Ternyata Anak Perlu Diajak Berolahraga Sejak Masih Kecil

Mellisa Nasution
Karya Mellisa Nasution Kategori Kesehatan
dipublikasikan 26 Mei 2018
Ternyata Anak Perlu Diajak Berolahraga Sejak Masih Kecil

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat memicu hormon pertumbuhan pada anak. Maka, salah satu cara untuk menambah tinggi badan anak adalah dengan meminta si kecil bergerak sesering mungkin. Biasanya anak akan melakukan kegiatan olahraga secara teratur di sekolah atau klub. Namun bila si balita belum bersekolah, Ayah dan Ibu tak boleh lupa mengajak anak berolahraga setiap hari.

Nah, sebelum mengajak dia beraktivitas fisik, orangtua mesti memahami aturan berolahraga untuk anak. Pertama, waktu yang dibutuhkan untuk anak beraktivitas fisik paling tidak 2 jam per hari. Kedua, jenis olahraga harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Anak usia dini hanya bisa menguasai kemampuan motorik sederhana. Saat usia anak semakin bertambah, keterampilan fisiknya berkembang sehingga bisa melakukan variasi gerakan yang lebih kompleks. Menurut artikel Why Most Kids Quit Sports, berikut panduan memilih olahraga untuk anak sesuai tahapan usia mereka:


- Olahraga Untuk Usia Balita

1. Pada umur 1,5 tahun
, anak baru bisa berjalan dan berlari meskipun sesekali terjatuh. Orang tua bisa mengajak anak berolahraga dengan berjalan santai atau berlari kecil. Bila aktivitas ini dilakukan di luar rumah, jangan lupa selalu mengenakan celana panjang agar anak tidak terluka saat terjatuh.

2. Di usia 2 tahun, kemampuan anak berjalan dan berlari akan semakin mahir. Dia pun akan mulai menguasai cara melompat dan berdiri dengan satu kaki. Sehingga si kecil bisa melakukan aktivitas fisik yang lebih bervariasi dan dipadukan dengan permainan. Anda bisa mengajak anak mengejar mainan, mendorong ayunan dan bermain lompat kodok.

3. Pada usia 4-5 tahun, anak mulai mengenal aturan walaupun tidak mengikutinya setiap saat. Sehingga dia mulai dapat dajak bermain dalam permainan yang lebih terstruktur. Salah satu permainan yang bisa diajarkan pada anak adalah bowling dengan bola dan pin plastik. Permainan ini akan mengasah kemampuan motorik anak, khususnya komponen koordinasi, ketepatan, dan keseimbangan.


- Olahraga untuk Anak Usia 6-9 Tahun

1. Renang
Merupakan olahraga kardiovaskular yang baik untuk meningkatkan denyut jantung, melancarkan sirkulasi darah dan membangun kekuatan otot. Selain itu, kegiatan ini juga akan membentuk tubuh anak sehingga tidak tampak gemuk dan bungkuk. Aktivitas ini menjadi salah satu favorit pilhan anak-anak karena pada dasarnya mereka suka bermain air.

2. Lompat Tali
Ketika kemampuan anak melompat dan mendarat sudah mantap, orangtua bisa mengajaknya bermain lompat tali. Si kecil bisa menggunakan tali skipping atau karet yang dijalin sehingga menyerupai tali panjang saat melakukan permainan ini. Saat anak melompat di antara tali yang berputar, maka dia tengah membakar kalori, melatih otot tubuh, serta mengoptimalkan pertumbuhan tulang belakang, tulang paha, dan tungkai.

3. Monkey Bar
Permainan monkey bar dilakukan dengan cara bergelantungan di tiang besi. Saat melakukan monkey bar selama 10 detik, maka kekuatan otot tangan dan lengan akan lebih terlatih. Selain itu, pada posisi menggantung, berat badan anak akan menarik tulang belakang sehingga lurus dan tegak.


- Olahraga untuk Anak Usia 10 Tahun

1. Basket
Saat bermain basket, anak akan melakukan berbagai variasi gerakan seperti lari, lempar-tangkap bola, dan melompat. Dengan demikian seluruh tubuh anak bergerak aktif dan membuat badannya menjadi bugar. Selain itu, dia akan belajar mengatur tenaga saat melempar bola ke sasaran ring.Permainan basket yang dilakukan bersama tim juga akan mengasah keterampilan sosial. Dia akan belajar bekerja sama dan menahan diri untuk tidak egois. Sementara itu otaknya juga akan terasah karena anak dituntut untuk bisa mengatur strategi terbaik. Dia juga berlatih mengambil keputusan cepat saat mengoper bola.

2. Lompat Trampolin
Lompat di atas trampolin adalah kegiatan yang seru sekaligus menyehatkan. Aktivitas fisik ini dapat melatih kesehatan jantung dan otot, terutama tungkai dan perut. Lompat trampolin juga bisa menjadi pilihan mengatasi obesitas pada anak. Dengan melakukan olahraga ini secara rutin selama 30 menit, 3-4 kali sepekan, maka lemak dan kalori yang ada dalam tubuh akan terbakar.


Jangan lupa sesuaikan dengan umur anak juga ya kalau ingin mengajaknya berolahraga. Karena setiap tingkatan pasti memiliki perbedaan dalam segi fisik dan juga jenis olahraga yang dilakukan. Selamat berolahraga, tetap semangat ya berpuasa!

  • view 28