Mencetak Kader Militan Melalui Pelatihan Penulisan

Mella EL Maula
Karya Mella EL Maula Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 Maret 2016
Mencetak Kader Militan Melalui Pelatihan Penulisan

?

Menulis adalah pekerjaan menuangkan pikiran, gagasan dan menyebarkan informasi melalui komnikasi pasif, karena menulis adalah bentuk sebuah komunikasi, tidak semua orang mampu menuangkan gagasannya kedalam bentuk tulisan, namun sejatinya semua orang dapat melakukan atau menciptakan sebuah karya tulis, tinggal bagaimana orang tersebut untuk menumbuhkan kemauannya untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.

Untuk menyebarkan semangat tentang penulisan, dua hari yang lalu bertepatan pada tanggal 5-6 Maret 2016, beberapa santri dari Pon.Pes Al Fattah Krapyak, kartosuro, Sukoharjo telah melakuan Pelatihan Penulisan Santri yang mengangkat tema ?Santri adalah Kunci? dalam kegiatan tersebut santri mendapat materi-materi untuk memantik dan menumbuhkan semangat para santri dalam bidang tulis menulis, seperti materi Over view tentang pentingnya penulisan, Islam Rahmatan Lil?alamin, dan meteri utama yaitu Pelatihan penulisan, tentang pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) serta pelatihan menulis tingkat lanjut tentang bagaimana cara mudah untuk menulis, yang di sadur dari materi sang penulis terkenal Fahd Pahdepie, ketika pelatihan dan Work Shop penulisan untuk Santri, yang diadakan oleh Pusat Study Pesantren dalam kegiatan Suara Pesantren, yang diangkat kembali dan disampaikan oleh alumni pelatihan penulisan seperti yang di sebut di atas dalam pelatihan penulisan di Pon.Pes Al Fattah.

Dengan pelatihan penulisan yang mengangkat tema ?Santri adalah Kunci?. Diharapakn para santri mampu berkontribusi dalam lingkungan pondoknya, masyarkat sekitar, dan lebih luas lagi bangsa dan agama, karena santri adalah individu yang memiliki risalah kenabian, sehingga di harapkan dengan pelatihan penulisan yang telah terlaksakan dapat menciptakan santri yang menjadi kader-kader militan untuk membuka gerbang pemikiran para umat, tentang islam yang sesungguhnya, dan menjadi kunci bagi gudang berbagi ilmu baik agama mapun umum, karena santri adalah seseorang yang memiliki posisi strategis untuk meneruskan dakwah para ulama dan membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, salah satunya dengan cara yang satu ini yaitu melalui media tulisan, berdakwah lewat menulis, menyambung ilmu dan mengikatnya lewat penulisan, karena perlu di ingat kembali tradisi menulis adalah tradisi santri, tradisi orang pesantren, ulama-ulama terdahulu banyak menciptakan ratusan bahkan ribuan karya dalam bentuk tulisan, seharusnya generasi muda terkini yang statusnya juga menjadi seorang santri, untuk mengikuti jejak para kyai, ulama dan pendahulu kita, untuk mensyiarkan ajaran agama yang benar salah satunya melalui tulisan. Maka dari itu santri perlu menulis karena menulis adalah poses mengabadikan diri.

  • view 177