Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Proses Kreatif 7 Mei 2018   14:43 WIB
Permainan Anak Yang Mendidik di Era Digital dan Implikasinya Bagi Anak

Permainan anak yang mendidik pada PAUD bisa dikatakan besar sekali implikasinya terutama untuk tumbuh kembang anak itu sendiri. Terlebih lagi banyak sekali jenis permaian anak usia dini, baik yang bersifat menghibur sampai yang bersifat mendidik.
Oleh sebab itu, Anda jangan sampai asal pilih permainan tersebut. Kenapa? sebab setiap anak melewati beberapa fase tumbuh. Maka dari itu pentingnya tahu banyak mengenai berbagai contoh permainan paud secara kelompok dan manfaatnya. Pentingnya permainan kelompok memang sudah tidak diragukan lagi. Banyak sekali hal positif yang bisa dipelajari oleh si kecil jika terbiasa memainkan permainan kelompok semacam ini.


Hakekat Bermain Bagi Anak

Sebelum mengulas lebih jauh lagi mengenai contoh permainan paud secara kelompok dan manfaatnya, sebaiknya pahami dulu sebenarnya seperti apa hakekat bermain untuk anak itu sendiri. Pada dasarnya, dengan bermain anak bisa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, baik fisik, bahasa, dan prilaku (psikososial dan emosional).
Dengan bermain, anak dibiasakan untuk menggunakan seluruh aspek panca inderanya sehingga menjadi terlatih dengan baik. Bahkan bermain secara alamiah bisa memotivasi anak untuk mengatahui sesuatu  secara lebih mendalam lagi.


Karakteristik Bermain Anak

Penting sekali bagi para orang tua untuk tahu seperti apa karakteristik bermain anak. Anak umumnya bermain lebih bebas dari aturan-aturan. Terkecuali jika si kecil membuat aturannya sendiri. Umumnya bermain dilakukan seolah-oleh kegiatan dalam kehidupan nyata. Selain itu, rata-rata saat bermain anak lebih terfokus pada perbuatan atau kegiatan ketimbang hasil akhir. Keterlibatan dan interkasi anak juga sangat dibutuhkan.


Tujuan Permainan Untuk Anak

Sebaiknya selalu berikan jenis permainan yang bisa menanamkan kebiasaan disiplin serta tanggung jawab pada diri anak. Selain itu, permainan tersebut sebaiknya juga bisa sekaligus melatih anak untuk selalu bersikap ramah, suka bekerja sama, dan peduli. Permainan anak yang baik harus bisa menanamkan budi pekerti yang baik untuk anak. Paling tidak anak semakin paham mengenai konsep moral paling dasar, seperti benar, salah adil, curang, jujur, bohong, dan lain sebagainya.

Selain itu, sebaiknya permainan tersebut juga bisa melatih anak untuk semakin berani serta memiliki rasa ingin tahu yang terus
meningkat. Dan yang terpenting adalah dapat melatih anak untuk selalu cinta lingkungan.


Manfaat Mengajarkan Permainan Berkelompok Bagi Anak

Bermain secara kelompok tentunya lebih banyak manfaatnya dibanding bermain sendirian. Terlebih lagi jika jenis permainan yang dilakukan adalah permainan edukatif. Selain bisa mencerdasakan otak si kecil, bermain secara kelompok juga bisa semakin mengasah kerjasama dan panca indra si kecil.

Tidak hanya itu saja, permaianan kelompok seperti ini juga bisa semakin memacu kreatifitas si kecil. bahkan bisa dijadikan sebagai media terapi, melatih empati, dan melakukan penemuan-penemuan baru.


Kenapa Anda Harus Merancang Permainan Yang Baik Untuk Anak?

Sebenarnya dasar pemikiran yang melandasi kenapa harus memilih atau merancang permainan yang baik dan sehat untuk anak adalah:

  1. Apapun jenis permainan ketika dirancang dengan baik bisa dijadikan sebagai sarana pengembangan kemampuan anak. terlebih lagi setiap anak berhak memperoleh pengalaman yang sehat dan bersifat positif.
  2. Anak memiliki kebutuhan penting yang harus selalu dipenuhi, salah satunya adalah bermaian. Dan sebisa mungkin anak adalah unsur terpenting dalam setiap permainan anak.
  3. Ternyata perilaku bermain bisa memperngaruhi pandangan anak mengenai dirinya, orang lain, serta dunia yang ada di sekelilingnya.


Aktivitas bermain penting untuk selalu di evaluasi secara berkala guna melihat seperti apa dampaknya terhadap perkembangan anak itu sendiri, apakah termasuk permainan anak yang mendidik ataukah tidak. Selamat mengaplikasikannya di rumah.

Karya : Mellisa Nasution