Maafkan Aku Ayah

Mega Sari
Karya Mega Sari Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 15 Januari 2018
Maafkan Aku Ayah

Lelaki yang setia mendidik  dengan semangat menafkahi kewajiban yang telah ditetapkan

 Lelaki yang paling berarti dalam hidup setelah ibu

Lelaki yang rela berjuang mati-matian, rela dicela,rela melakukan pekerjaan apapun selagi halal hanya untuk bisa membuat keluarga bahagia

 Walaupun seiring dengan waktu anak malah tak lagi mengiraukannya

 Dia malah dihindari, dicela dan tidak dianggap oleh darah dagingnya sendiri

Tapi tak pernah dia marah ataupun mendoa yang buruk kepada si buah hati

      Dia adalah Ayah

****************************************************

  Siang ini terasa berat sekali untuk melepaskan kepergian istri tercinta, seorang lelaki yang berusia 42 tahun ini dengan berat hati melihat istrinya harus dimakamkan,dengan meninggalkan seorang anak yang masih balita.Sehari setelah istrinya pergi lelaki itu terlihat sangat murung ditatapnya langit yang biru mengingatkannya dengan istri.Tapi,setelah beberapa saat terpikir lagi kepada anak tak mungkin dia tetap seperti ini, bangkilah dia,ditatap anaknya yang tengah bermain

   "kesini nak, kita bermain pesawat terbang. .."(ucap ayah dan memgangkat anaknya) 

 

  Diangkat anaknya keatas dan digoyangkan ke kiri dan kanan seperti pesawat terbang, setiap hari dia bekerja apa saja untuk anaknya, pernah sekali dia dipukul oleh seseorang bos yang dia jatuhkan barang

  

   "Kamu ini bodoh sekali!! Kalo kamu tidak ingin bekerja pulang sana! Jangan merusak barang saya! Saya tidak mau ta'u kamu harus ganti rugi"(ucap lelaki ganas itu sambil menoel kepala ayah) 

  "tapi pak,saya tidak punya uang"(ucap ayah meringis) 

 

  Langsung emosi lelaki ganas itu meluap, dihajarlah ayah dengan seenaknya,ayah tak melawan karena dia tau jika dia salah. Pulanglah ayaj dengan muka lebam,uang cuma 20000 ditangan, dibelilah makanan untuk anak tersayang. 

  "yeyy ayah pulang"(ucap anaknya sambil kesenangan) 

 

 Diangkat anaknya, dinaikkan dibahu

  "kita keliling..dunia.. "(ucap ayah)

  "yeyyyy"(ucap anaknya senang) 

 

 Hari demi hari berganti dengan seiringnya waktu,anaknya kini tumbuh menjadi anak yang cantik dan sering dipanggil putri.Sudah 10 tahun tak terasa anaknya sudah duduk dibangku 3Sma,tapi sikap yang dia tampilkan sekarang sungguh berbeda.Siang ini dia mengikuti les tambahan, putri pergi melupakan nasi nya, dilihat ayah nasi diatas meja pergilah dia ke sekolah putri

  "nak ini,nasi kamu kelupaan"(ucap ayah tersenyum) 

 Tiba-tiba temannya datang dengan pakaian bersih dan terlihat seperti orang kaya

  "ini ayah kam?? "(tanya salah seorang teman dengan tatapan tak percaya) 

  "bukan, ini itu pembantu aku"(ucap putri)

  Sakit hati ayah mendengarkan ucapan putri, tak percaya rasanya seorang anak tak menganggap nya, putri melihatnya dengan tatapan kesal dan marah ditariklah ayahnya

  "ayah!! Kenapa ayah kesini bikin aku malu saja!!"(bentak putri kasar) 

  "ini ayah nak"(ucap ayah dengan nada sedih) 

  "pulanglah yah!! Bikin malu aja tau gak, lihat pakaian ayah kotor begini"(ucap putri sambil menunjuk baju ayah)

 

  Pulanhlah ayah dengan perasaan sangat sedih,dipikirkannya putri yang telah lama dia urus, tapi akhirnya dia membenci, pertanyaan bermunculan

  "apa salah ku tuhan!! "

  "kenapa anakku sendiri membenci "

 Pertanyaan itu terbayang berulang kali,hari demi hari kelakuan anaknya kian menjadi bukan lagi tak dianggap tapi malah dicela,dihina pun ada. Berdoalah ayah sepanjang hari kepada tuhan berharap tuhan menyadarkan anaknya,setiap hari ayah bekerja keras menjadi apapun,buruh cuci, pengangkat barang, sampai pembantu pun ia lakukan untuk bisa membayar. Sekolah anaknya.

   Seiring berjalannya waktu anaknya kini telah menjadi seorang pengusaha  terkenal, harta, rumah, perusahaan apapun dia miliki,sampai-sampai anaknya enggan untuk mengingat masalalunya yang kelam,ayahnya pun dia tinggalkan sendirian. 

  Ayah datang membawa pakaian yang telah dililitnya dengan kain sarung,berharap jika sampai dirumah anaknya dia bisa diterima,kangen sekali rasanya,telah lama tidak bertemu, dihari tuanya dia ingin sekali tinggal dirumah anaknya, diurus nya pun jika bisa itu sudah bahagia, menghabiskan masa tua.sesampainya disana bahagia sekali dia melihat rumah anaknya yang kian besar, mobil bagus.

 

     "permisi"(ucap ayah)

 "siapa bikkk"(ucap seorang wanita dari dalam rumah) 

  Pembantu nya keluar dengan senyuman

  "seseorang lelaki nyoya, pakaiannya lusuh"(ucap pembantu) 

   Keluarlah putri betapa terkejutnya ketika melihat lelaki itu,mukanya memerah

  "kenapa ayah  datang!! "(bentak putri) 

  "ayah hanya ingin menghabiskan waktu ayah bersama mu nak"(ucap ayah)

  "hah!!tidak!aku tidak akan menerima ayah!! Pergilah"(ucap putri dan mendorong keras badan ayah) 

 

   Terbentur badan ayah di sebuah vas bungga,sakit rasanya, sesak sekali dia.Berjalanlah dia pergi meninggalkan rumah anaknya,semakin jauh.Beberapa hari dia tidur dijalanan, mencari makan di tong sampah atau harus meminta, umur 82 tahun sudah tak banyak lagi tenaga untuk bekerja,jangankan harus bekerja berjalan jauh pun kaki sudah pegal dan sakit.

   Ditatapnya langit biru diingat anaknya yang masih kecil dulu sangat sayang sekali kepada dia, ditatapnya langit yang menggambarkan betapa lucu anaknya,dilihat lagi awan putih diingatkan pada anak, istrinya tercinta.Lemparan koran memudarkan lamunanya, dilihatnya koran dengan mata yang sudah rabun tapi masih bisa terbaca 

  "putri si pengusaha besar jatuh sakit! Dan membutuhkan donor tulang sumsum belakang"(ucapnya dalam hati) 

  Betapa terkejutnya dia,putri anaknya sakit.Berjalanlah dia dalam kondisi sakit,sesampainya dirumah sakit

 

   "dok apa benar, ada pasien yang bernama putri"(ucap ayah)

  "ada pak, maaf bapak siapa ya?"(tanya suster) 

  "saya ayahnya dan saya yang akan mendonorkan sumsum tulang belakang saya kepadanya "(ucap ayah cepat) 

 

  Suster itupun mengangguk dan segera membawa ayah menemui dokter, pemeriksaan dijalankan dengan benar dan hasilnya cocok, besok adalah waktu bisa menyelamatkan anaknya. Operasi hari ini dimulai, dilihat anaknya yang menutup mata, sedih hatinya.Ketika operasi dimulai disuntiklah ayah, sekarang dipikiran ayah adalah wajah istri tercinta yang telah bahagia di syurga,terbayang lagi wajah anaknya yang masih kecil, lembut sekali hatinya, sayang sekali dia kepadanya.

   "dok siapa yanh mendonorkan sumsum tulang belakang kepada saya"(ucap putri pelan) 

  "seorang lelaki, dan kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya"(ucap dokter) 

  "siapa dok, dok saya ingin menemuinya"(ucap putri) 

 

   Diantar kan suster putri yang melihat wajah seorang yang telah mendonorkan sumsum tulang belakangnya, betapa terkejutnya dia, air matanya kini mengalir deras, pikirannya terbayang akan kesalahan terbesar yang dia lakukan,penyesalan pun kunjung datang 

 

   "ayah bangun, ayaj maafkan putri yah"(ucap putri menggoncang kan tubuh ayah) 

 

   Ditatapnya tubuh ayah yang dingin ,mata yang terpenjam, sekarang pikirannya terbayang akan perjuangan ayah,ayah menaikkannya dipundak, menerbangkannya seperti pesawat begitu senangnya hati,dia memejamkan matanya sejenak, menoel kepalanya sendiri

 

  "bodoh!! Kenapa aku jadi anak durhaka "(ucap putri sesak) 

 

    Percuma saja tangisan, percuma saja kata maaf semua itu tidak akan bisa membuat ayah kembali, jika waktu pun diputar ingin sekali mengubah semua tapi sayangnya tak bisa! Jangan sekali-kali menyia-nyikan orang yang sayang kepada kita .

 

  • view 98