa tanggalnya. Dan yg pastinya bulan 5. Dibulan kelahiranku juga. Aku diajak oleh kak evelin untuk ikut hadir. Tepat dirayakan dirumbai, danau buatan. Dan saat itu, aku sudah berasa jadi mahasiswi unri fakultas ekonomi, sesuai dengan jurusanku yg sekarang. Aku gengsi, aku malu, tidak terkatakan lagi seberapa malunya aku. Seolah seperti penyusup yg datang. Saat itu diakhir acara, kakak mc memanggil org-org yg berulang tahun dibulan mei agar segera maju dan meniup lilin secara bersamaan. Haha� kak evelin menyuruhku maju. Aku bersikeras tidak maju. Teman-teman kak evelin juga menyuruhku maju. Aku tetap tidak mau. Aku malu. Aku bukan mahasiswi unri. Tepat ditanggal 31 mei, berlangsunglah ujian SBMPTN. Aku pun bangun cepat, dan langsung diantar oleh kak evelin kekampus. Dia membelikanku roti dan aqua, dan saat itu,itu adalah sisa uang kami yg terakhir kalinya. Uang kami habis secara bersamaan. Test sbmptn berlangsung cukup hancur. Sulit! Aku hanya berharap ada keajaiban saat itu. Dan sebelum mengerjakan soal itu, kulantunkan doa kepada Tuhan yang intinya aku ingin kelulusanku diptn sebagai kado diusia yg ke 18tahun. Tepat ditanggal 28 juni 2016, pengumuman sbmptn pun telah keluar. Aku sudah kembali kekampung halaman saat itu. Dan akhirnya kubuka, aku gagal. Saat itu aku menutup kamar, dan mengurung diriku. Aku menangis terisak-isak dan tidak berkesudahan. Saat itu, hanya ada aku, adik dan ayah yg dirumah. Mama pergi kekandis karena ada acara pesta disana. Aku ditanya oleh ayah. Lulus atau tidak. Kujawab tidak. Ayah menjawabku dengan penuh kekecewaan, ya sudahlahh. Aku bertambah sedih. Aku telah mengecewakan superheroku. Aku tau dibalik kata yasudah, ayah telah kecewa. Saat itu, bg Edison samosir datang main kerumah. Dia menawarkan untuk masuk swasta. Tepatnya tempat dimana abg itu menimba ilmu,UIR. Dia mengabarkan bahwa pendaftaran mahasiswa baru akan ditutup. Aku segera menelepon kakakku. Aku kabari bahwa aku tidak lulus sbmptn. Kakakku pun mengatakan iya daftar aja sama abg itu. Keesokan harinya, aku dan bg edison mendaftar keuir dan mentransfer uang pendaftaran kebank bri syariah. Ketepatan saat itu, kakak meneleponku dan menanyakan apa aku sudah daftar atau belum. Kujawab iya. Kata kakak, dia sudah mendaftarkan aku juga untuk ikut ujian mandiri diunri. Dan telah membayarnya. Dan saat itu juga mama telah pulang dari kandis. Mama marah saat itu. Karena aku mendaftarkan diri kedua universitas sekaligus. Kata mama, yaudah masuk swasta ajalah. Gak usah dicoba lagi negeri. Bahkan ayah mengatakan untuk masuk keunika saja. Karena biaya hidup dimedan jauh lebih murah daripada dipekan baru, kata ayah . Tapi karena aku telah mendaftar keuir, tidak ada yg bisa diulang lagi. Tgl 15 juli, aku berangkat lagi kepekanbaru. Karena tgl 19 juli aku test diunri. Sebenarnya aku sudah lemas saat itu. Seperti tak punya pengharapan lagi. Aku sudah tidak ingin mencoba. Tetapi karena telah didaftarkan oleh kakakku, aku terpaksa mengikutinya. 19 januari 2016, aku mengikuti ujian. Sebelum mengerjakan soal, aku berdoa sesingkat-singkatnya. Doaku " Tuhan, aku datang untuk mencoba lagi, aku tetap menagih kado usiaku ke-18 tahun kemarin". Soal kukerjakan satu persatu dengan keadaan yg tidak semangat. Karena kebetulan saat itu aku sakit. Tapi aku berusaha. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini lagi. Waktu pun habis. Aku dijemput oleh abgku yg kebetulan mahasiswa umri. Dia katakan " semogalah kau menang ". Tgl 23 juli, pengumuman keluar. Aku dan abgku tidak tidur. Sampai pagi kami buka webnya. Belum kelluar juga. Sampai akhirnya aku telepon salah satu pusat diunri, katanya sore. Datanya belum dikirim dari pusat. Aku menyesal tidak tidur semalaman. Aku ketakutan. Tepat pukul 16.00, mama ku telepon, menanyakan hasil. Aku jawab, nelum keluar. 5 menit lagi ayahku telepon, aku jawab belum keluar juga. Aku tidak ingin membuka hasilnya. Sampai pada akhirnya sahabatku Mario Nicholas Siahaan yg kebetulan sudah lulus sbmptn diunri membuka nya sendiri, dia melihat namaku sebagai salah satu peserta yg telah lulus masuk keunri. Dia screenshoot, dia kirim keaku, dan tanyakan benarkah Krismian Kristin Sari Tio Br.sitohang nama asliku? Aku menangis saat itu. Aku tanya berkali-kali mario, benarkah itu? Dia ucapkan selamat padaku. Aku melepon ayah dan segera mengabari mereka kabar bahagia ini. Ayah tanya, gimana hasilnya boru? Aku jawab puji tuhan aku lulus. Saat itu ada suara keributan bahagia dirumah. Mama berteriak, dan mengambil hp dari ayah. Mama tanya padaku, benarkah berita itu nang? Kujawab iya ma. Puji tuhan aku lulus. Kata mama, terimakasih kepada yesus. Kami menangis terharu saat itu. Saat itu, ada banyak sms dari keluarga yg kuterima dan harus kubalas satu per satu sehingga aku lupa mengabari kakaku. Dan pukul 18.00 aku lihat bbm dari kakak yg sudah penu menanyakan hal yg sama. Aku balas, puji tuhan aku lulus kak. Balas kakak, syukur kepadamu tuhan. Kebahagiaan pertama yg kuberikan kepada keluargaku. Dan menurutku, Tuhan menepati janjinya. Aku yg telah lama terjatuh dan mampu bangkit lagi dari lubang itu. Dia mengujiku berkali-kali, dan diakhirnya ujian yg terakhir kali berhasil aku lewati. Sekian pengalamanku ditahun 2016. Semoga dapat menginspirasi teman-teman sekalian. Ingat, Tuhan tidak akan pernah berjanji bahwa langit akan selalu biru. Tapi dia berjanji akan selalu menyertaimu. Tetap andalkan Tuhan dalam setiap rencanamu. Sekedar flashback, thank you�

  • view 125