Sambut Fenomena Alam, Para Santri melakukan Solat Gerhana Matahari

Mella EL Maula
Karya Mella EL Maula Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Maret 2016
Sambut Fenomena Alam, Para Santri melakukan Solat Gerhana Matahari

Tahun ini merupakan tahun yang istimewa, selain betepatan dengan tahun kabisat, di tahun 2016 ini seluruh dunia dan Indonesia khususnya mengalami fenomena alam berupa gerhana matahari, fenomena alam ini merupakan peristiwa yang langka, sebab tidak setiap tahun peristiwa ini dapat terjadi, terakhir fenomena alam ini muncul ketika tahun 1983, kemunculan gerhana matahari merupakan fenomen alam yang kemunculannya bisa diprediksi secara berkala melalui perhitungan astronomi atau metafisika.

Menyambut fenomena tersebut para santri dari Pon.Pes Al Fattah melakukan kegiatan solat kusuf atau solat gerhana matahari secara berjamaah dengan bertempat di Masjid Nurul Iman pada Rabu (09/03) tak hanya santri masyarkat sekitar dan beberapa anak kos yang bertempat tinggal di sekitar pondok Al fattahpun juga ikut berpartisipasi dengan melaksankan solat gerhana matahari bersama-sama dengan para santri.

Solat yang dilaksanakan dua rakaat tersebut, sebelumnya di awali dengan solat dhuha sendiri-sendiri, kemudian di lanjut dengan solat kusuf. Seusai solat pengasuh pondok pesantren Al Fattah K.H Mohammad Mahbub, memberikan sebuah khotbah yang di dalamnya berisi, agar para santri dan jamaah sekalian untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, dengan adanya fenomena alam berupa gerhana matahari ini, menunjukan bahwasannya begitu besar dan agungnya kuasa Allah,dengan kehendak-NYA Allah mengatur sedemikian rupa sirkulasi alam sehingga ada matahari, ada bulan, terjadinya siang dan malam, jika tak ada pola seperti itu mungkin manusia tidak akan bertahan hidup di dunia ini. Kemudian beliau berpesan janganlah kait-kaitkan peristiwa alam ini, dengan berbagai mitos-mitos atau melaukukan kegiatan-kegiatan yang diluar nalar. Seperti cerita-cerita orang jaman dulu yang kita dengar, ketika gerhana matahari tiba, masyarkat mempercayai bahwa apabila pohon-pohon yang ada di sekitar rumah di goyang-goyangkan maka pohon tersebut akan berbuah, atau menghempas-hempaskan sapu lidi ke pohon yang tujuannya sama agar pohon dapat berbuah, dan ada mitos lagi bahwasannya bagi seseorang yang belum berjodoh ketika datang gerhana matahari untuk ritual berendam di dalam air yang berada diwadah, yang bertujuan agar segera mendapatkan jodoh, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang orang-orang terdahulu lakukan ketika gerhana matahari muncul, dari ulasan tersebut pengasuh pondok Al Fattah K.H Mohammad Mahbub berpesan bahwasannya janganlah salah paham atau melakukan hal-hal mistik ketika fenomena gerhana matahri muncul, karena sejatinya mohonlah dan mintalah segala sesuatu yang kita butuhkan hanya kepada Allah, jangan percaya pada alam, karena alampun di kendalikan oleh Allah yang maha kuasa. Mintalah apa yang di butuhkan dengan senantiasa berdzikir, meningkatkan ibadah, meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kita, karena masih di beri kenikmatan dan kesehatan untuk melihat fenomena alam yang ada.

Seusai khotbah berlangsung para santri baik putra maupun putri melanjutkan kegiatan dengan muqodaman atau membaca Al Qur?an setiap santri membaca satu juz ayat Al qur?an sehingga 30 juzpun selesai terbaca. Itulah kegiatan santri dalam lingkungan pesantren ketika masyarakat luas banyak yang menantikan momen gerhana matahari dengan mengabadikan lewat jepretan lensa kamera para, santri enyambutnya dengan solat kusuf bersama-sama.

  • view 123