Masa dan Manusia

meida prastiwi
Karya meida prastiwi Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2017
Masa dan Manusia

Aku tidak tau, jenis karya apa ini akan disebut. Sajak? Prosa? Puisi ? Atau sekedar tulisan dari lamunan saja.

Tapi tetap, ijinkan aku menyampaikannya padamu.

Ini adalah tentang bagaimana masa bersikap pada manusia.

Masa tidak pernah berhenti berjalan. Tidak pernah menoleh ke belakang, tidak ada kesempatan mengulang atau memperbaiki. Masa membuat kita menyesali cerita yang berlalu, sekaligus mengharap pada cerita yang akan datang.

Aku yakin kita, manusia, pernah mengingat-ingat bahwa ada yang tertinggal di masa lalu. Tapi, yang tertinggal dalam masa takkan pernah bisa kita ambil kembali. Masa begitu ketak mengikat kontrak dengan manusia. Tak ada kompromi, tak ada toleransi. Baik kepada raja hingga pengemis, masa berlaku sama.

Tapi manusia tak kurang akal. Meski tak mampu meminta toleransi atau kompromi pada masa, manusia tetap bisa mengakali masa. Itulah kenapa kamera diciptakan. Agar gambar dapat tersimpan dalam gambaran tak lagi hanya dalam anagn. Itulah kenapa buku sejarah dituliskan. Agar kisah-kisah yang lama terkubur masa bisa kembali diceritakan. Manusia begitu cerdik dengan ide-ide untuk mengalahkan siasat masa.

Tapi ada satu hal yang tak bisa manusia simpan dari masa. Ia lah rasa. Bagaimana rasanya ketika pertama kali kita melihat sinar mata seseorang yang pernah kita cinta di masa lalu, bagaimana rasa ketika kita melihat senyumnya yang seperti matahari, bagaimana kita melihatnya menangis dihadapanmu. Mungkin semua bisa kita lukiskan dalam kanvas, kita rekam gambarnya dalam film atau kita tuliskan dalam buku diari. Tapi rasa, akan terasa berbeda. Rasa adalah satu-satunya hal yang tak bisa diambil dan disimpan dari masa. Maka, nikmatilah rasa itu selagi bisa. Karena masa takkan berbaik hati memberi kesempatan untuk kita mengulanginya.

 

Ditulis tanggal 30 Agustus 2016

  • view 124