Toleran tak sebatas dukungan

mei ria
Karya mei ria Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Februari 2016
Toleran tak sebatas dukungan

?

Kaum-kaum Luth semakin naik daun belakangan ini ya. Mereka mulai unjuk gigi untuk diakui. Tak hanya itu, ternyata mereka didukung pula oleh sejumlah tokoh yang anehnya, pasangan mereka sendiri juga lain kelamin dan punya keturunan.

kalau bersikap individualistis, tentu kita akan menutup mata dengan fenomena ini. Toh, saya masih normal. Eee....tunggu dulu, setelah baca sana-sini, ternyata ditemukan fakta bahwa kaum tersebut justru lebih beresiko mengidap Aids. Yaa...kalau penyakit itu tidak menular, cukup dia sendiri yang merasakan, yaaa terserah. Faktanya, Aids adalah penyakit menular yang mematikan, yang obatnya sendiri belum ketok palu apakah benar-benar ampuh. Kalau penyakit itu ditularkan kepada kita, teman-teman kita, atau saudara kita, hihiiiii.....can?t imagine yaaa.

Jangan lagi berkilah atas nama HAM, kalian pikir yang melakukan riset, pengobatan terhadap penyakit ?kutukan? itu aktivis HAM? Kalian yakin kalau kalian meninggal segalanya akan diurusi oleh komunitas??? Apakah ada riwayat bayi yang lahir dengan orang tua yang sama kelaminnya? Kalian pikir kalian amoeba yang lahir karena membelah diri atau seperti lumut yang nongol karena spora???

Apresiasi saya untuk beberapa presiden di negara-negara benua hitam yang menyeru menolak LGBT, bahkan ada yang berkeinginan untuk melamar presiden adidaya yang menyetujui keberadaan kaum LGBT itu. Lalu bagaimana dengan pemimpin negeri ini yang nota bene negara Islam terbesar di negeri ini? Ayolah.....kasak-kusuk semakin kencang. It?s not about religion, karena semua agama, saya yakin menolaknya kecuali agama SS ( Selalu Senang ), ya itu, apa yang dicari hanya kesenangan tanpa berfikir akibatnya lebih jauh.

Kalau sekedar kecam-mengecam, enggak akan terdengar gaungnya pakdhe. Atau, pakai cara ekstrem. Seperti yang dilakukan Belanda terhadap pemimpin kita , mengasingkan. Negara ini kan punya banyak pulau. Kasihlah satu pulau buat mereka, dan jangan bolehkan mereka meninggalkan pulau tersebut selama lima atau sepuluh tahun. Kita lihat, apakah populasi mereka bisa bertambah??? Kenapa diasingkan? Biar nanti kalau mau diazab dengan hujan batu cukup pulau itu saja hihiiii.....

Ini bukan masalah tidak toleransi. Kalau kalian sayang dengan sahabat yang terjerumus di black hole ( alamakkkk.....macam astronom saja), cobalah untuk menggiring mereka ke jalan yang benar, bukan berteriak-teriak mendukung sementara kalian hetero yang mempunyai pasangan yang beda kelamin. Layaknya sandal jepit, enak dipakai kalau sandalnya itu berpasangan, serupa namun tak sama, sama ukuran tapi beda tipis bentuknya. Sebaliknya, kalau pakai sandal kanan semua, atau kiri semua, tentu saja enggak enak dipakai.

?

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  • view 159