Cerita kita (3)

# Mentarisenja
Karya # Mentarisenja Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Februari 2016
Cerita kita (3)

Aq,

Datang kepadamu, pada tempat yg kau gambarkan pada ku sebagai negeri terasing untukmu. Sayang, aq mencoba meyakinkanmu untuk kembali membangun sisa-sisa mimpi qta, Waktu qta belum usai, dan aq berhasil mendapatkan apa yg qta tunggu selama ini. Ya, aq berhasil meyakinkan mereka. Terlalu lama memang, tapi aq masih belum melewati batas waktu. Dan kau pernah berjanji tetap menunggu sampai waktu qta usai.?

Negeri ini syg,

butuh usaha dan tekad bagiku untuk menginjakkan kaki ku disini.begitu antah barantah, namun aq tidak peduli, aq hanya ingin mencarimu, menggapaimu kembali.

Namun syg, ?

Hadirku tak memberi yakin dihatimu, masih sumpah serapah yang kau sampaikan padaku atas segala perih yang kau rasakan selama ini. Merasa terhina karena mereka yang tak kunjung menatap yakin kepadamu. Kau menghujaniku dengan tangismu. Menusukku dgn rasa perih dan dosa ku karena melukaimu.?

Kau memilih usai.

Di negeri yang kau bilang terasing untukmu, kau memintaku pulang,kembali kepada mereka yg berusaha menghalangiku darimu.

Aq semakin tenggelam dalam rasa bersalahku, tenggelam dalam air matamu. Tertusuk perih yang kau pertontonkan dihadapanku. Maka aq pulang dengan membungkus lukamu yang kau lukiskan.

Masih aq yakin pada waktuku yg tersisa, mencoba mengumpulkan keyakinanku padamu yang ingin ku tunjukan pada dunia. Membanggakan kepada mereka tentang kisah qta.

Namun sayang,

kau menamparku dengan kenyataan bahwa mereka benar, dan aq salah. Entah bagaimana aq katakan pada dunia betapa bodohku mengabaikan segala petuah mereka.?

Ya, ini bodohku.

Bodohku menghujat mereka yang mengabaikanmu, Bodoh ku yg begitu yakin tentang hebatnya rasamu untukku.?

Kau... ?

Sayang,aq tak ingin salah dalam menghujatmu, karena kesalahan pemikiran ini pernah ku alamatkan pada mereka, dan tidak ingin aq berlaku sama padamu.

Namun kau sayang, entah bagaimana mudahnya kau menjalin ikatan lain disaat segalanya belum usai. Dan kau masih menghujatku dan mereka.

Ya bodohnya aq, ketika dengan lugunya aq melangkah, mencoba meyakinkanmu kembali.?

Siapa melukai siapa????

Ternyata Qta sama-sama salah selama ini,?

Aq salah karena percaya kau akan tetap bertahan tanpa akhir, dan kau salah karena tak yakin aq mampu bertahan sampai akhir waktu qta.?

Sayang, kau menyadarkanku betapa bodohnya aq. Butuh waktu terlalu lama untuk menyadarkanku bahwa mereka benar.

Sayang,bolehkah aq pertanyakan air mata yang selama ini kau sajikan di depanku, untuk semua luka dan kesedihan yang kau sebutkan karena sisiku

Batas waktu qta tiba dan semestinya aq mampu membanggakanmu pada dunia betapa tangguhnya kau selama ini. Namun kau sayang, ?justru membuktikan sebaliknya.

Sayang,jika kau mengerti..

Bukan mereka yang merendahkan dirimu,melainkan kau yang menunjukkan padaku dan mereka betapa rendahnya dirimu.

Mereka melihat apa yang tak ku lihat dan aq tak melihat apa yang mereka lihat.?

Dan kau,justru menyamakan sudut pandang kami tentang dirimu, bahwa kau ?memang tak pantas.

?

?

  • view 116