Kegagalan Sebenarnya

meida prastiwi
Karya meida prastiwi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2017
Kegagalan Sebenarnya

Ini terungkap waktu aku mengikuti satu proses wawancara dalam sebuah seleksi program beasiswa. Banyak peserta usai wawancara yang bilang kalau peng-interview-nya baik-baik. Tapi endingnya ada satu pertanyaan yang bikin mereka termenung. Hingga akhirnya tiba giliranku diwawancara. Sepanjang waktu aku menunggu pertanyaan itu ditanyakan padaku (pertanyaan yang bisa bikin merenung itu).

Setelah berbagai materi wawancara diberikan, akhirnya peng-interview menanyakan satu pertanyaan penutup, “Apa kegagalan terbesarmu?”

Apa ini mungkin ya pertanyaannya?, batinku.

Jujur, aku sempat mikir pertanyaan ini bakal keluar. Aku juga sudah menyiapkan jawabannya. Tapi, rasanya kalau aku nggak jujur kok nggak asik aja. Hehehe… karena sebetulnya aku belum pernah merasa begitu kecewa atau gagal kecuali satu hal. Dan yang satu itulah yang akhirnya aku ucapkan sebagai jawaban.

Dulu, aku mendapat tawaran untuk masuk SMA dengan jalur prestasi karena jadi juara tingkat propinsi di sebuah kompetisi seni saat SMP, tapi dengan pilihan SMA yang bukan SMA impianku, SMA 1. Dinas memilihkan SMA 3. Aku memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Aku pikir, ya kan rejeki masak ditolak. Toh SMA 3 juga favorit di kabupaten. Tapi ternyata, pilihanku masih meninggalkan bekas sampai sekarang. Bekas penyesalan karena aku tidak memperjuarkan mimpi masuk SMA 1 dengan serius.

Lalu peng-interview tanya lagi, ”Kalau ternyata kamu gagal dapetin apa yang kamu perjuangkan, gimana?”

Aku jawab, “Setidaknya saya tau kepantasan saya, dan bisa jadi saya tidak merasa menyesal karena saya sudah berusaha memperjuangkan mimpi saya sebaik mungkin.”

From that moment on, aku sadar bahwa hakikatnya setiap mimpi ingin diperjuangkan. Dan sejatinya, kegagalan terbesar adalah kegagalan atas diri kita sendiri. Mungkin saat-saat perjuangan memang terasa begitu berat. Tetapi lebih berat menanggung penyesalan atas perjuangan yang tidak tuntas.

 

 

Ditulis tanggal 25 Januari 2017

  • view 98