Gerak Refleks

meilinda dwi pertiwi
Karya meilinda dwi pertiwi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 Juni 2016
Gerak Refleks

"Pas ditinju, refleks kita ngeles ke kiri atau ke kanan. Bagaimana kita akan mengubahnya menjadi menunduk? Wong refleks itu kata para ahli gerakan tak sadar." ? Sujiwo Tejo

Tak percaya? Mari kita praktikkan. Aku akan memukulmu, dan kita lihat kau akan mengelak ke samping atau menunduk. Pasti ke samping, kan? Entah itu ke kiri ataupun ke kanan. Iya, kan?

Masih belum percaya? Sekarang coba praktikkan dengan Mamamu. Kau pukul Mamamu, dan lihat apa reaksinya. Apakah ia balas memukulmu atau diam saja sambil dalam hati mengutukmu.

"Anak durhaka!"

Ah, sudah abaikan. Ini bukan tentang Mamamu, tapi ini tentang gerak refleks apa yang harus dilakukan untuk menghadapi gangguan, ancaman dan hambatan dari pihak luar. Baik itu secara sadar maupun tidak sadar. 

Jika suatu saat nanti kau ditampar dengan kegagalan, apa gerak refleks yang paling mungkin kau lakukan? Berdasarkan pemahaman Mbah Sujiwo Tejo di atas, jika saraf motorik dan sensorikmu masih waras, kau seharusnya ngeles ke kiri atau ke kanan. Mencari celah dan menemukan kemenangan melalui jalan lain?kiri atau kanan. Bukan malah menunduk, pasrah dan menyerah.

Kawan, tentu saja Tuhan tak menciptakan gerak refleks hanya untuk merespon saat terinjak paku, terpegang panci panas, atau terpukul oleh pacarnya si mantan. #ehh

Masih banyak rangsangan-rangsangan lain yang membutuhkan respon gerak refleks. Salah satunya, ya itu tadi, saat nanti kau gagal.

Pernah kukatakan padamu, Kawan, bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan berhasil yang sama. Itu berarti kita juga memiliki kemungkinan gagal yang sama pula. Tapi tingkat kemungkinan kegagalanmu bisa saja berkurang, tergantung bagaimana kau menyikapinya. Dan jika nanti, saat kegagalan itu datang, sudah siapkah kau menghadapinya? Bagaimana caranya?

Sudah kubilang, jika saraf motorik dan sensorikmu belum edan, maka hal yang paling masuk akal yang akan kaulakukan saat gagal adalah menyelinap, menikung, serong kanan, serong kiri untuk mendapatkan keberhasilan lainnya. Jika nanti ku gagal, kau akan terus berusaha sekuat yang kau bisa. Menghindari kegagalan yang mengintaimu dari depan, belakang, atas, bawah, diagonal kanan, dan diagonal kirimu. Kau akan jadi orang terbijak di Indonesia setelah Mario Teguh sambil terus bergumam, "Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda."

Jika kau masih mampu melakukan gerak refleks dengan baik dan benar, maka kau tak akan memalingkan wajahmu dari fokus yang ingin kau capai. Kau takkan menunduk, menatap tali-temali sepatumu yang sekarang malah mengikat kedua kakimu, hingga tak bisa digunakan untuk berlari, atau bahkan berjalan. Kau takkan biarkan dagumu tertunduk layu. Kau takkan menyerah. 

Jika saraf-sarafmu masih berfungsi dengan baik, kau tentu takkan mampu menghalangi gerak refleksmu sendiri. Aku harap, saraf motorik dan sensorikmu memang masih bisa diandalkan. Kau tahu, orang yang saraf-sarafnya sudah rusak, takkan hidup lama lagi, karena ia takkan mampu melakukan gerak refleks untuk mencari keberhasilan yang tak bisa didapat lewat gerak sadar.

Kawan, jagalah saraf-sarafmu, dan selalu ingat bahwa gerak refleks yang paling baik itu gerakan ke kiri atau ke kanan, bukan ke bawah. 

Kuharap kau mengerti apa yang aku maksud.

 

  • view 171