Penat

# Mentarisenja
Karya # Mentarisenja Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Februari 2016
Penat

Kemanakah awan berarak,
Seketika sekejap terasa langit sesak mendesak
Tlah entah merebak penat menjebak
Bermandi Peluh disekujur jiwa yg masih berdetak

Duhai hujan,

curahkanlah dingin membeku dalam rinaimu
Agar lelahku kaku, mengkristal
Kemudian biarkan terhempas pecah membuncah

Tuhan kumohon Lapangkan jiwaku di raga,
Agar nuraniku meresap menyeluruh
Jgnlah kau biarkan lunglai ini meraja
Sehingga aq tenggelam dlm rapuh

Yg kupahami raga ini dari tiada menjadi ada,

kemudian kan kembali menjadi tiada
Maka kuharap penat ini pun segera sirna

  • view 76