Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 15 Januari 2018   20:01 WIB
PESONA PANORAMA PANTAI LASIANA

PESONA PANORAMA PANTAI LASIANA

Tanggal 9 Oktober adalah beta pu hari ulang tahun, biasanya hanya ada acara kecil-kecilan di rumah. Tapi di beta pu hari ulang tahun kali ini beta berniat untuk mengajak teman- teman jalan-jalan ke pantai. Sesampainya di kampus beta memberitahukan kepada teman-teman bahwa hari ini beta ulang tahun dan mau merayakannya di pantai Lasiana.
“Teman-teman ini hari beta pung ulang tahun jadi beta mau ajak bosong pi jalan-jalan,” kata Meti.
“Sebenarnya lu mau ajak kotong pi jalan-jalan dimana?” tanya Herlin.
“Beta mau ajak bosong pi pantai, tapi pantai yang beta pilih ni pantai Lasiana bosong mau ko sonde? jawab Meti
“Ia katong pi pantai Lasiana sa di sana pemandangan talalu bagus katong bisa bafoto di sana,” kata Ani.
. “Terus jam berapa katong pi sana? tanya Lisa.”
“Kotong pi sana setelah habis mata kuliah Praktek Drama jam 3 sore, nanti bosong mau ko sonde? kata Meti.
. “Ia kotong mau, nanti jam 3 sore na kotong pi su eee,” ucap Ani.
Dan tepat jam 3 sore kami pun sudah selesai kuliah dan berkumpul di depan kampus untuk sama-sama pergi ke pantai Lasiana. Kami berempat pergi menggunakan motor yang dibawa oleh kedua teman saya yaitu Herlin dan Lisa. Sepanjang perjalanan kami ke pantai, kami sangat menikmati pemandangan alam yang ada di sekitar jalan menuju pantai Lasiana.
“Awi baru di dia pung jalan masuk sa su bagus bagini apalagi su sampai dia pung pantai pasti lebih bagus lai,” kata Herlin.
“Akhirnya katong sampai ju di ini tampat,” kata Ani sambil melepas lelah di pantai itu.
Pantai Lasiana memiliki ombak yang tenang dengan air yang jernih dan pasir putih tanpa karang. Lokasi pantai Lasiana berada sangat dekat dengan pusat kota Kupang, dimana jaraknya hanya sejauh 12 Km dari pusat kota, membuat pantai ini menjadi objek wisata yang sangat ramai dikunjunngi oleh masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di Kota Kupang.
Kendaraan yang biasa digunakan untuk menuju ke pantai Lasiana ini cukup mudah untuk diperoleh, seperti mobil, motor. Pantai Lasiana yang berada di wilayah kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima pertama kali dibuka oleh pemerintah kota Kupang sebagai sarana hiburan wisata alam bagi warga kota Kupang untuk melepas kepenatan dengan kondisi panasnya cuaca kota Kupang.
Keindahan lokasi pantai Lasiana dibandingkan dengan pantai lain yakni memiliki ombak yang tenang, air yang bening serta dasar pantai yang sepenuhnya pasir putih tanpa karang. Kondisi ini membuat pantai Lasiana sangat cocok untuk berenang, berjemur atau sekedar dinikmati keindahannya. Kami berjalan di sepanjang garis pantai itu, Air laut menggerus tepian pantai membasahi kaki kami. Kutelusuri sepanjang garis pantai itu, pasir – pasir putih bersih dan halus menyelinap masuk di antara sela – sela jari kaki kami . Air pantai yang mulai mendingin di senja itu membasahi kaki kami . Sungguh, indah pemandangan disekitaran pantai lasiana.
Kami berjalan kembali di antara garis perbatasan daratan dan lautan itu. Di kejauhan kami melihat beberapa burung air sedang bercengkerama, begitu mesra dan begitu indah. Kami kembali melangkahkan kaki kami. Wajah kami ditimpa sinar keemasan dari mentari senja yang hendak terbenam. Beberapa bintang laut dan kerang tergeletak di perairan dangkal dekat dengan kaki kami.
Pada bagian barat pantai biasa terlihat daratan yang membentuk bukit kecil. Bukit kecil ini menjadi latar belakang yang menambah keindahan pantai Lasiana, di atas lahan pantai ini ditumbuhi banyak pohon kelapa dan juga tanaman lontar. Kita juga dapat menyaksikan di sepanjang pinggir pantai banyak terdapat pohon tinggi yang makin mempercantik pemandangan pantai Lasiana.
Tak jauh dari bibir pantai juga terdapat pohon-pohon kelapa dan pohon-pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif dan dimanfaatkan oleh warga setempat. Kedua tanaman tersebut sering digunakan untuk membuat lopo-lopo, seperti yang terlihat berjejer di pantai Lasiana. Lopo-lopo adalah pondok tradisional khas timor yang juga didirikan di tepi pantai Lasiana.
Pondok ini mempunyai bentuk menyerupai payung dengan tiang penyangga pada bagian tengahnya yang terbuat dari batang pohon kelapa. Sementara atapnya biasa tersusun dari ijuk, daun lontar, pelepa kelapa atau dari ilalang. Kadang seng juga ditambahkan pada atap untuk membuatnya lebih kuat. Dengan luar seng yang ditutupi oleh ijuk atau bagian dari tanaman lain yang biasanya digunakan untuk atap lopo-lopo.
Bangunan lopo-lopo tersebut disusun berjajar satu sama lain dengan jarak yang berdekatan. Tepat di bawah atap lopo-lopo terdapat bangku kecil yang mengelilingi penyangga lopo-lopo yaaang terbuat dari pohon kelapa. Bangku tersebut bias digunakan oleh para pengunjung yang datang untuk berteduh di bawah lopo-lopo.Kecantikan pantai Lasiana akan semakin menampakan sensasi dan pesona saat sore hari tiba.
“Ternyata kalau su sore dia pung pemandangan semakin asyik sa e,” ucap lisa.
“Kayaknya katong sonde salah pilih tempat untuk jalan-jalan sekalian katong rayakan ulang tahun di ini tempat,” jawab Ani.
Jika dilihat dari pemandangannya, biasanya sekitar pukul 17.30 WITA untuk menyaksikan indahannya matahari terbenam dari bibir pantai lasiana pada saat cuaca cerah. Keindahan terbenamnya matahari diapit puluhan tingginya pohon lontar semakin mempesona saat dinikmati dari tempat parkiran kendaraan bermotor. Untuk mengabadikan moment indah itu, jangan lupa membawa kamera digital atau menggunakan kamera handphone saat matahari tenggelam di ujung barat. Itulah yang membuat pantai Lasiana sangat indah.
“Mana Hp, b mau foto-foto do soalnya ini tempat yang katong duduk ni dia pung pemandangan talalu bagus aw? tanya Herlin.
“Hp ni, tapi lu jangan foto sendiri sa aw, mari sini kow kotong foto sama-sama sa.”
“Iya na bosong masing-masing pasang gaya su to,” kata Herlin.
Pantai Lasiana tampak sepi dari pengunjung hari itu. Namun bila hari Minggu atau hari libur tiba, pantai Lasiana menjadi salah satu objek yang ramai dikunjungi masyarakat saat hari libur. Pantai Lasiana merupakan tempat rekreasi dan berkumpulnya keluarga. Selain dapat menyaksikan keindahan pantai tersebut, kita disuguhi kuliner khas Kupang yang ditawarkan puluhan pedagang di los-los yang dibangun pemerintah.
“Ini tempat kalau hari biasa ke pung sepi lai” kata Lisa.
“Ko memang sepi su ma ko hari-hari biasa orang dong sibuk kerja na, tapi kalau hari Minggu kan hari libur to jadi pengunjung banyak yang datang” kata Meti.
Pengunjung yang datang hari itu Nampak sedang menikmati kelapa muda, jagung bakar dan pisang gepeng (pisang bakar yang disirami air gula aren dan kacang tanah tumbuk). Kami membeli satu buah kelapa muda yang harganya Rp. 6.000,- dan jagung bakar satu pulir seharga Rp 5.000,- . Sementara pisang gepeng bakar yang dilumuri dengan kacang tumbuk dengan gula merah dihargai Rp. 10.000 setiap buah. Kami sangat menikmati waktu bersama di Pantai Lasiana. Setelah bersenang-senang di Pantai, tak terasa matahari pun su mulai kembali ke peraduannya.
“‘We kotong pulang su ko, su mau gelap ni,” tanya Ani
“Iya kotong pulang su, soalnya beta ju ada mau keluar lai”.
Kami pun bergegas untuk beranjak pulang. Sepanjang perjalanan yang membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit, kotong tiba di beta pu rumah.
“Bosong istirahat sedikit do ko, nanti beta buat minum ko bosong minum habis baru pulang”.
“Na kotong minum cepat su, beta pung mama su telpon kow suruh pulang n.i”kata Lisa
Setelah menikmati minuman yang telah disediakan mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing.
Kami pulang dengan membawa banyak kenangan dari Pantai Lasiana.

Karya : Meti Neparasi