Untuk segala sesuatu yang tidak bisa kamu paksa

memulai mengisi ruang kosong
Karya memulai mengisi ruang kosong Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2017
Untuk segala sesuatu yang tidak bisa kamu paksa

Kamu tahu? Pasti tidak tahu, hehehe, karena aku belum memberitahu, bahwa di dunia ada hal-hal yang tidak bisa kamu paksa. Seperti berbicara dengan tembok, suaramu akan memantul, tidak menamparmu, hanya tidak memberi jawab atas kata-kata itu.

Jangan bersedih, meski aku menuliskan banyak puisi sedih.

Jangan menyerah, meski tulisanku lebih banyak nada pesimis.

Lihat sekali lagi bola mataku, lalu kamu menjawab dimana bola mataku?

Ia ada dalam gambaran profilku ini.

Jika sudah melihatnya, maka aku akan menceritakan sesuatu hal kepadamu.

Satu bola mata yang kamu lihat adalah bola mata yang mengalami amplitudo hidup yang naik turun tanpa aba aba. Aku seperti diterjunkan dari lantai 10 ke bawah tanpa tangga atau peralatan keselamatan. Namun entah di beberapa hari kemudian ada Pahlawan Super yang membuat aku tenang ketika harus menjalani terjun tanpa payung. Pahlawan Super yang ku maksudkan adalah TUHAN. Entah TUHAN dalam kepercayaan apa yang kamu pandang, namun yang aku maksud adalah yang Sesosok yang tahu kapan aku lahir tahu kapan aku mati, tahu kapan aku tertidur dan tahu kapan aku terbangun, ya Sesosok yang kita Sebut MAHA TAHU, Dia adalah Pahlawan Super-ku.

Berbicara masalah cinta, aku ingin bercerita tentang cinta yang pernah aku minum dan aku makan. Masuk ke langit-langit mulutku, terasa manis di lidahku, berkunjung di tenggorokanku lalu entah kemana ia pergi selanjutnya? Sebab akhir yang aku dapati adalah tubuhku kaku, mataku keluar air, kemerahan dan sekitarnya membengkak, tanganku terus menyentuh pahaku dan mengelusnya seakan dia mau bilang bahwa aku akan bisa melewatinya. Lucu? Yang semula begitu indah kemudian menjadi luka.

Marah karena kecewa, respon yang terjadi. Sedih ingin menjerit. Sesuatu yang tadinya berjalan baik-baik saja kemudian beberapa waktu sudah tidak baik-baik saja. Apa ini? Mengapa begini? Bila patkay dari cerita sun go kong selalu saja berusaha untuk dapat memutar waktu, maka bila bisa, kita juga akan melakukannya.

Tapi aku sudah tidak ingin meneruskan amarah. Bila bara amarah itu masih ada maka biarlah aku dekat-dekat dengan kipas dan meminum beberapa gelas teh manis dingin yang segar supaya bara itu tersiram dengan angin dan air dingin. Aku di hadapan laptop yang sudah berusia 7 tahun bersamaku ingin berkata kepada diriku sendiri dan mungkin kepadamu yang tanpa sengaja membaca sampai di paragraf ini.

 

Ada yang tidak bisa kita paksakan, hal itu bukan hanya satu bukan juga dua.

Meski demikian bukan berarti Tuhan tidak sayang, tiada juga enggan memperhatikan keluhan.

Kita hanya diminta untuk mengingat bahwa tiada keabadian selain DIA YANG ADALAH SATU ADALAH YANG ABADI.

Cintamu kepada manusia yang rupawan hari ini akan berubah dengan kecewa, menjadi hambar, menyisakan trauma dan bila beruntung akan mampu memaafkan.

Kecewamu hari ini kepada manusia yang mendukakan akan berubah menjadi maklum dan pelukan untuk kembali berjuang (lagi).

Tidak ada yang konstan, kita bergeser, karena harus mengantri putaran roda, yang terkadang menempatkan kita di bawah, dan lalu kemudian di atas.

Entah berapa lama waktu pergantian itu, sesungguhnya hanya Tuhan yang tahu.

Jadi bersandarlah, jangan menahannya seorang diri, membangun talang, hingga pecah dan lalu engkau trauma bukan kepalang.

Bersujudlah hingga keluar air mata, maka seketika atas hal yang tidak bisa kamu paksa, tanganmu akan melepas dengan rela nan bahagia.

Lain kali, jangan pendam sedih sendiri lagi, bila sosial mediamu hanya kepedulian hoax yang basi, maka berita tentang TUHAN yang mampu merelakan hati adalah fakta yang menggetarkan denyut nadi.

:") sudah selesai membaca? tolong berikan senyummu dari tempat yang tidak aku ketahui ini.

  • view 75