Rinduku

Mian Sitohang
Karya Mian Sitohang Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 April 2017
Rinduku

Ini Rindu, meskipun sepait empedu tetapi rasanya manis,yah semanis madu. Rindu ini menyesak untuk segera berteriak, ada titik dimana keresahan dan kerinduan yang kian memuncak. Entah apa yang ku rindukan, semenjak berakhirnya musim penghujan, ada sedikit tetesan air mata yang tak tertahan waktu itu, Sebab rindu ini mengendap, bagaikan taburan malam sendu yang datang mendekap. Ku susun detik waktu sampai ujungnya menyentuh matamu disana,"AKU PULANG SEBAGAI RINDU".Bagiku "Rindu adalah anak-anak cahaya yang gemerlapan pada pejaman matamu, seperti aku dapat melihatnya dalam kegelapan.Terlalu kelam bulan menatap bintang yang sedang terlelap, tat kala malam merayu kesendirian berpelukan rindu yang mendekap. Sebelum matahari mendekat, ada bulan yang sedang sendu, meski setiap malam doa terpanjat untuk para hati pelipur rindu, seperti aku untuk rindu-ku,yah itu kamu :") Selalu ada bagian tentangmu yang tersimpan dihati ini.Sebenarnya lelah berjalan tanpamu,tapi "Jika mencintaimu adalah sebuah kesia-siaan ,aku masih bisa tertegun pada sebait ketabahan".Jika tangisan yang aku rayakan saat aku merindukanmu dipengapnya kamarku,lalu airmata mana lagi yang harus jatuh setelah kau jauh? Rindu sudah menjadi kebutuhan-ku. Jika rindu hanya sebatas ucap, dan kita telah menjadi aku dan kamu, biarlah kisah ini ku penggal dalam jarak dan spasi. Kini Rindu hanyalah sebuah pengembaraan tanpa singgah. 

  • view 55