Sikap Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kota Kupang

Maria Wini Uwa
Karya Maria Wini Uwa Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
Sikap Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kota Kupang

Sikap Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kota Kupang

Maria  Wini  Uwa

Mariawiniuwa@gmail.com

Pendidikan  Bahasa  Indonesia, Universitas  Muhammadiayah  Kupang

Abstrak

Penanganan sampah di Kota Kupang selama ini hanya memindahkan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) ke TPA dan memusnahkannya secepatnya. Dengan pola pengelolaan sampah seperti ini maka pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara tetap akan terjadi

Kata  Kunci: pengelolahan dengan sampah

 

Pendahuluan

            Daerah perkotaan merupakan tujuan dari manusia modern, ini terlihat dari laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang semakin hari semakin bertambah. Hal ini tidak bisa dicegah mengingat daerah kota menyediakan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh manusia : pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hiburan dan sebagainya. Pembangunan yang tidak berimbang antara desa dan kota menambah parah kondisi ini.

            Kota Kupang merupakan salah satu kota yang sedang giat-giatnya membangun. Pembangunan Sekolah, Universitas, Pertokoan dan sebagainya mempercepat arus urbanisasi. Dalam prosesnya Kota Kupang bertambah ramai dengan semakin banyaknya pendatang baru dengan beragam latar belakang pendidikan dan beragam tujuan.Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat timbul berbagai masalah yang dihadapi oleh Kota Kupang, salah satunya adalah sampah.

            Masalah sampah merupakan masalah perkotaan yang tidak ada habis-habisnya, karena diproduksi secara terus menerus baik oleh rumah tangga maupun sektor jasa lainnya di berbagai berbagai lokasi.Sampah dapat membawa dampak buruk bagi kondisi kesehatan manusia bila dibuang sembarangan atau ditumpuk tanpa pengelolaan yang baik. Sampah yang dibuang di jalan atau selokan dapat menghambat saluran air yang membuat air terkurung atau tergenang, menjadi sarang nyamuk malaria dan pada musim hujan dapat menyumbat got yang mengakibatkan terjadinya banjir.

            Kota Kupang dengan jumlah penduduk 291.794 orang (BPS Kota Kupang, 2010) menghasilkan sampah sebanyak 926 meter kubik setiap hari, sampah organik 700 meter kubik dan sampah anorganik 226 meter kubik. Dari jumlah tersebut sekitar 408 meter kubik diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak, 38 meter kubik didaur ulang menjadi kompos dan barang-barang berharga.Sisa sampah yang tidak diangkut sebanyak 518 meter kubik dibuang oleh masyarakat di kali mati, pinggir pantai, tanah kosong, halaman rumah dan dibakar (pos-kupang.com, 2010).          

 Menilik kondisi ini dengan volume sampah yang mencapai 926 meter kubik setiap harinya dan luas lahan yang digunakan sebagai TPA dengan metode open dumping (dibuang dan dibiarkan) hanya seluas 5,7 hektar jelas tidak mampu menampung sampah setiap harinya.

            Penanganan sampah di Kota Kupang selama ini hanya memindahkan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) ke TPA dan memusnahkannya secepatnya. Dengan pola pengelolaan sampah seperti ini maka pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara tetap akan terjadi.

 

Bagian  inti

 

  1. Definisi Sampah

      Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2003, sampah adalah sisa usaha atau kegiatan yang berwujud padat baik berupa bahan organik maupun bahan anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap tidak berguna lagi, sehingga dibuang ke lingkungan. Setiap harinya manusia dengan kegiatannya baik berupa kegiatan dalam menjalankan usahanya maupun dalam kegiatan rumah tangga, menghasilkan sampah. (rudyct.com, 2004)

      Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkunganmaka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya (wikipedia.org, 2010).

      Sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat (Soemirat, 2004)

 

  1. Jenis-Jenis Sampah

Sampah berdasarkan sifatnya :

  1. Sampah Organik

Sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik.Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

  1. Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium.Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. (ardansirodjuddin.wordpress.com, 2008)

Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:

  1. Sampah Padat : segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik.Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
  2. Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. Dapat dibagi lagi menjadi :

:limba hitam sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.

Sampah dapat berada pada setiapfase materi: padat, cair, atau gasKetika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai .Emisi biasa dikaitkan dengan populasi

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnyapertembangan, manufaktur dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. (id.wikipedia.org, 2010)

 

  1. 3. Dampak Buruk Sampah

Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.

Lalat hidup dari sisa makanan dan berkembang biak ditempat sampah. Lalat dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare karena mudah hinggap di makanan atau peralatan makan.Tikus diketahui dapat membawa penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis, pes dan lain-lain.Sedangkan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) dapat membawa berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit disentri dan diare. Nyamuk akan beranak-pinak di air yang tidak bergerak di sekitar sampah yang tercecer dan dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah.

Binatang yang besar akan senang membuang kotoran di tempat sampah, yang pada gilirannya akan menyumbang pada jalur transmisi kuman yang mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungannya.

Sampah yang dibuang di jalan dapat menghambat saluran air yang akhirnya membuat air terkurung dan tidak bergerak, menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan kembali masuk ke dalam rumah sehingga semua kuman, kotoran dan bibit penyakit masuk lagi ke dalam rumah.

Tumpukan sampah sering menjadi tempat bermain anak atau menjadi tempat anak membuang hajat.Kenyataan ini membuat anak terpapar dan rentan terhadap dampak dari akumulasi kuman penyakit yang ada di sampah, sehingga anak mudah terkena penyakit yang dibawa oleh sampah.Selain diare, anak dapat terkena tetanus yang dapat mengakibatkan kematian hanya karena tergores oleh logam bekas di tempat sampah. (esp.or.id)

 

  1. Sampah di Kota Kupang

Sampah merupakan salah satu masalah yang tidak ada habis-habisnya di Kota Kupang.Sampah menjadi masalah karena volume yang dihasilkan jauh melebihi daya tampung yang tersedia, disamping itu sampah tidak pernah mendapatkan perhatian serius karena memang tidak bisa memberikan keuntungan nyata.Namun bila sampah tidak mendapatkan perhatian yang lebih serius bisa menyebabkan berbagai masalah, baik itu dari segi kebersihan, kesehatan maupun estetika.

Kemajuan pembangunan Kota Kupang dalam beberapa tahun ini telah mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang demikian pesat.Investor yang semakin banyak berdatangan di Kota Kupang menambah lapangan pekerjaan yang tersedia. Pembangunan Ruko, Rukan, Mal, Sekolah, Universitas, Rumah Sakit, Tempat Hiburan dan sebagainya merupakan daya tarik bagi masyarakat pedesaan untuk pindah ke Kota Kupang. Sehingga orang yang datang ke Kota Kupang memiliki beragam latar belakang pendidikan maupun pekerjaan.Penjaga toko, anak sekolah, mahasiswa, guru, dosen, pegawai, tukang ojek, pedagang keliling, pemulung, penyedia jasa hiburan dan sebagainya datang ke Kota Kupang.

Perekonomian Kota Kupang mulai menggeliat, hal ini merupakan hal yang sangat baik ditinjau dari sisi ekonomi.Pendapatan masyarakat meningkat yang memberi dampak positif bagi kesejahteraan.

Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang demikian pesat tidak hanya memberikaan dampak positif, juga memberikan dampak negetif salah satunya adalah masalah persampahan yang tidak kunjung mendapatkan perhatian yang baik. Seperti diungkapkan dalam laporan UNEP tahun 2005 bahwa pemerintah di Negara berkembang hanya mengalokasikan 0,5 % PDB untuk mengelola sampah, dan 80% dari dana yang dialokasikan hanya digunakan untuk mengumpulkan sampah. Jadi bisa dibayangkan kecilnya perhatian pemerintah mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh sampah.Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Kupang atau Indonesia tetapi di semua Negara berkembang.

 

Penutup 

 

Kesimpulan/saran

Sampah merupakan salah satu masalah yang tidak ada habis-habisnya di Kota Kupang.Sampah menjadi masalah karena volume yang dihasilkan jauh melebihi daya tampung yang tersedia, disamping itu sampah tidak pernah mendapatkan perhatian serius karena memang tidak bisa memberikan keuntungan nyata.Namun bila sampah tidak mendapatkan perhatian yang lebih serius bisa menyebabkan berbagai masalah, baik itu dari segi kebersihan, kesehatan maupun estetika.

Kemajuan pembangunan Kota Kupang dalam beberapa tahun ini telah mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang demikian pesat.Investor yang semakin banyak berdatangan di Kota Kupang menambah lapangan pekerjaan yang tersedia. Pembangunan Ruko, Rukan, Mal, Sekolah, Universitas, Rumah Sakit, Tempat Hiburan dan sebagainya merupakan daya tarik bagi masyarakat pedesaan untuk pindah ke Kota Kupang. Sehingga orang yang datang ke Kota Kupang memiliki beragam latar belakang pendidikan maup            un pekerjaan. Penjaga toko, anak sekolah, mahasiswa, guru, dosen, pegawai, tukang ojek, pedagang keliling, pemulung, penyedia jasa hiburan dan sebagainya datang ke Kota Kupang.

 

DAFTAR  RUJUKAN

 

Http//ww. Pentingnya Pengelolaan Sampah. Com

 

 

  • view 117