Maafkan aku, Khansa

Aldila S. Medhy
Karya Aldila S. Medhy Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Januari 2018
Maafkan aku, Khansa

"Maafkan aku, Khansa. Sepertinya..aku nggak sanggup..untuk melanjutkan..acara..per..nikahan kita"

Bagai petir di siang bolong, Khansa kaget setengah mati mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yusuf, calon suaminya. Jantungnya seakan meloncat keluar, jatuh ke lantai. Kepalanya tiba-tiba pening. Seperti habis dipukul palu gada raksasa. Bibirnya kaku. Lidahnya kelu. Tak satu pun kata keluar dari mulutnya. Hanya air mata yang deras mengalir, membasahi pipinya. Gadis itu terus menangis. Hanya menangis. Hatinya hancur. Pernikahan yang tinggal dua puluh hari lagi, tidak akan pernah terjadi. Khansa teramat kecewa. Dia begitu terluka. Sakiiit rasanya.

Yusuf. Hati laki-laki itu juga hancur, ketika mengatakan tidak akan menikahi Khansa, gadis yang sangat dia cintai, sepenuh hati. Gadis yang membuatnya percaya lagi bahwa cinta itu ada. Gadis yang selalu melukis pelangi di hatinya, setiap hari. Saat ini hatinya lebih hancur. Makin hancur. Dibandingkan tiga hari lalu, saat dokter mengatakan bahwa dia positif terkena HIV. Dunianya lebur, luluh lantak. Dan Yusuf tidak ingin Khansa ikut terkubur di dalamnya. Batinnya hanya sanggup berucap "Maafkan aku, Khansa. Biar aku sendiri menanggung beban derita ini. Aku akan pergi dari kehidupanmu, selamanya. Berhentilah menangis. Jangan jatuhkan air matamu untukku. Aku tak pantas mendampingimu."

  • view 70