Mari Belajar Toleransi Umat Beragama di NTT

Meky Umbu Marapu
Karya Meky Umbu Marapu Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 Juni 2016
Mari Belajar Toleransi Umat Beragama di NTT

Di tengah maraknya isu seputar diskriminasi agama, masyarakat Indonesia boleh menengok sejenak ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Titik cerah nampak di provinsi ini. NTT dinilai sebagai provinsi yang memiliki teladan baik soal kerukunan umat beragama.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mewakili pemerintah dan rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat trofi kerukunan umat beragama sebagai juara pertama tingkat nasional.

Penganugerahan trofi kerukunan umat beragama oleh Menteri Agama (Menag) RI pada tanggal 30 Desember 2015 menjadi hal yang membanggakan masyarakat Flobamora-NTT.

Bagaimana tidak, di tengah begitu banyak predikat negatif yang disandang Provinsi NTT selama ini, seperti daerah miskin, tertinggal, dan SDM rendah, muncul penghargaan di bidang kerukunan agama, sungguh mengubah citra NTT tidak sekadar positif, melainkan suatu nilai super karena kerukunan beragama saat ini menjadi sesuatu yang mahal di tengah begitu maraknya konflik dan pertikaian berlatar belakang agama

Gubernur NTT menerima penghargaan, sebagai provinsi tertoleransi di Indonesia.

Tentunya masih ingat pula, dimana putri NTT di ajang KDI tahun lalu, berasal dari Muslim, dan kami sangat mendukung beliau, kami tidak memndang dia dari agamanya, tapi dari persaudaraan. Dan akhirnya dia meraih juara dua dalam kontes itu. Ini adalah bukti bahwa NTT merupakan daerah toleran, tidak memilih, dan tidak melihat agamanya.

                                                 **********************************************

Masih ingat pula dimana seorang putra dari Muslim, siap melayani Tuhan dan sesama, dengan menjadi sorang pastor, yang ditabiskan di Pulau Flores, NTT. Mama dari pastor ini hadir dengan memakai jilbab, untuk merestui keterpanggilan putra kesayangannya.

Setiap perayaan besar agama, baik agama Kristen maupun muslim, kami segenap masyarakat NTT mendukung hari Raya, dengan turut membantu menjaga suasana yang kondusif, bahkan ada yang bersedia menjaga parkiran, menata umat, menerima tamu, dan lain-lain. Di kantor, teman-teman dari agama Muslim, selalu diingatkan untuk beribadah 5 waktu, meskipun pekerjaan lagi menumpuk. Kami sediakan tempat untuk beribadah, berwudhu, dan menjaga ketenangan selama mereka beribadah.

Pada saat hari Natal, tidak sedikit teman-teman dari agama Muslim memberi selamat, bahkan tak segan-segan membantu kami menyiapkan makanan untuk tamu yang lain, begitupun dalam hari Raya Lebaran, kami selalu menjaga kerukunan itu dengan saling mengunjungi, saling mengingatkan, menjaga ketenangan, dll.

Mari belajar toleransi dari daerah kami, karena kita satu tujuan, hanya beda tempat beribadah dan tata cara beribadahnya saja. Kita Bersaudara dalam Tuhan.

 

************************************************************************************************************

Salam Hangat dari NTT.

 

  • view 975