Ketika Senja Telah Hadir

Dzaky Huddiasyah
Karya Dzaky Huddiasyah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 September 2016
Ketika Senja Telah Hadir

 

       Kala itu, di pagi hari yang dingin seorang pemuda datang menghampiri sebuah toko roti dipinggir kota, pemuda itu bernama Sammy. Dia berkeliling melihat roti yang dijajakan di etalase toko yang ia datangi, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Ketika sedang melihat-lihat roti yang disajikan, tidak sengaja ia menyenggol seorang perempuan yang sedang melihat roti juga. Mereka saling meminta maaf karena terlalu fokus memilih roti mana yang ingin mereka beli.

       Setelah beberapa saat melihat-lihat sekeliling dan memilih roti, ketika menuju kasir Sammy melihat perempuan yang tak sengaja ia senggol tadi, dan dia juga memesan roti yang sama dengan Sammy.

       Sammy berkata “Hey~, yang tadi maaf ya, aku terlalu fokus melihat kue tadi hahaha”, “ah iya tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena terlalu fokus memilih roti, hehehe” perempuan tersebut membalasnya.

“aku duluan ya~” lanjutnya.

“wokke, hati hati dijalan jangan sampai menyenggol orang lain lagi ya hahaha” kata Sammy.

“Kau juga, dadaah~” dia membalasnya

Sammy bergumam, sambil menuju kearah kasir “kenapa tidak aku tanya sekalian tadi namanya, arggh dia manis sekali dengan rambut merahnya yang dikuncir”. Sambil bertanya ke kasir, kasir tersebut bernama Tirta, dia bersahabat dengan Sammy dari kecil.

“hey tirta, kau kenal dengan perempuan yang tadi tidak?” kata Sammy.

“ooh dia, yang mana ya?” kata tirta sambil mengingat orang yang lalu lalang.

“kau ini masih muda sudah lupa ingatan, pelanggan pagi ini baru aku dan perempuan berambut merah yang membeli corn rye bread tadi” kata Sammy.

“ooh yang itu hahaha, namanya itu senja, dia pemilik toko buku di blok B sana, kenapa? Kau suka dengannya? Kau tidak akan bisa aku yakin itu hmm hmm” Tirta berkata sambil menganggukan kepalanya

“oh ya? Kenapa?” kata Sammy

 “karena dia adalah kekasihku, muahahaha” Tirta tertawa meledek Sammy

“hei bodoh, mana mungkin pemilik toko buku seperti dia punya waktu untuk bermesraan, apalagi dengan dirimu yang hanya hobi menggambar dan membuat roti” kata Sammy,

“hahaha, jangan salah, karena hobi ku ini aku bisa memiliki toko roti seperti ini, dan mengenal banyak orang yang menjadi pelanggan setia toko roti ku ini, termasuk si senja itu hahaha. Tidak seperti dirimu yang setiap hari yang menggambar saja” tirta berkata sambil tertawa puas mengejek Sammy,

“ah sudahlah, aku akan membuktikan bahwa aku akan mengetahui namanya langsung dari orangnya liat saja nanti” Sammy menantang Tirta, “aku tunggu hasilnya, jika gagal kau harus mentraktir ku makan enak direstoran yang biasanya” kata tirta,

“oke, kita lihat nanti, temanmu yang katanya anti sosial ini akan mendapatkan namanya dan menjadi teman akrab si pemilik toko buku itu”

       Setelah itu berbincang cukup lama dan ada pelanggan yang mulai berdatangan Sammy pulang kerumahnya sambil membayangkan perempuan yang bernama Senja tadi, rambutnya yang dikuncir berwarna merah , mata yang berwarna biru, tinggi sekitar 168cm. sambil membayangkan wajahnya, dia melukis di kanvas 80x100 yang biasa dia gunakan melukis, menghayati setiap detail bagian dari  wanita itu, dari atas sampai bagian bawah kaki, melukis dengan ketelitian. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 3 sore, dan setengah 4 sammy harus bertemu seorang client di café dekat pantai.

       Setelah membereskan peralatannya, Sammy bergegas menuju kepantai mengendarai sepedanya secepat yang ia bisa, setelah mencari tempat untuk bertemu, akhirnya dia melihat tempat pertemuan yang dibicarakan, dan disana ada seorang perempuan yang menunggu sambil menikmati segelas cappuccino dingin dan membaca novel, Senja menoleh dan melihat Sammy dari kejauhan, senja melambaikan tangan dan Sammy pun menghampirinya.

“heey~ kau lagi apa disini?” tanya senja.

“aku ingin bertemu seorang client, katanya di café ini dia menunggunya, kau sedang santai apa sedang menunggu seseorang?” kata Sammy

“aku menunggu mu, hahaha, aku client mu, oh iya kita belum berkenalan, namaku Senja Apriyani panggil saja senja” kata senja sambil memperkenalkan diri dan mempersilahkan duduk

“aku Sammy, Sammy Artadinata, senang berkenalan denganmu, oh ya ada yang kau butuhkan dariku?” kata Sammy.

“ah iya, jadi begini, aku punya sebuah toko buku, tapi penampilannya itu begitu kuno, karena itu warisan dari pamanku dan aku baru memberanikan diri untuk merubah penampilannya karena anak anak zaman sekarang masih kurang meminati buku yang cetak karena munculnya ebook atau komik online yang gratisan. Jadi yaa aku ingin mendekor ulang toko bukunya, tentang bayarannya tenang saja, aku udah siapkan, jadi kau bisa membantu ku mendesain dinding, papan atau bagian rak dan penataan bukunya agar terlihat menarik begitu” senja menjelaskan apa yang dia maksudkan, dan tentu saja Sammy menyetujuinya.

“kau ingin desain seperti apa? Bertema tentang apa? Apakah ingin dihiasi dengan kata-kata motivasi?” Sammy mulai bertanya kepada senja tema apakah yang dia inginkan dan bertanya kapan bisa dimulai mendekornya.

       Karena terlalu asyik mengobrol tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore, pas sekali karena menghadap pantai disaat matahari terbenam.

“cantik sekali kan?” kata Sammy

“hah, iya cantik sekali, makanya itu aku sering kesini ketika sedang penat dan mencari inspirasi” kata Senja juga membalasnya

“kau ingin memesan makanan? Biar aku yang sekalian memesannya, karena perut sudah berkumandang kelaparan hahaha” Sammy bertanya ke senja

“boleh, aku ingin memesan beef Bourguignon , kalau kau ingin apa?” senja bertanya.

“aku ingin mencoba yang kau pesan, sepertinya menarik” kata Sammy.

       Setelah memesan mereka mengobrol kembali tentang keseharian mereka, mereka mengobrol layaknya teman akrab karena memang tinggal 1 blok tapi memang tidak bertemu karena keseharian mereka mengharuskan bekerja di tempatnya masing masing. Setelah selesai makan malam mereka memutuskan untuk pulang karena sudah malam.

“wah sudah jam 9, sebaiknya kita pulang agar tidak terlalu malam, bagaimana kalau aku temani karena kita satu blok dan ini sudah malam” kata sammy.

“iya sebaiknya kita pulang agar tidak terlalu malam” kata senja. Karena blok mereka tidak ada kendaraan yang lewat pada waktu itu akhirnya mereka berjalan kaki. Ketika hampir sampai mereka melihat banyak kerumunan disekitar toko bukunya dan melihat ada bekas sisa-sisa kebakaran disana.

       Senja pun berlari sambil menahan tangis karena toko buku pemberian pamannya terbakar, menurut cerita kebakaran tersebut terjadi akibat adanya arus pendek disana. Senja pun menangis karena hanya tersisa beberapa buku yang ada, dia mengumpulkan buku buku yang tersisa sambil menahan air mata yang masih mengalir. Sammy menghibur senja yang masih menangis, dan membantu senja mengumpulkan buku yan tersisa juga.

“aku akan membantumu sampai semuanya kembali normal tenang saja” kata Sammy sambil menghibur senja yang masih menangis.

  “tapi aku tidak memiliki toko buku lagi ini dan buku buku yang telah aku kumpulkan telah hangus terbakar dan hanya sisa beberapa buku saja” kata senja masih sambil menahan tangis.

“tenang saja semuanya pasti akan kembali seperti semula, aku akan membantu mengumpulkan buku dari teman temanku yang lain yaa walaupun kebanyakan bukunya itu bertema tentang seni” kata Sammy.

       Setelah kejadian malam itu, hari, minggu, bulan Sammy dan senja selalu bersama mengumpulkan buku buku dan merapikan toko bukunya yang terbakar pada saat itu, Sammy yang tadinya adalah orang yang anti sosial akhirnya bisa berubah menjadi orang yang sangat akrab kepada orang lain, walaupun orang lain yang baru ia temui.

       Membantu mendekor ulang seperti yang senja katakana ketika di café sore itu, Sammy ingat betul apa yang dikatakan senja saat itu, setiap detail, walaupun Sammy menulisnya untuk pengingat seperti biasa, tapi kali ini ia dapat mengingat tanpa note.

“bagaimana bisa keadaan ini bisa merubahku sejauh ini? Bagaimana bisa aku yang tadinya anti sosial bisa berubah menjadi sangat akrab pada orang lain, bahkan orang yang baru aku temui, apakah rasa kagumku ini yang merubah semua, baru kali ini semuanya terjadi, mungkin juga ini yang dinamakan cinta dari mata turun ke hati” Sammy bergumam sambil memasang kertas-kertas dinding yang di minta oleh senja. Setelah memasang kertas dinding Sammy mulai menata buku sesuai genrenya.

       Senja pun datang sambil membawa makan siang untuk mereka berdua, bukan seperti makan siang pada biasanya tapi dia membawa corn rye bread . roti yang dia beli waktu itu pertama kali saat bertemu Sammy.

“eh ini kan roti yang waktu itu kau beli, ini aku yang ge’er atau gimana ya? Hahahaha” Sammy bertanya ke senja.

“aku sengaja membelinya karena ini mengingatkanku pada pertama kali kita bertemu di toko roti itu hahaha, aku juga sering kesana untuk mencari inspirasi untuk menulis buku, aku juga sering bercerita ke penjaga toko roti itu, namanya itu Tirta” kata Senja

“oh ya? Hahaha Tirta itu sahabatku sejak kecil, dia sangat teguh dalam pendiriannya, dia sangat ingin mempunyai toko roti, dan akhirnya bertahun tahun kemudian akhirnya dia punya toko roti sendiri, yaa seperti yang sering kau datangi itu, dia satu kelas saat kuliah, dia yang paling rajin waktu itu yaa saat ini juga masih rajin dalam mengelola tokonya, terkadang aku juga membantunya disana” kata Sammy menjelaskan tentang tirta sambil memakan makan siangnya itu.

“tapi kok aku tidak pernah melihat kamu ya?” kata senja sambil mengingat ingat.

“aku membantu ketika sedang ramai pelanggan, dan yaa hanya ketika dia membutuhkan bantuanku, kapanpun itu, aku akan membantunya karena dia sahabatku”

“setia kawan sekali kamu ya hahaha, aku senang sekali bisa bertemu orang sepertimu, setia kawan, membantu sampai tuntas, bahkan bisa mengembalikan toko buku peninggalan pamanku ini” kata senja sambil menitikan air mata bahagia karena toko buku yang tadinya terbakar habis hanya tinggal gedung dan sisa bukunya saja sekarang sudah kembali seperti semula.

       Tidak terasa waktu sudah sore dan waktunya untuk membantu sahabatnya ditoko roti.

“aku pulang duluan ya, aku mau membantu Tirta mungkin dia sedang kerepotan sekarang melayani pelanggannya hahaha” kata Sammy sambil membereskan barang barangnya.

“Kau ingin ikut?” Sammy bertanya ke senja

Senja membalas “Mungkin lain kali akan ikut membantu jika sedang libur, aku ingin melihat-lihat dekorasi baru darimu ini, hati hati ya dijalan, salam untuk tirta”

“wokke, aku akan sampaikan nanti, sampai nanti dan selamat menikmati tuan putri hahaha” kata Sammy sambil mengayuh sepedanya  

       Sammy mempunyai panggilan khusus untuk senja karena, bagi dia itu senja sangat spesial baginya dan sangat manis tentunya.

“seharusnya aku menyatakan cinta padanya, arrrgghh kenapa aku sangat terpaku akan kata katanya, dan juga harusnya aku memberikan buku itu padanya ketika ngobrol tadi, yaa mungkin besok aku akan berikan padanya, ya itu harus kuberikan” gumam Sammy.

       Ketika dijalan Sammy melamun sepanjang jalan, membayangkan tentang senja, tanpa disadari ada mobil yang mendekat dengan kencang, dan kemudian mobil itu menabrak Sammy hingga terpental jauh, ia mengalami pendarahan parah, sehingga ia harus dirawat dirumah sakit, ia harus mendapatkan donor darah dengan golongan darah A-, stok darah di rumah sakit itu sedang habis jadi harus mendapatkan donor darah, yang mengetahui  Sammy masuk rumah sakit karena kecelakaan hanya Tirta dan Senja, dan ketika ingin mendonorkan darahnya ternyata Tirta bergolongan darah B dia sangat kebingungan dirumah sakit,

“mungkin aku bisa mendonorkan darahku, Golongan darahku adalah O, aku akan bilang ke dokternya untuk mendonorkan darahku untuknya” kata Senja sambil menenangkan Tirta.

       Setelah beberapa saat memasuki ruangan untuk mendonorkan darahnya, dia keluar dengan berdoa agar Sammy bisa cepat sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa, mengobrol seperti biasa. Setelah beberapa hari koma, Sammy akhirnya bangun dan melihat Senja sedang menangis disampingnya.

“aku kira aku akan kehilangan dirimu” sambil menahan desak tangisnya.

“tenang saja, aku tidak akan mati hanya tertabrak mobil seperti itu hahaha” kata Sammy sambil menyeka air mata senja.

“Aku ada sesuatu untukmu, ada sebuah buku di tas ku, mungkin tas ku ada di laci bawah”  kata Sammy sambil mencoba untuk duduk, karena sudah beberapa hari dia hanya tiduran saja.

“buku ini? Ketika Senja Telah Hadir” tanya senja,

“buku itu aku buat untuk dirimu, yang menceritakan segalanya tentang dirimu, mulai dari awal kita bertemu sampai waktu kita sehari sebelum menyelesaikan dekorasi toko buku mu itu, yaa walaupun itu seperti buku diary sih bagiku hahaha” kata Sammy.

“dan aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, maukah kah kau….” Ketika Sammy belum menyelesaikan kata katanya Senja menutup mulut Sammy dan berkata “ya aku mau, sangat mau, tapi sekarang kau harus menghemat tenagamu dulu sampai kau benar benar sehat dan bisa bermain ke toko buku ku, dan bersantai dipinggir pantai melihat matahari terbenam bersama lagi ya”

“kau harus cepat sembuh, aku akan menjengukmu setiap hari sampai kau sembuh nanti”

       Setelah beberapa hari dirawat akhirnya Sammy keluar dari rumah sakit  dan benar benar sembuh, dan bisa mengunjungi, mereka berdua bahkan berkunjung ke toko rotinya Tirta, Tirta tertawa puas dan bersyukur Senja bisa merubah sifat temannya itu, dari yang anti sosial menjadi orang bisa sangat akrab bahkan orang rumah sakit pun tau sammy dan Tirta.

       Setelah mengunjungi toko rotinya itu mereka pergi ke pantai seperti yang dijanjikan saat dirumah sakit, menjalani hari penuh canda tawa, saling sharing tentang pekerjaan keseharian mereka seperti waktu dulu, bersantai membaca buku.

        Seperti yang diharapkan oleh Sammy pertama kali bertemu, bahwa dia akan bisa bersama dengan Senja seperti sekarang ini, memiliki tuan putri dengan rambut merah yang menawan, mata berwarna biru yang mempesona dan hati yang hangat.

 

 

Fin~

  • view 181